Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 177


__ADS_3

Berlari dibawah derasnya hujan dan kerasnya petir, Alvian langsung menghampiri seorang wanita yang sedang duduk dengan memeluk kedua lututnya.


"Vaniii" teriak Alvian saat melihat Vani duduk dipantai dibawah derasnya hujan. Vani menoleh, berdiri dan langsung berlari kemudian memeluk Alvian dengan tangis yang masih sesenggukan


"Kenapa kau bisa disini?" tanya Alvian cemas dan sesekali mencium pucuk kepala Vani.


"Aku takutt" ucap Vani dengan suara bergetar.


"Ssttt aku disini" tanpa sepengatahuan Vani, Alvian mengepalkan tangannya.


Tiba-tiba pelukan Vani melonggar, tubuh Vani lemas dan tidak sadarkan diri. Alvian langsung membopong Vani dan membawanya kembali kedalam pesawat. Karena hujan yang semakin reda dan petir yang sudah tidak terdengar sudah bisa dipastikan bahwa pesawat akan kembali terbang.


"Ya ampun sayang" Sandra menitikkan air matanya saat melihat Vani tidak sadarkan diri dan wajah yang terlihat pucat.


"Biar aku periksa kak" beruntung Imelda membawa beberapa alat medis dan sedikit obat-obatan.


"Alvian sebaiknya kamu ganti baju dulu" usul Andra dan dijawab gelengan kepala oleh Alvian. Alvian terus menggenggam erat tangan Vani.


"Onty apa adyy?" baby Gibran bertanya pada Riko.


"Onty sakitt" jawab Riko.

__ADS_1


"Onty idul ady (onty tidur daddy)"


"Iya onty tidurr" Riko mendaratkan kecupan dipipi gembul baby Gibran saat melihat keingintahuan baby Gibran semakin besar.


"Vian ganti baju dulu nanti masuk angin" melihat tidak ada yang bisa membujuk Alvian untuk mengganti pakaiannya yang basah, Heru memutuskan untuk turun tangan.


"Iya pa" Alvian pasrah dan berlalu menuju toilet seraya membawa baju gantinya. Melihat Lexa yang duduk tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun, Alvian mendekatinya dan sedikit berjongkok.


"Aku tahu kau penyebabnya jadi tunggu pembalasanku" bisik Alvian dengan suara beratnya menahan amarah sedangkan Lexa semakin ketakutan hingga meremas tangannya sendiri.


"A-aku tidak mengerti apa maksutmu Al" elak Lexa dengan suara terbata.


"Jangan berpura-pura bodoh" jawab Alvian dan langsung masuk kedalam toilet


Alvian yang sudah selesai mengganti bajunya, langsung kembali diruang seperti kamar yang ada didalam pesawat tersebut.


"Sayang" panggil Alvian seraya menggenggam erat tangan Vani.


Perlahan Vani mengerjapkan matanya, pertama dilihatnya adalah Alvian yang sibuk mencium punggung tangannya dan anggota keluarga yang lain berdiri mengelilinginya.


"Sayang" lega rasanya saat melihat Vani sudah membuka matanya.

__ADS_1


"Akhirnya kau sadar nak, mama khawatir" ucap Sandra seraya mengelus rambut Vani yang masih basah.


"Sebaiknya Vani ganti baju dulu dan yang lain ayo keluar pesawat akan kembali lepas landas" ucap Heru mengajak yang lain keluar terutama para lelaki. Pesawat juga sudah lepas landas dua menit yang lalu.


Kini didalam ruangan itu tersisa Imelda, Dinda dan Vani. Setelah membantu Vani berganti pakaian, Imelda dan Dinda bertanya apa penyebab Vani sampai tertinggal.


"Besok saja saat dirumah" bukan Vani tidak mau cerita, tapi mengingat Lexa masih disini jadi dia tidak mau sampai terjadi keributan didalam pesawat karena wanita ular itu.


"Baiklah" jawab Imelda dan Dinda pasrah.


"Aku harus keluar karena tadi Gibran sudah mencariku" ucap Imelda dan berdiri dari duduknya.


"Aku ikut" ucap Vani dan mencoba berbaring dari posisi duduknya.


"Tapi Van" belum sampai Dinda menyelesaikan ucapannya, Vani sudah berdiri dan merapikan pakaiannya.


"Aku ingin menjaga calon suamiku aku tidak mau dia didekati oleh wanita itu" Saat Vani menyebut wanita itu, Dinda dan Imelda sudah tahu siapa yang dimaksut oleh Vani.


"Loh sayang kenapa tidak istirahat saja?" tanya Alvian saat melihat Vani duduk disampingnya dan menyandarkan kepala dipundaknya.


"Kasian pengantin baru tidak bisa menikmati perjalanan mereka lagi pula aku juga harus mengawasi calon suamiku agar tidak tergoda oleh wanita lain" Alvian tersenyum saat mendengar ucapan Vani.

__ADS_1


"Ingat aku tidak akan pernah tergoda oleh wanita manapun kecuali kamu" ucap Alvian hingga membuat wajah Vani bersemu sedangkan Lexa yang tidak sengaja mendengar percakapan mereka mengepalkan kedua tangannya.


"Kali ini aku bisa gagal tapi tidak untuk lain kali" gumam Lexa seraya tersenyum sinis.


__ADS_2