
Dengan menggunakan celemeknya, Jasmine berkutat dengan peralatan dapur untuk makan malam. Disini memang tersedia asisten rumah tangga dan beberapa pelayan, hanya saja Jasmine ingin memulai profesi sebagai istri sesungguhnya dari sini.
"Sayang" Gibran memeluk Jasmine dari belakang, tidak peduli jika dirinya terkena aroma ikan yang digoreng oleh Jasmine.
"Duduklah sayang, sebentar lagi siap" Gibran tidak peduli ucapan Jasmine, bahkan dirinya mengikuti kemana saja langkah istrinya.
"Auh" Gibran merintih saat terkena percikan air ditangannya,
"Tuh kan sudah kubilang duduk" Gerutu Jasmine dan menatap tajam Gibran, sedangkan yang ditatap tersenyum dan langsung duduk.
Aroma ikan menyeruak dalam indra penciumannya, harum dan menggoda perutnya yang lapar. Segera mencicipi makanan yang disiapkan istrinya, lidahnya bergoyang seirama makanan yang dikunyahnya.
"Bagaimana ? tidak enak ya?" tanya Jasmine mewanti-wanti dan meneliti setiap raut wajah suaminya.
"Iyha tidak enak" jawab Gibran.
"Ya sudah jangan dimakan sayang, kita minta bibi yang masak saja ya" baru saja Jasmine ingin mengambil piring yang ada didepan Gibran, tapi tangannya sudah dicekal oleh Gibran.
"Aku becanda sayang, ini sangat enak" puji Gibran dan menarik kursi agar Jasmine duduk disampingnya. Jasmine mengerucutkan bibirnya, kembali menyantap makanannya.
Gibran merebahkan dirinya dipaha Jasmine, menonton drama yang sama sekali tidak ia mengerti. Dirinya sibuk menatap wajah istrinya yang berganti raut wajah seiring suasana drama yang sedang mereka lihat.
Gibran mengendus perut Jasmine, mencari kenyamanan disana. "Sayang, kapan ada malaikat kecil disini?" tanya Gibran seraya menepuk pelan perut Jasmine. Jasmine menundukkan kepalanya, mengelus kepala suaminya dan tersenyum manis.
__ADS_1
"Semua butuh proses sayang" jawab Jasmine sekenanya.
"Baiklah berarti kita harus berproses setiap waktu" Jasmine menggelengkan kepala menjawabi ucapan suaminya, jadi apa mereka jika setiap waktu melakukan hal itu?
"Sayang aku ingin mempunyai anak banyak dan rumah kita ramai" Jasmine hanya tersenyum tak menanggapi ucapan suaminya.
.
.
Dua minggu berlalu, setelah melewati masa liburan mereka akan kembali ketanah air hari ini. Bukan liburan sebenarnya krena mereka lebih banyak menghabiskan waktu dikamar.
Ditanah air semua sedang mempersiapkan pesta keluarga untuk menyambut kepulangan Gibran sekaligus perkumpulan yang sudah lama tidak mereka laksanakan. Hubungan Elard dan Sareen pun sudah diketahui oleh mereka, disini. Dirumah utama keluarga Gunawan mereka akan menggelar pertemuan. Menikmati malam dengan melepas kerinduan.
"Auh" Chayra menekan telunjuknya yang terkena pisau saat mengupas buah.
"Ara, sebentar kakak ambilkan kotak P3K." saat Gibran tidak ada, Elard disini menggantikan posisi Gibran. Menjaga dua adik perempuannya.
"Makanya kalau pegang pisau jangan sambil melamun" Chayra tidak mendengarkan ucapan Elard, dirinya menopang kepalanya dengan tangan kanannya.
"Apa Sareen nanti kesini kak?" tanya Chayra yang diangguki oleh Elard.
Setelah selesai memasangkan plester diluka Elard mengelus kepala Chayra. Penuh perhatian, "Tidak perlu khawatir, kau bisa bergabung denganku dan Sareen nanti. Jadi jangan merasa sendiri" mata Chayra memicing, meragukan ucapan kakak sepupunya.
__ADS_1
"Tidak, terima kasih atas tawarannya" decih Chayra.
"Baiklah kau memang paling pengertian" balas Elard dan langsung berlari sebelum Chayra menyerangnya.
"Kau kenapa Ara?" tanya sang onty, Vani.
"Onty, ah aku sedang memikirkan nasibku nanti malam" beginilah Chayra, selalu to the point jika dihadapannya kali ini adalah istri unclenya yang bar-bar sama seperti dirinya.
"Lebay sekali kau, baru dua minggu berpisah sudah seperti itu" cibir Vani
"Onty seperti tidak pernah muda saja" gerutu Chayra menatap sinis pada sang Onty.
"Onty pernah muda, tapi jalan cinta Onty mulus dan tidak pernah berpisah jauh seperti jalan cinta kalian berdua" canda Vani.
"Jahat sekali kau Onty hiks hiks" balas Chayra berpura-pura menangis.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
INFORMATION!!!
BUAT KALIAN YANG MASIH BINGUNG, AUTHOR TETEP BAKALAN LANJUTIN NOVEL INI SAMPAI TAMAT YA. AUTHOR BELUM BISA MASTIIN TAMATNYA KAPAN KARENA MASIH BANYAK PART. DI PENGUMUMAN SEBELUMNYA AUTHOR HANYA MENGINFORMASIKAN PADA KALIAN KALAU SEASON 3 DARI NOVEL INI ADA DI YOUTUBE. KARENA DISINI AUTHOR TIDAK BISA MENEMPELKAN LINK KARENA KEBIJAKAN NOVELTOON, MAKA LINK YOUTUBE AUTHOR TEMPEL DI BIO INSTAGRAM : riza_aristina SILAHKAN KIRIM PESAN DISANA JIKA KALIAN INGIN BERTANYA ATAU MEMBERI SARAN
TERIMA KASIH ORANG-ORANG BAIK🥰
__ADS_1