
Tiba-tiba lampu padam hingga membuat Imelda terlonjak kaget. Imelda mencari orang disekelilingnya tapi semua sudah hilang bak ditelan bumi, sangat cepat.
Saat tengah kebingungan, Imelda mendengar suara petikan gitar. Imelda langsung membalikkan badannya dan melihat seorang pria tampan sedang duduk dengan menyilangkan kakinya juga dengan gitar yang dipangkuannya.
Imelda menutup mulutnya yang menganga akibat terkejut. Tidak terasa Imelda menitikkan air mata saat lampu menyala sempurna dan memperlihatkan Riko yang duduk dikursi itu.
Setelah 10 menit bernyanyi dengan diiringi gitar, Riko yang sudah selesai langsung berdiri dari duduknya.
Riko menghampiri Imelda yang masih menitikkan air mata. Dengan senyum tampannya, Riko berjalan mendekat hingga membuat Imelda semakin deras menitikkan air matanya.
"Will you marry me baby?" Tanya Riko yang sudah jongkok di depan Imelda dengan tangan kanannya keatas memegang cincin berlian yang sangat indah.
"Yes, I will" Ucap Imelda cepat
Cincin dengan taburan berlian dan juga bentuk hati ditengah menjadi sangat indah jika dipakai dijari Imelda.
Riko langsung berdiri dan memakaikan Imelda cincin kemudian langsung memeluk Imelda sangat erat yang dibalas Imelda tak kalah eratnya.
__ADS_1
"Terima kasih sayang" Ucap Riko yang dibalas anggukan oleh Imelda.
Riko melepaskan pelukannya. Menatap manik mata yang selalu membuatnya rindu itu. Riko mengusap pipi Imelda yang dibasahi oleh air mata haru itu. Senyuman sedetik pun tidak hilang diantara mereka.
Perlahan Riko mendekat kan wajahnya ke wajah Imelda dan menarik pinggang Imelda untuk lebih dekat dengannya.
Riko mengecup lembut bibir Imelda. Awalnya cuma kecupan, tapi lama kelamaan menjadi lum*tan. Imelda yang terkejut belum membuka mulutnya hingga Riko menggigit pelan bibir bawah Imelda dan itu berhasil membuat Imelda membuka mulutnya.
"Ahh" Lenguh Imelda saat bibirnya di gigit oleh Riko dan Riko pun tersenyum dan semakin menarik pinggang Imelda.
Suara tepuk tangan riuh menghentikan aksi mereka sejenak. Kemudian Riko kembali melanjutkan aksinya meskipun Imelda sudah berusaha mendorongnya.
Imelda langsung mencubit pinggang Riko.
"Cieee yang udah tunangan" Ledek Vani yang mengundang tawa semua orang sedangkan Imelda langsung bersembunyi didada bidang Riko.
"Hei kau membuat adikku malu" Ucap Alvian yang dibalas Vani dengan menjulurkan lidahnya dan lagi-lagi membuat semua orang tertawa.
Setelah bercanda sedikit, mereka semua memutuskan untuk pergi makan malam sebelum melanjutkan acara nya.
__ADS_1
Makan malam mereka diiringi canda dan tawa, Alvian yang lebih dominan menjadi penghibur karena memang Alvian adalah orang yang humoris.
Setelah selesai makan malam, Alvian mengusulkan sebuah ide yang disetujui oleh semua orang.
"Bagaimana jika kita dansa" Usul Alvian yang langsung disetujui oleh semua orang.
Setelah melihat semua setuju, Riko langsung menarik Imelda begitu juga dengan Alvian yang langsung menarik Vani.
"Mengapa anda menarik saya tuan?" Ucap Vani berusaha menetralisir gugupnya
"Berhenti memanggilku tuan. Aku bukan tuanmu" Ucap Alvian tegas
"Tapi tuan" Belum sampai Vani menyelesaikan ucapannya, Alvian lebih dulu membungkam mulut Vani dengan mulutnya.
Vani membelalakkan matanya. Tidak menyangka bahwa ciuman pertamanya telah diambil oleh seorang pria yang beberapa hari ini mengganggu pikirannya.
Saat semua sedang dansa dengan pasangan mereka masing-masing, Dinda yang tidak memiliki pasangan pun hanya duduk disudut rooftop sambil menikmati pemandangan malam.
"Kau tidak ikut dansa?" Tanya seorang pria tampan yang berdiri disamping kursi Dinda. Dinda menoleh keasal suara dan betapa terkejutnya dia saat melihat sang pemanggil.
__ADS_1
💦💦
Hai readers👋Berhubung author besok ada acara di real life jadi author up nya agak sore.an atau mungkin bisa malam ya😭Author minta maaf😭Tetep stay terus nunggu up nya ya😊Jangan lupa Vote😈