
"Baiklah aku akan menginap dirumahnya. Lalu apa ini? Acaranya masih besok kenapa kau sudah membokingnya" sindir Agatha merasa Marcell terlalu berlebihan.
"Aku tidak ingin ada celah sedikitpun, jadi aku memperkerjakan mereka lebih cepat. Karena aku harus langsung kembali setelah itu jadi aku tidak ingin ada celah sedikitpun dihari bahagianya" Agatha terharu, dirinya bisa melihat seberapa rasa sayang pasangan itu.
"Secepat itu?" tanya Agatha dengan wajah terkejutnya yang dibalas Marcell dengan anggukan kepala.
"Oh ya, aku dengar dari Chayra jika kau menjalin hubungan dengan Dareen, apakah itu benar?" Pertanyaan Marcell terdengar penuh sindiran tapi masih dengan wajah datarnya.
"Cih jangan pedulikan hidupku, aku ingin bertanya padamu. Kenapa kau tidak menghubungi Chayra selama hampir dua bulan? Apa itu juga termasuk rencanamu? Jika memang iya, kau terlalu berlebihan" cibir Agatha seraya menatap Marcell yang duduk didepannya.
"Tidak. Itu tidak termasuk kedalam rencana. Aku mempunyai alasan, aku tidak ingin menceritakannya sekarang jadi berhentilah bertanya tentang hal itu" jawab Marcell diiringi helaan nafas panjang.
"Tapi kenapa kau bilang pada Chayra jika dia tidak boleh menghubungimu jika kau tidak menghubunginya terlebih dahulu? Kau lebih terlihat seperti seorang suami yang takut jika perselingkuhannya diketahui oleh istri sah. Atau memang benar kika kau disana sedang berselingkuh?" Agatha melempar tatapan tajam yang cenderung penuh selidik itu, dirinya tidak ingin melihat Chayra tersakiti.
"Hei buang pikiran kotormu itu, sudahlah. Aku harus mengurus hal lain. Aku pergi dulu" Agatha dibuat melongo karena Marcell langsung pergi begitu saja. Dengan wajah kesal, Agatha langsung berdiri dan keluar dengan menghentakkan kakinya.
__ADS_1
Sedangkan dirumah, Chayra terlihat gelisah. Daddy dan mommy nya baru saja mengirim pesan jika mereka akan pergi berlibur tanpa mengajak dirinya. Entah kenapa hari ini semua orang terlihat menyebalkan. Bahkan dirinya mencoba menghubungi Gibran tapi hasilnya nihil, Gibran tidak mengangkat telvonnya. Menscroll nama kontak yang ada diponselnya, Chayra langsung senyum sumringah, dirinya langsung menekan nama itu dan menghubunginya.
"Hallo Agatha" Chayra terlihat antusias berbeda dengan Agatha yang sedang mengelus dadanya mencoba menetralisir kegugupannya.
"Iya ra, ada apa?" Tanya Agatha.
"Mainlah kerumahku, dirumahku sepi sekali. Ku mohon" dari nada bicaranya, Chayra terlihat sedih. Dirinya benar-benar kesepian.
"Ah iya aku akan kesana" jawab Agatha cepat.
**********
Di kota lain, hiruk pikuk kendaraan membuat seorang pria tampan yang duduk dikursi penumpang sampai menghela nafasnya berkali-kali. Dirinya tidak habis pikir dengan ide gila calon adik iparnya. Siapa lagi kalau bukan Marcell, Gibran yang akan pulang dan bertemu sang adik harus mengurungkan niatnya saat Marcell menghubunginya dan meminta bantuan untuk menyukseskan acara besok malam.
Mau tidak mau Gibran harus menginap di hotel untuk malam ini, ingin sekali dirinya menentang tapi mengingat jika adiknya yang terus murung beberapa bulan terakhir ini membuat Gibran ikut bersemangat dalam menjalankan rencana Marcell, meskipun itu sedikit berlebihan.
__ADS_1
"Tolong kau urus semua yang aku butuhkan untuk malam ini dan besok" ucap Gibran tegas dan langsung turun dari mobil saat mereka mobil yang ditumpanginya sudah sampai didepan hotel Ryuichi, hotel miliknya.
Gibran memasuki hotel dengan gagahnya, manajer hotel sekaligus orang kepercayaan Gibran dibuat kelimpungan karena sang bos tidak memberi kabar jika akan berkunjung ke hotel.
"Mohon maaf sebelumnya Tuan muda, apa anda ingin sesuatu sebelum pergi kekamar?" manajer menunduk tidak berani menatap wajah Gibran yang terlihat dingin.
"Tidak. Aku akan langsung kekamar tapi tolong antar makan malam beserta kelengkapanku nanti setelah anak buahku sampai disini" Gibran langsung berlalu meninggalkan beberapa karyawan yang masih berdiri karena sebelumnya tengah menyambut dirinya.
"Baik tuan" jawab Manager tersebut dan langsung menyuruh karyawan disampingnya untuk bubar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
SEBENARNYA AUTHOR PENGEN BANGET UP BANYAK, TAPI KALIAN JAHAT KALAU AUTHOR UP BANYAK PASTI KALIAN GA MAU KOMEN DI TIAP EPISODE. KALIAN HANYA KOMEN DI EPISODE AKHIR YANG AUTHOR UP.
AUTHOR KAN GA MINTA BANYAK, AUTHOR CUMA MINTA LIKE SAMA KOMENNYA. BERI AUTHOR BUNGA JIKA KALIAN SAYANG AUTHOR👍
__ADS_1