
"Maafkan Vira kak" ucap Vira lirih.
"Tidak apa. Sekarang kau bisa menginap disini malam ini jika kau mau dan kau bisa pulang besok pagi dengan anak buah kakak atau kau mau pulang sekarang?" Tanya Riko.
"Vira ingin disini saja kak. Tapi kenapa Vira besok tidak pulang bersama kakak saja? Kenapa harus dengan anak buah kakak?" Tanya Vira.
"Karena kakak besok akan pulang kerumah baru kakak dan tidak bisa mengantarmu. Besok anak buah kakak akan datang menjemputmu jam 7 tepat dan akan mengantarmu daftar kuliah didekat apartement kakak." Jelas Riko
"Tapi kak apa tidak terlalu pagi?" Tanya Vira. Karena memang Vira tidak terbiasa bangun pagi.
"Jika kau masih ingin perhatian kakak jadi jangan pernah membantah kakak dan kakak minta rubah kelakuan kamu yang sering pergi ke club itu. Kakak akan mengirim mata-mata untuk mengawasi mu jika sampai kau melanggar ucapan kakak, kakak tidak akan segan menghukummu" ucap Riko tegas hingga membuat Vira terkejut. Darimana kakak sepupunya itu tau kebiasaan buruknya saat diluar negeri. Pasalnya, Vira berpikir hidupnya akan semakin bebas saat lepas dari pengawasan orang tuanya tapi malah semakin terkekang dengan peraturan kakak sepupunya.
"Kenapa kakak seperti itu dengan Vira. Vira sudah besar kak Vira tidak perlu diawasi" Ucap Vira sedikit kesal.
"Maka dari itu kau sudah besar jadi semakin bahaya jika kau melakukan kesalahan apa lagi sampai terjerumus pada hal-hal negatif. Jika kau keberatan dengan keputusan kakak kau harus melupakan jika kau punya kakak aku dan anggap saja kita tidak pernah mengenal. Ini demi kebaikanmu" Ucap Riko
__ADS_1
"Tapi kenapa kakak memberi kak Deny kebebasan?" Tanya Vira.
"Karena kakakmu laki-laki sedangkan kau perempuan. Perempuan akan lebih bahaya jika membuat kesalahan" Jelas Riko.
"Tapi kak" Ucap Vira menggantung.
"Tidak ada tapi-tapian atau kau mau jika kakak tidak menganggapmu lagi?" Ancam Riko dan Vira pun hanya pasrah dan menundukkan kepalanya.
"Ayo sayang" ajak Riko seraya menarik tangan Imelda untuk berdiri. Imelda hanya tersenyum dan mengangguk.
"Jangan terlalu dekat dengan Caryn. Kakak tidak suka. Jangan sampai kau menyesal karena kebodohanmu menuruti semua keinginan wanita itu dan satu lagi ini adalah istri kakak jadi kau harus menghormatinya seperti kau menghormati kakak." Ucap Riko kemudian membalikkan badannya kemudian berjalan akan meninggalkan Vira tapi langkahnya terhenti saat Vira memanggilnya.
"Kak" panggil Vira dan Riko dan Imelda pun membalikkan badannya.
Vira langsung memeluk Riko erat dan Riko pun membalas pelukan Vira tapi dengan tangan kanannya saja karena tangan kirinya masih menggenggam tangan Imelda.
__ADS_1
"Terima kasih kak" ucap Vira kemudian melepaskan pelukannya.
"Tidak perlu berterima kasih. Kau cukup menjadi adik yang baik untuk kakak itu sudah cukup membuat kakak senang" ucap Riko dan Vira pun hanya mengangguk.
"Maafkan Vira kak. Vira salah" Ucap Vira pada Imelda yang sedari tadi diam.
"Tidak apa." Jawab Imelda dengan senyuman ramahnya.
"Bolehkah aku memeluk kakak?" Tanya Vira hati-hati pada Imelda sedangkan Imelda hanya mengangguk.
"Hiks hiks Vira minta maaf kak" ucap Vira yang sudah tidak bisa menahan air matanya lagi.
"Tidak ada yang perlu dimaafkan. Sekarang Vira harus kuliah yang serius dan dengarkan ucapan kakakmu" Ucap Imelda seraya melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Vira sedangkan Vira pun hanya mengangguk.
"Siapa nama kakak?" Tanya Vira.
__ADS_1
"Imelda farasya" Jawab Imelda seraya tersenyum.