Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 192


__ADS_3

Setelah makan siang, mereka langsung menuju hotel Ryuichi untuk pengesahan hotel yang akan langsung dioperasikan malam nanti setelah acara. Memasuki gedung hotel, ternyata sudah banyak beberapa karyawan hotel yang sudah berjejer rapi didepan hotel menunggu kedatangan mereka tak terkecuali Dinda dan Tomi yang juga ikut hadir dalam acara tersebut.


Menuruni mobil dengan gagah, Riko berhasil membuat karyawan hotel tertuju padanya. Memutari mobil, Riko membukakan pintu mobil untuk anak dan istrinya. Riko dengan sigap mengambil baby Gibran dan menggendongnya. Imelda pun langsung turun dan berjalan bersampingan dengan Riko mendekat kearah lobby hotel.


Baby Gibran langsung diambil alih oleh Tomi. Wajah tampan dan babyface baby Gibran mampu menghipnotis para karyawan. Dengan kaos dan celanan jeans baby Gibran terlihat gagah meskipun usianya masih bayi.


"Apa kabar ma?" Imelda menyapa Dian dan memeluknya.


"Mama baik sayang, bagaimana kabar kalian?" jawab Dian lembut dan membalas pelukan Imelda


"Kami baik ma" jawab Imelda dan melepaskan pelukannya.


"Ayo Riko" Tomi mengajak Riko untuk mendekat dimana akan dilaksanakan proses pemotongan pita yang dilakukan langsung oleh baby Gibran.


Dengan sepatah dua patah kata pembukaan, mereka langsung menuju inti acara. Berada digendongan Tomi, baby Gibran diarahkan oleh Riko untuk menggunting pita. Tawa baby Gibran pun pecah saat pita yang semula terbentang kencang ternyata putus setelah digunting, seolah menemukan mainan baru.

__ADS_1


Tepuk tangan riuh memenuhi lobby hotel, banyak yang membicarakan baby Gibran.


"Selamat cucu opa" Tomi langsung mengecup pipi gembul baby Gibran.


"Gibran, ayo bilang makasih pada opa" Imelda yang sudah berada didepan mereka langsung berbicara pada baby Gibran.


"Aacii opa" Tomi dan Dian tersenyum tak terkecuali para karyawan yang mendengarnya juga ikut tersenyum.


Setekah berbincang sejenak dan berkeliling hotel, Riko dan Imelda beserta baby Gibran memutuskan untuk pamit bagaimana pun baby Gibran sudah sangat kelelahan karema seharian ikut bersama Riko di kantor. Dengan berat, Dian dan Tomi melepas kepergian cucu mereka.


Satu bulan berlalu, Kaki Alvian juga sudah sembuh sepenuhnya. Dan rencananya, besok adalah hari pernikahan Alvian dan Vani. Hari bahagia yang ditunggu sepasang kekasih itu. Pernikahan Alvian dan Vani tidak semewah pernikahan Andra dan Dinda karena pasangan tersebut menolak adanya pesta terlalu mewah. Dengan kesepakatan dua keluarga, akhirnya pesta diadakan di sebuah hotel diatas bukit dengan hanya sedikit undangan.


"Sayang ganti bajumu" ini sudah gaun ketiga Alvian menyuruh Vani mengganti gaun pengantinnya dengan alasan tertentu.


Dengan langkah gontai, Vani kembali masuk fitting room dan keluar dengan balutan gaun putih simple dengan model tidak terlalu terbuka. Melihat jika Alvian tidak ada ditempatnya, Vani bertanya pada salah satu karyawan yang berdiri tidak jauh darinya.

__ADS_1


"Apa anda melihat pria disini?" tanya Vani dengan sopan.


"Oh iya nona, tadi tuan tersebut berpesan jika anda kemari anda disuruh menunggu sebentar karena beliau sedang mengangkat telvon" Penjelasan karyawan butik membuat Vani mengangguk dan duduk dikursi yang tadi ditempati oleh Alvian.


Alvian yang baru saja menyelesaikan panggilan teleponnya langsung kembali masuk kedalam butik dan matanya tak berkedip saat melihat Vani. "Cantik" lirih Alvian menatap takjub pada Vani yang duduk dikursi dengan setangkai bunga ditangannya.


"Bagaimana tuan?" tanya pemilik butik dengan sedikit rasa takut jika Alvian akan meminta Ganti gaun lagi. Bagaimanapun, gaun yang dipakai Vani adalah gaun paling best tseller di butik ini.


"Perfect, saya ambil yang itu" mendengar ucapan Alvian membuat Vani bernafas lega dan tersenyum.


Baru saja Vani akan bangkit, Alvian sudah melarangnya "Diamlah sebentar sayang" daannn


Cekrek


__ADS_1


Vani tersipu malu saat Alvian mengambil gambar dari ponselnya. Dengan wajah merona, Vani bangkit dengan dibantu karyawan untuk kembali ke ruang ganti untuk melepas gaunnya.


__ADS_2