Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 282-S2


__ADS_3

Gibran menepuk punggung istrinya, akhir-akhir ini istrinya cepat lelah dan ia sebagai suami harus bisa siap siaga membantu dan peka terhadap keluhannya.


"Sayang" Jasmine mendongakkan kepalanya, menatap netra tajam yang sudah memenuhi hatinya.


"Besok daddy memintaku menggantikan rapat, mungkin aku tidak bisa menemani makan siang. Tidak apa kan?" Tanya Gibran.


Jasmine menganggukkan kepalanya, kembali menenggelamkan wajahnya didada bidang suaminya. Ponselnya berdering, Jasmine melepaskan pelukannya, memberi ruang Gibran agar bisa mengambil ponsel diatas nakas.


"Alesha? Ada apa dia menghubungi?" Tanya Gibran yang dijawab kedikan bahu oleh Jasmine.


"Halo Alesha?" Ucap Gibran saat ia sudah mengangkat panggilan.


"....."


"Hahh, bicara sendiri pada kakakmu" ucap Gibran menghela nafasnya dan langsung menyodorkan ponselnya ke Jasmine.


"Iya Alesha, ada apa?" Tanya Jasmine


"Kakk, besok antar aku fitting baju ya, Leo tidak bisa menemani. Kakak besok tidak ada rapat kan?" Gibran dengan cepat mengangguk saat mendengar ucapan Alesha, karena tadi Jasmine melospeker panggilannya.


"Iyha, jam berapa? Mau kakak jemput atau kau yang kesini?" Tanya Jasmine,

__ADS_1


"Jam 8 pagi kak, besok aku kerumah kakak aja oke, kakak dirumah saja menungguku. Ku yakin kak Gibran tidak akan mengijinkan kakak menyetir" ucap Alesha.


"Jangan ngebutt" teriak Gibran ikut menyahut


"Iyha iyha, yasudahh selamat malam kakak. See you besokk" ucap Alesha mengakhiri panggilannya.


Gibran kembali meletakkan ponselnya setelah panggilan terputus, kembali ikut merebahkan dirinya disamping sang istri dan memeluknya.


"Besok sekalian makan siang sama Alesha saja habis itu baru kekantor menyerahkan surat pemutusan kerja sekertaris murahan itu" ucap Gibran yang diangguki Jasmine. Jasmine menutup matanya, mulai menyelami mimpi indahnya yang kemudian disusul oleh Gibran.


.


.


"Aku berangkat dulu ya sayang" setelah sarapan, Gibran berpamitan. Mengecup kening istrinya dan tak lupa juga ia berpamitan pada anaknya yang masih didalam perut.


"Ayah berangkat dulu ya, jaga bunda. Jangan nakal-nakal ya, jangan buat bunda kesusahan" inilah kata yang sering diucapkan Gibran pada buah hatinya setiap pagi.


Jasmine melambaikan tangannya saat suaminya berangkat kekantor, lalu ia kembali masuk untuk bersiap sembari menunggu jemputan Alesha.


.

__ADS_1


.


"Kakak kecapekan ya? Maaf ya. Apa kakak mau pulang saja setelah ini?" Tanya Alesha tidak enak, karena ia melihat Jasmine terus diam saat berada didalam mobil setelah selesai fitting baju.


"Perasaan kakak hanya kurang enak Sha, tidak usah pulang. Antar kakak kekantor saja kakak ada urusan sedikit dikantor"


"Baik kak, tapi aku temenin sampai kak Gibran datang ya" Jasmine mengangguk, entah kenapa perasaannya tiba-tiba menjadi tidak enak begini.


Sesamoainya dikantor, mereka langsung turun. Jasmine berjalan terlebih dahulu kemudian diikuti Alesha didepannya. Meskipun perasannya tidak karuan, Jasmine tetap tersenyum untuk membalas sapaan karyawannya.


"Venya ikut keruangan saya sekarang" ucap Jasmine pada sekertarisnya yang terlihat bersantai karena tidak ada dirinya.


"Eh baik bu" jawab Venya gelagapan.


"Alesha kamu tunggu disitu sebentar ya, nanti kakak akan memanggilmu" Alesha mengangguk, kemudian ia duduk dikursi yang biasa ditempati Venya.


Jasmine duduk dikursi kerjanya, lalu menyodorkan amplop yang berisi surat pemecatan Venya.


"Kamu bisa mengemasi barang-barang kamu. Terima kasih atas kerja kerasmu beberapa hari ini, dan ambil gaji terakhir dan uang pesangon di bagian HRD.


Venya sontak membulatkan matanya, dengan emosi ia langsung meremas ekrtas pemecatan itu dan mendekat kearah Jasmine.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukann?" Teriak Jasmine saat Venya mengambil gunting dimejanya.


__ADS_2