Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 214-S2


__ADS_3

Setelah memastikan anak buah Jasmine hilang dari pandangannya, Gibran langsung masuk kembali kedalam rumah dan berniat membersihkan dirinya. Selesai melepas kostum misinya, Gibran langsung masuk kedalam kamar mandi.


30 menit berlalu, Gibran sudah terlihat lebih segar karena selesai mandi. Dengan setelan celana pendek dan kaos pendeknya membuat Gibran terlihat lebih santai.


"Haloo bos" sapa anak buah Gibran saat Gibran menghubunginya.


"Bagaimana?" Tanya Gibran langsung pada intinya.


"Semua berjalan lancar bos, mereka mengalami cidera di beberapa bagian tubuhnya. Hanya ada satu yang selamat karena mereka menurunkannya ditengah jalan bos"


"Kerja bagus, sekarang jemput aku dirumah"


"Lalu bagaimana dengan satu orang itu bos? Apa kita harus mencarinya"


"Tidak, biarkan saja. Aku yakin setelah kejadian ini, pria yang diturunkan itu tidak akan bergabung lagi dengan geng mereka"

__ADS_1


"Baik" setelah itu panggilan terputus, Gibran langsung membawa dompet nya untuk membeli keperluannya selama disini. Tidak mungkin dirinya harus sering keluar rumah apalagi dengan keadaan menjalankan misi.


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya anak buah Gibran sampai. Gibran langsung masuk kedalam mobil dan meminta anak buahnya untuk mengantarkan dirinya menuju minimarket.


Duduk di mobil selama 15menit, akhirnya mobil yang ditumpangi Gibran sampai diminimarket berlogo merah putih itu. Baru saja akan turun, Gibran mengurungkan niatnya saat melihat seorang gadis yang menarik hatinya beberapa jam yang lalu.


"Apa ada yang anda butuhkan bos?" Melihat jika sang bos tidak kunjung turun, sang anak buah memutuskan untuk bertanya.


Gibran hanya mengangkat sebelah tangannya tanpa mengalihkan pandangannya dari sosok gadis yang sedang duduk diminimarket dengan es krim ditangannya.


Jasmine berdiri dari duduknya, menatap sekilas pada mobil yang dilewatinya karena sang penumpang tidak kunjung turun. Menaiki motor sportnya, Jasmine membuat Gibran terkejut hingga mulutnya menganga lebar.


"Ternyata kau tidak seanggun yang di pikiran semua orang" gumam Gibran seraya tersenyum menatap Jasmine yang semakin jauh dari pandangannya.


"Ikuti gadis itu" titah Gibran pada anak buahnya. Mencoba mengejar Jasmine, anak buah dibuat bingung karena Jasmine menghilang begitu saja.

__ADS_1


"Maaf bos, saya tidak bisa mengejarnya" ucap anak buah terbata.


"Ahh shit" Gibran memukul kursi mobil disampingnya. Cukup lama mobil berhenti di pinggir jalan, hingga pandangan Gibran tertuju pada sosok gadis yang dicarinya sedang mententeng dua kantong kresek besar berisi nasi bungkus.


Gibran belum berniat turun, dirinya masih memantau Jasmine yang sibuk mengeluarkan nasi bungkus dan dibagikan kepada para pengemis dan anak jalanan yang duduk dipinggir jalan.


"Berikan ini pada gadis itu dan bilang padanya untuk keperluan anak-anak itu" Gibran mengeluarkan sebuah cek bertuliskan nominal yang sangat besar. Anak buah Gibran mengangguk dan langsung turun untuk menemui Jasmine.


"Selamat malam nona" sapa anak buah Gibtan tak lupa menggunakan masker dan kacamata hitam agar anak buah Jasmine tidak melacaknya.


"Iya ada yang bisa saya bantu?" Jasmine menatap pria yang ada didepannya.


"Ini ada sedikit rezeki dari bos saya, beliau berkata ini untuk keperluan mereka" ucap anak buah Gibran seraya menyodorkan sebuah cek.


"Alhamdulillah, apa aku bisa berterima kasih kepada bosmu? Dimana beliau?" Tanya Jasmine penuh syukur setelah menerima cek yang disodorkan oleh anak buah Gibran.

__ADS_1


__ADS_2