
"Ra, apa kau baik-baik saja?" Agatha sedikit khawatir dengan Chayra karena sedari tadi Chayra hanya diam dan sedikit sekali berbicara.
Chayra menoleh kearah Agatha yang terlihat sedang menunjukkan wajah khawatirnya padanya. Chayra tersenyum, tidak menyangka bahwa wanita yang pertama kali membuat keributan dengannya dikampus kini menjadi sahabat baiknya.
"Apa kau kepikiran Marcell?" Pertanyaan Agatha membuat Chayra mengangguk tanpa sadar, Agatha terkekeh kemudian menatap Chayra intens seraya menyedot minuman yang baru saja datang.
"Aku harus gimana?" Chayra menunduk, kini hatinya mengalami kegundahan yang amat sangat, dirinya takut Marcell mengingkari janji yang telah mereka buat sebelum Marcell pergi.
"Turuti apa kata hati kamu Raa, jangan sampai kamu menyesal nantinya. Tapi kalau menurut aku, lebih baik kau tunggu saja dia, dia orang baik tidak mungkin dia mengingkari janjinya. Sekarang kau hubungi dia agar kau tahu apa yang dia lakukan, mungkin itu bisa mengurangi beban kamu" saran terakhir Agatha dijawab gelengan cepat oleh Chayra.
__ADS_1
"Aku tidak ingin mengganggunya, dan dia juga bilang aku tidak boleh menghubunginya jika dia tidak menghubungiku terlebih dahulu" mata Agatha membelalak lebar, dirinya yakin pasti Marcell menyembunyikan sesuatu yang tidak boleh diketahui Chayra. Sikap Marcell seperti seorang suami yang takut jika istri sahnya mengetahui perselingkuhannya.
Agatha terkikik sendiri didalam pikirannya, kenapa dia mwmikirkan hal sejauh itu.
"Kapan terakhir Marcell menghubungimu?" Tanya Agatha penasaran.
Baru saja akan berucap, ponsel Agatha bergetar terlihat notifikasi pesan masuk kedalam aplikasi chatnya. Agatha lebih memilih untuk membukanya terlebih dahulu sebelum memberi saran lagi untuk Chayra.
"Aku butuh bantuanmu, datanglah kerestoran X nanti jam 4 sore aku menunggumu disana. Jangan beri tahu Chayra.! ~Marcell" Agatha menutup mulutnya, sedangkan Chayra dirinya menatap Agatha dengan raut penasaran.
__ADS_1
"Taa, apa terjadi sesuatu?" Agatha terlonjak, entah kenapa dirinya hari ini dikejutkan oleh beberap hal yang sama sekali tidak pernah terpikirkan olehnya. Baru saja Agatha tadi ingin mengatakan jika Marcell sedang berada di negara ini, tapi ia urungkan saat melihat kata terakhir Marcell didalam pesannya.
"Emm a-aku ah iya aku ada urusan mendadak sore nanti jadi tidak apakan kalau kita menunda jalan-jalan kita" Chayra mengangguk tanpa mengatakan apapun, dirinya yang sebenarnya butuh hiburan lebih memilih untuk memaklumi Agatha yang mungkin saja mempunya urusan yang lebih penting. Chayra juga tidak menanyakan lebih lanjut meskipun dirinya sangat penasaran karena tingkah Agatha terlihat gugup dan menyembunyikan sesuatu.
Jam sudah menunjukkan pukul 3, Chayra memutuskan untuk pulang terlebih dahulu menaiki taksi karena Agatha masih harus menuntaskan urusannya. Sepanjang perjalanan, Chayra hanya diam seraya menatap pepohonan yang berdiri kokoh meskipun angin berhembus menerpa mereka.
"Terima kasih pak, kembaliannya buat bapak saja" setelah menyerahkan beberapa lembar uang seratus ribuan, Chayra langsung turun dan memasuki rumahnya. Anehnya, rumahnya sepi bahkan para pelayan hanya tersisa satu orang. Chayra memutuskan untuk mengabaikannya.
Sedangkan Agatha langsung meluncur kerestoran dimana dirinya akan menemui Marcell. Agatha bahkan sudah menyiapkan siasat jika Marcell ingin mengatakan pesan yang nanti menyakiti Chayra. Agatha sampai memukul keningnya sendiri karena berpikiran terlalu jauh.
__ADS_1