Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 7


__ADS_3

Setelah selesai mencuci piring, imelda pamit kepada pak adam untuk pergi ke kamar dan mengistirahatkan badannya yang lelah karena kewajibannya. Meskipun begitu Imelda tidak pernah mengeluh karena baginya suatu kebanggaan tersendiri jika bisa menyembuhkan banyak pasien.


"Imelda pamit ke kamar dulu pak, mau istirahat" pamit imelda sambil mencium pipi kiri pak adam


"Iyha nak, Selamat malam" balas pak adam disertai senyuman.


Imelda bergegas pergi ke kamarnya, sesampainya di kamar dia langsung menghempaskan tubuhnya di kasur minimalis nya yang terbalut sprei motif bunga mawar tersebut untuk menjemput mimpinya. Tapi sebelum itu imelda mengisi daya ponsel nya yang memang akan mati karena kehabisan baterai tersebut. Setelah hampir satu jam berbaring tapi imelda tetap tidak bisa memejamkan matanya.


Dirinya masih kepikiran perkataan pak adam waktu makan malam tadi.

__ADS_1


"Kemana aku harus mencari mereka? Bahkan aku saja tidak tau ciri-cirinya. Hanya ada liontin ini sebagai petunjuk. Tapi bagaimana jika banyak yang memiliki liontin seperti ini? Pasti akan lebih sulit untukku menemukan mereka. Sejujurnya aku juga ingin menemukan kalian tapi bagaimana caranya? Sedangkan aku tidak punya keahlian dalam melacak keberadaan orang lain seperti orang-orang kaya diluar sana. Bagaimana keadaan kalian? Huffttt semoga kalian baik-baik saja" gumam imelda dalam hati dan air mata yang mulai membasahi pipi mulus nya tersebut.


Imelda pun menangis dalam diam. Dia tidak mengira bahwa pak adam yang selama ini merawat nya dan membesarkan nya bukan orang tua kandungnya. Sulit dipercaya memang, pasal nya pak adam menyayangi imelda seperti buah hatinya sendiri. Siapa yang mengira jika imelda merupakan putri angkat jika saja perlakuan pak adam sangat baik padanya.


Lama kelamaan imelda pun terlelap di alam mimpinya akibat kelelahan menangis.


Pagi hari tiba, mentari menyinarkan cahaya nya. Banyak orang diluar sana yang sudah memulai aktifitasnya begitu juga dengan imelda, bangun dari tidur panjangnya dan langsung mencuci muka juga menggosok gigi sebelum memasak sarapan.


"Selamat pagi pak" sapa imelda

__ADS_1


"Pagi juga nak, putri bapak tiap hari makin cantik" goda pak adam


"Iyha dong putri bapak gitu loh" balas imelda yang disertai mengibas-ngibaskan rambut nya yang tergerai tersebut. Dan pak adam hanya menanggapi nya dengan senyuman karena pak adam sudah terbiasa dengan sikap putri nya itu.


Setelah membersihkan piring dan juga gelas kotor imelda pamit kepada pak adam untuk pergi bekerja.


10 menit berlalu, imelda yang berjalan menyusuri trotoar juga baru sampai di rumah sakit tempat dia menggali rezeki dengan keahliannya itu. Imelda yang baru memasuki loby pun tidak sengaja berpapasan dengan dokter daffa yang juga baru sampai.


"Pagi dokter cantik" sapa daffa seraya menggoda imelda

__ADS_1


"Pagi juga dok" imelda pun hanya membalas singkat tapi tetap disertai senyuman karena imelda pun sudah terbiasa akan godaan yang diucapkan dokter bedah tampan itu.


"Sarangheyo dokter"


__ADS_2