
Sesuai yang direncanakan sebelumnya, Dinda langsung mengajak Jasmine kekamar untuk diperiksa. Imelda dan Gibran pun setia mengikuti karena mereka sendiri pun penasaran dengan hasilnya.
"Apa kau merasakan keluhan lain selain mual Jasmine?" Tanya Dinda seraya memeriksa beberapa bagian tubuh Jasmine.
Jasmine menggeleng, memang benar dirinya hanya merasakan mual dan itupun baru pagi ini.
"Kapan terakhir datang bulan?" Jasmine mencoba mengingat, baru menyadari jika bulan ini ia belum kedatangan tamu bulanan.
"Langsung pada intinya saja ma, Gibran penasaran" celetuk Gibran karena menurutnya Dinda terlalu lama.
"Gibran istri kamu itu hamil, bisa sabar nggak sih. Lagi diperiksa" gerutu Imelda menatap tajam putranya itu.
Gibran melongo, masih mencerna semua ucapan sang mommy. Memundurkan langkahnya, sampai ia terduduk disofa yang ada dikamarnya.
"Gibran akan jadi ayah mom" Gibran mengusap air mata disudut matanya yang tiba-tiba menggenang. Rasa haru menyelimuti hatinya, tidak hanya dia tapi juga Jasmine tentunya.
"Hamill?" Tanya Jasmine memastikan yang dijawab anggukan dari Dinda dan Imelda bersamaan.
Jasmine menoleh kearah Gibran, keduanya tersenyum bersamaan diiringi air mata yang menetes.
"Sayang" Gibran berdiri, menghampiri istrinya yang berbaring dan memeluknya erat.
"Baik-baik diperut bunda ya sayang, jangan buat bunda sakit" Gibran mengelus perut Jasmine yang masih rata, mengajak berbicara padahal janinnya masih sebiji kacang.
__ADS_1
"Jenis kelamin anak Gibran apa ma?" Tanya Gibran pada Dinda dengan antusias.
Imelda menepuk jidatnya, sedangkan Dinda terkikik geli.
"Kita belum bisa mengetahui Gibran, tunggu beberapa bulan karena usia janinnya masih enam minggu" jelas Dinda yang diangguki oleh Gibran. Mengubur rasa penasarannya, kembali memeluk istrinya dan tak henti mengelus perut rata itu.
"Mama turun dulu ya" ucap Dinda seraya membereskan peralatannya.
"Mommy juga, mommy ingin melihat yang lainnya" mereka berdua memutuskan untuk pergi, agar dua manusia yang masih diliputi kebahagiaan itu tidak merasa terganggu.
"Sayang" Jasmine menarik tangan Gibran dari perutnya, bukan risih hanya saja terlalu geli jika Gibran melakukannya terus menerus.
"Tidurlah sayang" Jasmine membelalakkan matanya, jam berapa ini? Kenapa suaminya dengan entengnya menyuruhnya tidur.
"Nanti saja ya sayang, kamu nggak boleh kecapekan" Jasmine mendengus, membuka layar ponselnya dan mencari di mesin pencarian tentang ibu hamil. Menyodorkan ponselnya kepada Gibran, meminta suaminya itu untuk membaca artikel itu.
"Apakah seperti itu?" Gibran membaca poin dimana suami harus siaga menuruti kemauan istrinya, dengan segala semangat, Jasmine langsung menganggukkan kepalanya.
"Sudahh ayo turun" rengek Jasmine, dan Gibran pun akhirnya menuruti kemauannya.
"Baiklah" Gibran bangkit, membantu istrinya turun dari ranjang. Jasmine semakin kebingungan saat Gibran ingin menggendonganya.
"Sayang aku masih bisa berjalan" gerutu Jasmine dan berjalan lebih dulu.
__ADS_1
"Sayang tunggu, jangan terlalu cepat jalannya. Baiklah aku tidak akan menggendongmu tapi pelan-pelan ya" Jasmine menghela nafasnya, berjalan dengan pelan seperti siput karena Gibran merangkul bahunya.
"Kak Jasmine sakit?" tanya Alesha saat tidak sengaja berpapasan dengan mereka ditangga. Jasmine menggeleng, sedangkan Gibran hanya menunjukkan wajah datarnya.
"Lalu kenapa kak Gibran menuntun kak Jasmine?" tanya Alesha lagi lebih memperhatikan kaki Jasmine.
"Jangan banyak tanya Alesha, kak Gibran sedang menjaga istri dan calon buah hati kakak" mendengar jawaban Gibran membuat Alesha berpikir sejenak kemudian tersenyum dan melonjakkan kakinya.
"Wahh aku akan jadii onty" ucap Alesha sampai tidak menyadari bahwa lawan bicaranya sudah berlalu. Alesha terus melonjak girang, hingga "Aww" hampir saja ia terjatuh jika tidak ada yang menopang tubuhnya.
"Apa yang membuatmu sebahagia ini tuan putri?" Alesha langsung menjauhkan tubuhnya, membalikkan badan dan berlalu naik karena merasa malu.
"Terima kasih Leo" menghentikan langkahnya sejenak, mengucapkan terima kasih oada seseorang yang telah menolongnya. Leo sejenak terbuai, baru kali ini namanya disebut oleh Alesha.
"Sama-sama sayang" ucap Leo girang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mungkin disini nanti kalian kebingungan karna bab sebelumnya author up kambali. sebenarnya ini kesalahan aplikasinya, author up eps. 275 malah ilang dan tiba-tiba episode yang ini masuk ke episode 275. padahal seharusnya ini episode 276 kan, makanya author hapus dulu dan up ulang. Udah cuma mau menjelaskan itu, btw.....
UDAH SUBSCRIBE BELUM?
yt : HAI ZA / STAY HERE PLEASE!!
__ADS_1
buruannnn🥺