
Sepanjang perjalanan, Dinda terus menangis. Dia yang tak tau jalan pulang pun memutuskan untuk ketaman terdekat sebentar untuk menenangkan diri. Hingga akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 5 sore tapi Dinda belum juga beranjak dari duduknya.
"Sedang apa kau disini?" tanya Pria tampan dengan setelan casual dan kacamata hitam beserta topi hitam nya tak lupa earpon yang ada ditelinganya.
Dinda pun mendongak kemudian kembali menundukkan kepalanya.
"Apa kau tidak mendengarku?" tanya pria tampan seraya melambaikan tangannya tepat didepan wajah Dinda.
"Siapa kau?" tanya Dinda tanpa menoleh keatas.
"Apa kau tidak mengenalku?" tanya pria tampan tersebut dan langsung duduk disamping Dinda kemudian melepas topi dan kacamata nya.
Dinda pun menoleh dan terkejut ternyata Cleo yang sedari tadi berbicara dengannya.
"Kenapa kau ada disini?" tanya Dinda kemudian kembali menatap lurus kedepan.
"Aku?" tanya Cleo menunjuk dirinya sendiri dan dijawab anggukan oleh Dinda.
__ADS_1
"Aku sedang mengunjungi orang tuaku. Lalu kenapa kau ada disini? Apa kau baru saja menangis?" tanya Cleo saat melihat mata bengkak Dinda.
Dinda hanya menggeleng pelan tanpa menjawab apa yang ditanyakan Cleo.
"Baiklah jika kau tidak mau cerita" jawab Cleo kemudian memasang kembali earphone nya. Dinda pun langsung bangkit berniat untuk pulang.
"Kau mau kemana?" tanya Cleo mencekal tangan Dinda.
"Pulang" jawab Dinda singkat.
"Apa kau tau jalan pulang?" tanya Cleo tanpa melepaskan tangannya.
Cleo langsung menyerahkan ponselnya yang ternyata ada kasus penipuan taksi online kemudian dilecehkan dipertengahan jalan.
"Lebih baik kau pulang denganku, tunggu disini aku akan mengambil mobilku" ucap Cleo dan langsung bangkit tanpa menunggu respon Dinda.
Dinda pun mempertimbangkan tawaran Cleo, lagipula Cleo orang baik dan bisa dipercaya sehingga Dinda tidak perlu berpikiran macam-macam.
__ADS_1
Tin Tin
Terdengar suara klakson mobil dari tepi jalan, dikihatnya Cleo sudah duduk manis di kursi kemudi. Dinda langsung menghampiri Cleo dan masuk kedalam mobil.
"Apa kau tidak mau makan terlebih dahulu?" tanya Cleo tanpa menoleh kearah Dinda.
"Tidak" jawab Dinda menoleh sekilas kemudian kembali menatap jalanan melalui jendela mobil.
Selama perjalanan, hanya keheningan yang menyelimuti perjalanan malam mereka. Tidak ada satupun yang berniat membuka suara dan memulai obrolan. Hingga tidak terasa tepat jam 8 malam mobil Cleo sampai di apartement yang Dinda tempati.
"Terima kasih atas tumpangannya" ucap Dinda kemudian langsung turun.
Setelah Dinda turun dari mobilnya, Cleo langsung menancap gas untuk pulang. Rencananya, dia akan pulang dini hari dan langsung bekerja tapi karena bertemu Dinda dan dia tidak tega jika melihat gadis pulang sejauh itu sendirian jadi Cleo memutuskan untuk merubah rencananya.
Sebenarnya Cleo pulang bukan hanya untuk mengunjungi orang tuanya tapi juga mengecek kondisi perusahaannya sendiri yang ada di kota tersebut. Selama bekerja dengan keluarga Yunanda dengan gaji yang cukup besar, Cleo menyisihkan sebagian uangnya untuk membangkitkan kembali perusahaan orang tuanya yang pernah bangkrut itu. Dengan kegigihan usahanya, Cleo berhasil mendirikan kembali perusahaan tersebut dengan dia sebagai CEO nya, tapi dia tidak pernah muncul secara langsung didepan karyawannya.
Karena perusahaannya sudah mulai diakui oleh perusahaan besar lainnya, Cleo memutuskan untuk berbicara baik-baik dengan Riko dan menyatakan pengunduran dirinya dari perusahaan Yunanda. Bagaimanapun semakin berkembangnya perusahaanya, semakin dibutuhkan pula dia untuk turun tangan langsung ke perusahaan miliknya.
__ADS_1
"Semoga ini waktu yang tepat" gumam Cleo dalam hati.
Sejujurnya, Cleo sedikit berat untuk meninggalkan perusahaan Yunanda karena perusahaan itu yang membuatnya bisa bangkit kembali dengan bos yang baik meskipun kadang menyebalkan.