Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 243-S2


__ADS_3

"Wahhh apa kau kak Jasmine? cantik sekali, ternyata lebih cantik daripada difoto" Chayra yang semula duduk disamping Gibran langsung berdiri dan duduk disamping Jasmine. Jasmine menatap Gibran dengan wajah bingung, sedetik kemudian Chayra langsung memeluk Jasmine seperti kakaknya sendiri.


"Dia Chayra, gadis manja yang sering kuceritakan padamu" mata Jasmine membola, menatap dan langsung membalas pelukan Chayra tak kalah eratnya.


"Chayra ajak kakak iparmu keatas" mendengar titah Riko, Chayra mengangguk kemudian langsung menarik tangan Jasmine untuk menaiki tangga dan berlalu kekamar.


"Gibran yang daddy kenal tidak gegabah, jadi daddy berharap keputusanmu unruk menikah kali ini tepat" ucapan sang Daddy membuat Gibran mengangguk mantap, tanpa ada keraguan sedikitpun.


"Kapan kau akan mengadakan resepsi sayang?" Imelda yang baru saja dari dapur dengan membawa satu nampan berisi dua cangkir dan satu toples camilan itu ikut menyambung perbincangan dua pria itu.


"Gibran belum memikirkannya mom" jawab Gibran kemudian menyesap kopi dengan asap yang masih mengepul diudara yang disajikan sang mommy.


"Nanti setelah kau wisuda aku baru mengijinkanmu menggelar resepsi sekaligus mengumumkan pewaris perusahaan selanjutnya" Gibran tersedak, Imelda dengan sigap mengambil air putih dan memberikannya pada putra sulungnya.

__ADS_1


"Dadd, Gibran ingin fokus kehotel"


"Apa kau akan membiarkan daddymu bergelut didunia bisnis di usia tua?" Gibran mendengus, menurutnya ini belum saatnya Riko pensiun dari dunia bisnis.


"Apa daddy sudah merasa tua?" gerutu Gibran dan mendapat lemparan bantal sofa dari sang daddy sedangkan Imelda hanya geleng-geleng kepala kemudian berlalu ke dapur untuk menyiapkan makan siang.


"Dadd, apa tidak sebaiknya daddy juga memberi amanah untuk Chayra dan suaminya kelak?" pertanyaan Gibran membuat Riko menghela nafasnya kemudian membenarkan posisi duduknya.


"Karena kau bilang ingin fokus ke hotel, jadi perusahaan utama seluruh hotel dan resto milik keluarga Yunanda kau yang menghandel dan untuk perusahaan cabang dan bisnis mall biar Chayra dan suaminya nanti yang menghandel" ada sedikit kegetiran disetiap ucapan yang dilontarkan oleh Riko. Terharu, ternyata perjuangannya sudah harus pensiun.


"Silahkan" jawaban Riko membuat Gibran mendengus kesal, bagaimana bisa dirinya menghandel perusahaan sebesar itu sendirian.


"Aku melihat ada potensi kepemimpinan didalam diri istri kamu, jadi mintalah dia untuk membantu jika kau merasa keberatan" Gibran menyenderkan tubuhnya, menatap Riko yang masih asik dengan tablet ditangannya.

__ADS_1


Sedangkan didalam kamar Gibran, Chayra terus saja bercerita. Baik itu tentang hidupnya dengan Gibran atau jalan cintanya. Jasmine seolah mendapat adik perempuan, karena pembawaan Chayra yang mudah bergaul membuat Jasmine nyaman dengan gadis remaja itu.


"Kak ayo ke mall, aku sudah lama tidak belanja"


Baru saja Jasmine ingin menjawab, Gibran yang baru saja membuka pintu kamar langsung memotong dengan cepat "Tidak".


Chayra mendengus kesal kemudian menghentakkan kakinya dan berlalu keluar. Baru saja menutup pintu, Chayra kembali membuka pintu dan berkata "Kakk buatkan aku dede yang lucu ya" pipi Jasmine bersemu merah sedangkan Gibran membentuk isyarat oke dengan ibu jari dan jari telunjuknya.


"Kau dengar bukan?" Gibran langsung duduk disamping sang istri dan merengkuh tubuhnya.


"Sayang, aku masih mencerna semua ini. Apa ini benar identitas aslimu?" Jasmine mendongakkan kepalanya, menatap netra tajam yang sudah berhasil masuk kedalam hatinya.


Bukannya menjawab, Gibran malah menelusupkan kepalanya dileher sang istri mencari kenyamanan disana.

__ADS_1


"Sayang jawab dulu pertanyaanku" Jasmine mengangkat kepala Gibran dengan paksa, dirinya hanya ingin mendapat kepastian atas pertanyaannya.


"Iya ini aku" Jawab Gibran kemudian berdiri dan mengunci pintu agar tidak ada yang masuk secara sembarangan kedalam kamarnya. Kembali duduk diranjang tepat disebelah istrinya, Gibran dengan cepat menarik tengkuk istrinya dan melabuhkan bibirnya disana. Perlahan, tubuh Jasmine kini sudah berada dibawah kungkungannya.


__ADS_2