Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 90


__ADS_3

Riko pun tersenyum saat melihat interaksi dua wanita tersebut.


"Baiklah. Ayo kita pergi kekamar sayang bagaimanapun kita harus memberi keponakan yang banyak untuk Vira agar dia betah dirumah" Ucap Riko dan langsung membuat wajah Imelda memerah dan langsung mencubit pinggang Riko hingga membuat Riko terkekeh.


"Lalu bagaimana dengan kamarku kak?" Tanya Vira kebingungan.


"Kau bisa minta salah satu kamar yang kau mau pada resepsionis dan menyebutkan nama kakak iparmu dan katakan kau adalah adiknya nanti kau akan diantar oleh mereka" ucap Riko.


"Kenapa harus nama kakak ipar?" Tanya Vira masih dengan kebingungannya.


"Karena hotel ini milik keluarganya" jawab Riko singkat tapi berhasil membuat Vira membelalakkan matanya.


Riko dan Imelda langsung meninggalkan Vira yang masih mematung dengan pemikirannya. Vira masih tidak percaya jika orang yang sempat dia hina bahkan lebih kaya dari dirinya.


Vira langsung pergi ke resepsionis begitu juga dengan Riko dan Imelda yang sudah sampai dikamarnya.


"Apa tidak keterlaluan jika kita meninggalkan Vira sendirian?" Tanya Imelda khawatir.


"Tidak apa sayang. Bagaimana pun dia harus belajar mandiri agar tidak bergantung pada orang lain" Jelas Riko.


"Tapi"


"Tidak ada tapi-tapi an. Sekarang waktunya kita untuk olahraga" Ucap Riko seraya mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


Imelda pun langsung tersipu malu bahkan wajahnya sudah merona karena ucapan Riko.


Riko langsung membopong Imelda dan membawanya ke ranjang.


Kemudian Riko langsung melancarkan aksinya dan terjadilah hal-hal yang kembali nembuat Imelda begadang sampai pagi.


💦💦💦


Pagi hari tiba, Riko terbangun terlebih dahulu dan mendapati Imelda masih menutup matanya. Perlahan Riko menurunkan kepala Imelda dari lengannya kemudian mengecup kening Imelda lembut.


Setelah bangun dan memakai celana pendeknya, Riko langsung mencari ponselnya untuk menghubungi anak buah nya untuk menjemput Vira.


Riko berbicara dibalkon karena Riko tidak ingin Imelda bangun karena suara nya. Setelah selesai menelvon, Riko langsung masuk kedalam kamar dan ternyata sudah membuka matanya tapi masih berbaring dengan selimut yang menutupi tubuhnya sampai kelehernya.


Riko pun tersenyum dan berjalan mendekat pada Imelda dan duduk disisi ranjang.


"Selamat pagi juga suamiku" Balas Imelda lembut dengan senyuman manisnya.


Riko pun kembali menyusul Imelda yang berbaring kemudian memeluk Imelda hingga membuat Imelda membelalakkan matanya.


"Kenapa kau kembali tidur? bukannya kita akan pulang?" Tanya Imelda seraya mendongakkan kepalanya.


"Ini masih sangat pagi sayang" Jawab Riko sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Vira?" tanya Imelda.


"Aku sudah menghubungi anak buahku untuk menjemput Vira sayang" Jawab Riko.


"Baiklah. Aku akan mandi" Ucap Imelda seraya berusaha melepaskan pelukan Riko.


"Nanti saja sayang" Jawab Riko kembali mengeratkan pelukannya.


"Tidak. Aku akan mandi sekarang" Ucap Imelda.


"Sayang" Ucap Riko manja.


Imelda langsung menatap Riko tajam hingga membuat Riko terkikik kemudian melepaskan pelukannya.


"Baiklah sayang. Kau boleh mandi aku akan menelvon Cleo untuk membawakan kita pakaian ganti" Ucap Riko seraya bangun dari tidurnya.


"Iya sayang" Jawab Imelda kemudian mencium pipi kiri Riko sekilas dan langsung berlari menuju kamar mandi dengan wajah yang sudah memerah.


Riko yang sempat terkejut pun langsung tersenyum juga mengusap pipi kirinya.


Setelah 15 menit, Imelda sudah selesai dengan mandinya tapi masih memakai handuk ditubuhnya.


Imelda membuka pintu kamar mandi sedikit seraya mengintip dimana suaminya. Meskipun Riko sudah pernah melihat tubuhnya, Tapi Imelda masih tetap saja malu jika keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk seperti ini.

__ADS_1


Saat tidak melihat sang suami, Imelda langsung kekuar dari kamar mandi dan langsung berbaring kemudian menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Apa kau sakit sayang?" Suara tegas dengan nada khawatir berhasil membuat Imelda terkejut. Ya, itu adalah Riko yang baru saja masuk kedalam kamar dengan tentengan paper bag ditangannya.


__ADS_2