Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 137


__ADS_3

"Apa?" kedua pria tampan itu membelalakkan matanya, tidak pernah terbesit di pikiran mereka jika Imelda akan meminta makanan yang mereka saja belum pernah memakannya, bagaimana bisa mereka memasak jika mereka saja belum pernah merasakan makanan tersebut.


Tidak hanya Andra dan Alvian, Heru dan Sandra pun juga dibuat terkejut dengan permintaan Imelda, begitu juga dengan Riko yang tidak percaya dengan permintaan sang istri.


"Dek, apa kau tidak mau meminta salad atau pizza atau makanan westeen yang lain?" tanya Andra mencoba mencari keringanan.


"Tapi Melda ingin makan itu" ucap Imelda sendu dengan mata berkaca-kaca hingga membuat Andra dan Alvian mau tidak mau harus menuruti adik cantik nya itu.


"Baiklah" jawab Andra dan Alvian pasrah.


"Ma, apa Melda boleh mengajak Dinda dan Vani kesini untuk makan bersama?" tanya Melda hingga membuat Andra dan Alvian membelalakkan matanya kembali.


"Tentu saja sayang" jawab Sandra lembut.


"Mereka kan bekerja dek" Alvian berusaha mencegah keinginan adiknya itu, bisa saja harga dirinya jatuh saat ternyata masakannya tidak enak dan harus disaksikan oleh sang kekasih.


"Ini akhir pekan kak, mereka biasanya tidak ada jadwal saat akhir pekan" jawab Imelda kemudian langsung mencari ponselnya.


Menunggu beberapa detik, akhirnya telvon Imelda diangkat oleh Vani.

__ADS_1


"Hallo mel" sapa Vani di seberang telepon.


"Hallo van, kamu dimana? apa kamu bekerja hari ini?" tanya Imelda.


"Iya mel. Hari ini aku menggantikan bu tantri yang cuti" jawab Vani.


"Baiklah" jawab Imelda sedikit kecewa.


"Memangnya ada apa?" tanya Vani sedikit heran.


"Awalnya aku ingin mengajakmu makan hasil olahan kak Andra dan kak Alvian. Tapi nggak papa kita bisa makan lain waktu" jawaban Imelda membuat Andra dan Alvian yang semula bermain ponsel mereka pun mendongak kemudian saling tatap. Mereka takut jika Imelda memintanya masak aneh-aneh lagi di masa depan.


"Pasti menyenangkan. Tapi maaf karena aku tidak bisa memenuhi undanganmu" jawab Vani merasa bersalah.


"Bagaimana sayang?" tanya Riko yang melihat raut wajah sang istri seperti tidak bahagia.


"Vani tidak bisa. Dan harapanku kali ini hanya tinggal Dinda, semoga saja dia tidak sibuk" jawab Imelda kemudian mengotak atik ponselnya mencari nomor Dinda.


Imelda mencoba menghubungi Dinda, tapi setelah menghubungi berkali-kali, tidak ada sahutan sama sekali. Imelda pun dibuat cemas karena Dinda yang pendiam tidak akan mau menceritakan apa yang terjadi.

__ADS_1


"Kenapa nak?" tanya Sandra yang melihat kegelisahan Imelda.


"Dinda tidak mengangkat panggilanku ma" jawab Imelda sedikit khawatir.


"Coba lagi sayang" jawab Sandra yang diangguki oleh Imelda.


Sebelum kembali menghubungi Dinda, Imelda menoleh pada kedua kakak nya yang masih duduk dengan tangan yang sibuk mengotak atik ponsel.


"Kenapa kakak masih disini?" tanya Imelda hingga membuat dua orang tersebut terkesiap kemudian menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Pasalnya sedari tadi mereka memainkan ponsel karena mencari resep nasi kuning dan juga tempe kecap. Tapi karena semua bahan yang dibutuhkan aneh-aneh menurut mereka jadi mereka sulit untuk memahaminya.


"Andra Alvian" tegur Heru yang dari tadi hanya diam seraya membaca majalah ditangannya.


"Iya pa" jawab mereka lemah.


Andra dan Alvian berlalu ke dapur, sedangkan Imelda mencoba menghubungi Dinda kembali. Setelah menunggu beberapa detik, akhirnya Dinda mengangkat nya.


"Hallo mel" sapa Dinda diseberang telepon.


"Hallo Din, kamu dimana? apa kamu sibuk?" tanya Imelda.

__ADS_1


"Em a-aku.." jawab Dinda terbata. Kemudian ada seorang yang menarik telepon milik Dinda hingga membuat Dinda menjerit sambil menangis.


"Hallo, jangan pernah menghubunginya lagi" jawab orang tersebut kemudian langsung mematikan sambungan teleponnya.


__ADS_2