Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 168


__ADS_3

"Tidak papa, duduklah" ucap Tomi dengan berwibawa.


"Terima kasih tuan"


Setelah duduk dan makanan pun datang, mereka memutuskan untuk makan terlebih dahulu sebelum kembali ke acara inti.


"Sebenarnya ada apa Cleo?" tanya Tomi memulai pembicaraan saat mereka sudah selesai makan malam.


"Sebelumnya saya ingin berterima kasih karena tuan dan nyonya mau menerima undangan saya, tapi tujuan saya mengundang anda disini untuk berterima kasih sekaligus berpamitan. Untuk yang pertama terima kasih karena bersedia menerima saya bekerja di keluarga Yunanda terkhusus menjadi asisten Bos Riko selama beberapa tahun terakhir ini, dan yang kedua saya ingin berpamitan karena saya harus mengelola perusahaan saya sendiri hasil bekerja di keluarga Yunanda. Seiring berjalannya waktu, perusahaan saya membutuhkan saya untuk turun tangan langsung jadi saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan Yunanda" ucap Cleo tegas terlihat sekali dia sedang mencoba untuk tidak gugup.


"Jadi kau sudah mempunyai perusahaan sendiri?" tanya Tomi memastikan.


"Benar Tuan" jawab Cleo mantap.


"Baik, saya hargai keputusanmu. Semoga perusahaan yang kamu pimpin bisa berkembang" Tomi berbicara dengan tegas.


"Terima kasih tuan, nyonya" jawab Cleo lega.

__ADS_1


"Iya, tapi bukan berarti persaudaraan juga putus saat kau memutuskan hubungan kerja" goda Dian membuat semua orang tersenyum.


"Tentu nyonya saya tidak akan melupakan keluarga kalian" jawab Cleo tulus.


Mereka melanjutkan obrolan, sesekali mereka juga menggoda baby Gibran yang sibuk memainkan miniatur mobil yang diberi oleh Alvian beberapa hari yang lalu. Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, waktunya baby Gibran tidur, tapi saat digendongan Imelda baby Gibran tidak mau memejamkan matanya dan Riko memutuskan untuk mengambil alih.


Digendongan Riko, baby Gibran tidak lama sudah terlelap. Baby Gibran sangat dekat dengan Riko bahkan kepribadian baby Gibran menurun dari Riko.


...****************...


Hubungan Andra dan Dinda pun semakin dekat. Besok adalah ulang tahun Dinda, dan Andra akan melamarnya nanti malam. Beberapa bukan terakhir ini, sifat ceria Dinda dulu kembali tapi tidak dengan Andra yang masih terkesan dingin keorang lain kecuali keluarga mereka.


Beberapa bulan terakhir ini Dinda dan Andra juga sudah menyadari perasaan mereka masing-masing. Lebih tepatnya Dinda yang berjuang meluluhkan hati Andra, sebenarnya sudah luluh, tugas Dinda hanya membuat Andra mengakui perasaannya dan itu berhasil tepat satu bulan yang lalu.


Jam tujuh malam..


"Halo bagaimana persiapannya?" Andra berbicara pada anak buahnya melalui sambungan telepon.

__ADS_1


"Sudah 95% Tuan, hanya tinggal menunggu acara" jawab sang anak buah.


"Baik aku percayakan pada kalian, aku harap kalian tidak mengecewakan" Setelah mengatakan itu, Andra langsung mematikan sambungan teleponnya dan melanjutkan kegiatannya bersiap.


Setelah merasa rapi, dirinya keluar kamar dan anggota keluarga yang lain sudah menunggu nya diruang keluarga.


"Lihat unclemu itu, ingin melamar seperti ingin fashionshow" Alvian berkata dengan baby Gibran seakan menyindir Andra. Sedangkan Andra hanya menggaruk tengkuknya dan dibalas tawa oleh semua orang.


"Sudah, ayo berangkat" lerai Heru dan langsung menggendong baby Gibran.


"Ady ady aaaa adyyy omyy" baby Gibran berceloteh seraya menoleh kearah Riko dan Imelda yang berjalan bergandengan. Sepertinya baby Gibran tidak mau digendong oleh granpa haha.


"Sama grandpa ya" Heru tertawa saat melihat wajah lucu baby Gibran seperti sedang memohon untuk digendong oleh Riko.


"Baiklah baiklah, memang tidak ada yang bisa menggantikan daddymu" ucap Heru pasrah dan mengundang tawa semua orang. Memang baby Gibran sangat manja pada Riko bahkan Imelda dibuat iri.


"Aaa ady ady aaa" Baby Gibran langsung ceria saat sudah berada digendongan Riko.

__ADS_1


__ADS_2