Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 123


__ADS_3

"Apa maksut nya? apa yang kau tutupi dariku?" Ucap Riko dingin.


"Sayang dengar dulu" ucap Imelda mencoba menenangkan Riko.


"Oo jadi yang membuatmu ingin cepat bekerja karena dia? Baiklah lanjutkan saja perbincangan kalian" ucap Riko langsung pergi tanpa mendengarkan penjelasan dari Imelda. Riko benar-benar marah saat ini, Imelda pun menghela nafasnya dan ingin mengejar Riko tapi ditahan oleh dokter tersebut.


"Maaf dok, tapi ini sangat penting" ucap dokter tersebut.


"Baiklah kita bicara diruangan dokter saja" ucap Imelda hang diangguki oleh dokter tersebut.


"Bagaimana dokter Danang? Apa ada perkembangan?" Tanya Imelda langsung pada intinya. Dokter Danang adalah dokter spesialis kanker terbaik di rumah sakit tersebut.


"Begini dok, beberapa hari yang lalu pasien yang dokter percayakan pada saya drop. Kondisinya semakin menurun, saya sudah menyarankan untuk dia opname tapi dia tidak mau dan dia memohon kepada saya untuk rawat jalan saja. Saya khawatir dengan dia dok, bagaimana pun penyakit kanker otak adalah penyakit yang sangat berbahaya dan mudah untuk merneggut nyawa." Jelas dokter Danang hingga membuat Imelda sedih.


"Apa dokter sudah memaksanya untuk opname?" Tanya Imelda.

__ADS_1


"Sudah berkali-kali dok, tapi dia selalu menolaknya karena tidak mau jika sampai kekasihnya khawatir" jelas dokter Danang.


"Lalu dengan siapa dia berobat?" Tanya Imelda lagi.


"Dengan ibu nya" jawab dokter Danang.


"Apa kah tidak bisa di operasi dok?" Tanya Imelda.


"Maaf dok, tapi kanker wanita itu sudah menjalar dibeberapa bagian tubuh lainnya dan akhirnya akan mengambil resiko terlalu besar jika mengambil tindakan operasi." Ucap dokter Danang.


"Baik dok" jawab dokter Danang.


Imelda langsung keluar mencari keberadaan sang suami. Imelda menyusuri lorong rumah sakit, berharap Riko mssih menunggunya. Tapi hasilnya nihil, mobil Riko pun sudah tidak ada di parkiran. Riko benar-benar salah paham. Dan Imelda tahu itu. Imelda menyesal karena tidak membicarakan masalah ini diawal.


Kini Imelda sudah berada di dalam taksi untuk pulang berharap bahwa sang suami sudah menunggunya di rumah. Sesampainya di rumah, tidak ada tanda-tanda bahwa suaminya sudah pulang.

__ADS_1


"Selamat sore nona" sapa salah satu penjaga yang berjaga didepan gerbang rumah megah keluarga Gunawan itu.


"Sore. Apa Suami saya belum pulang pak?" Tanya Imelda.


"Tuan Riko belum pulang nyonya" jawab penjaga dan Imeld apun hanya mengangguk kemudian masuk kedalam rumah dengan langkah gontai.


Rumah besar itu kini terlihat sepi karena semua orang disibukkan dengan urusannya dan kini ditambah sang suami yang sedang salah paham padanya.


Imelda langsung masuk kedalam kamar tanpa menyentuh makanan yang sudah disiapkan oleh para maid. Sesampainya di kamar, Imelda langsung mandi. Setelah bebearap menit, akhirnya Imelda selesai mandi dan langsung mencari ponselnya untuk menghubungi sang suami.


Sudsh berkali-kali Imelda mencoba menghubungi gapi tidak ada jawaban sama sekali. Banyak jugs rentetan pesan yang Imelda kirim tapi tidak ada satupun yang dibalas.


Imelda merebahkan tubuhnya dan berpikir apa langkah yang harus dilakukan sekarang. Satu sisi, Imelda khawatir dengan kondisi seseorang disisi lain, Imelda juga menjaga rahasianya.


Akibat terlalu lelah berpikir, Imelda akhirnya tertidur. Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, suara ketukan pintu kamar mrmbuatnya langsung bangun dan bergegas untuk membukakan pintu.

__ADS_1


__ADS_2