Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 248-S2


__ADS_3

Keluar dari kamar mandi ternyata sudah ada sepasang pakaian casual yang dipersiapkan oleh Chayra. Beruntung tubuhnya dengan Gibran tidak berbeda jauh jadi pakaian Gibran sangat pas ditubuh Marcell. Marcell tersenyum, membayangkan Chayra mengurus semua keperluannya sebagai seorang istri. Hah, Marcell terlalu dalam membayangkan. Itu masih beberapa tahun lagi.


.


.


Riuh, canda, tawa, serta perdebatan terdengar meramaikan taman belakang yang digunakan untuk acara syukuran kecil-kecilan mereka. Bahkan anggota keluarga baik keluarga Gunawan dan Yunanda sudha berkumpul disana untuk menyambut anggota keluarga baru di keluarga besar mereka.


Jasmine terus tersenyum meskipun dihatinya merasakan iri yang amat sangat. Kenapa hidupnya tidak bisa harmonis seperti dua keluarga ini? pikri Jasmine seraya menatap satu persatu orang yang sibuk dengan obrolan mereka masing-masing.


"Sayang" panggilan Gibran membuat Jasmine tersadar, Gibran langsung duduk disebelah Jasmine seraya membawa dua sosis bakar ditangannya.


"Terima kasih" Jasmine tersenyum kemudian menerina sosis bakar yang disajikan Gibran. Menyandarman kepalanya dibahu kokoh itu, bahu ternyaman yang ia temui selama hidupnya.


"Kakk Elardd itu punyaku" teriakan Chayra menggema diseluruh sudut halaman belakang. Chayra memasang wajah kesal seraya menatap Elard yang dengan santainya mengunyah sosis hasil bakarannya.


"Ini tadi aku yang memotongnya" jawab elard tanpa rasa berdosa.


"Tapi aku yang membakarnya dengan penuh perjuangan" gerutu Chayra sinis.

__ADS_1


"Sayang sini aku akan menggantinya untukmu" Marcell langsung mengambil alih posisi Chayra, membakar sosis dengan penuh telaten untuk sang pujaan hati yang sudah rusak moodnya.


"Lebay banget sii" gumam Elard dan berlalu pergi daripada dirinya harus menyaksikan pandangan yang membuat dirinya iri.


"Kau harus sabar dengan sikap Gibran ya nak Jasmine, dia orangnya bawel" ucapan Alvian membuat Jasmine tersenyum sedangkan Gibran mendelik tajam pada sang paman.


"Iya kak Jasmine, kak Jasmine harus mempunyai stok sabar yang melimpah untuk menghadapi kutub satu ini" celetuk Alesha dari kejauhan.


"Alesha Dzakiya" geram Gibran menggertakkan giginya.


"Apa kakakku sayang, ucapanku benar bukan" baru saja Gibran akan bangkit, tangannya sudah dicekal oleh Jasmine. Gibran menurut, kembali duduk dengan tenang seolah tidak terjadi apa-apa meskipun dirinya sedikit kesal karena jadi bahan pembulian dikeluarganya.


.


.


Acara terselenggara dengan hikmat, meskipun hanya dihadiri anggota keluarga semua tetap kompak dan meriah.


Tapi Gibran panik saat melihat Jasmine terus memuntahkan isi perutnya bahkan sampai duduk di kloset karena terlalu lemas.

__ADS_1


"Sayang kau kenapa?" Gibran langsung mengecek suhu tubuh Jasmine, alangkah terkejutnya dirinya saat tangannya merasakan suhu tubuh panas dari Jasmine.


"Sayang kau demam" Gibran langsung membopong tubuh Jasmine dan membaringkannya diatas ranjang.


"Sebentar ya sayang aku akan panggil mommy" Jasmine hanya mengangguk, seolah tidak kuat hanya untuk sekedar menjawab. Tubuhnya benar-benar lemas tak berdaya saat ini.


"Mommy" Gibran menggedor pintu kamar orang tuanya, panik.


"Gibran ada apa?" Imelda tergopoh-gopoh keluar, melihat wajah putranya yang terlihat oanik dam frustasi.


"Mom tolong Jasmine demam dan terus mutah" Imelda ikut panik, langsung kembali kekamar untuk mengambil perlengkapan medisnya.


"Sebelumnya dia makan apa?" mendengar pertanyaan sang mommy Gibran mencoba mengingat kembali. Jasmine hanya makan sosis bakar malam ini, apa mungkin karena itu?


"Apa yang kau rasakan sayang?" Jasmine hanya mampu menggeleng pelan, sungguh dirinya merasa sangat pusing.


"Apa kau mempunyai alergi?" Jasmine mengangguk saat mendengar pertanyaan Imelda setelah selesai memeriksa tubuhnya.


"Alergi daging sapi mom" lirih Jasmine.

__ADS_1


"Gibran apa kau tadi memberikan makan yang mengandung serat daging sapi pada istrimu?" Gibran baru sadar jika tadi dirinya membawa dua sosis sapi, bodohnya dirinya sampai tidak mengetahui apa yang tidak disukai istrinya.


__ADS_2