Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 134


__ADS_3

Setelah memastikan bahwa tidak ada sesuatu yang menghawatirkan pada diri Imelda, semua orang memutuskan untuk keluar menyambut tamu karena tamu sudah mulai berdatangan. Dan kiniyang tersisa didalam kamar hanya ada Riko yang masih setia menciumi tangan Imelda yang masih lemas itu.


Perlahan Imelda pun membuka matanya, dilihatnya suami nya sedang menatapnya sambil tersenyum bahagia.


"Sayang kamu sudah bangun, apa mau minum?" tanya Riko antusias. Dan Imelda pun hanya mengangguk karena kepalanya masih sedikit pusing.


Riko membantu Imelda minum dengan sangat hati-hati. Senyuman nya tak pernah hilang dari bibir pria tampan itu hingga membuat Imelda sedikit bingung.


"Ada apa? kenapa kamu terus tersenyum seperti itu?" tanya Imelda yang sudah tidak bisa membendung rasa penasaran nya.


"Terima kasih sayang" jawab Riko dan langsung mengecup kening Imelda.


"Untuk apa?' kini kebingungan Imelda semakin bertambah saat mendengar ucapan terima kasih dari bibir suaminya padahal dia tidak melakukan apapun.


"Terima kasih untuk ini" jawab Riko seraya mengecup perut Imelda.


"maksut kamu?" tanya Imelda seraya menutup mulutnya terkejut.

__ADS_1


"Iya sayang. Kamu hamil" jawab Riko dan langsung memeluk Imelda. Begitu juga Imelda yang sudah tidak bisa menahan rasa bahagia nya, air mata nya pun menetes menadakan bahwa dia sangat terharu dengan kehadiran malaikat kecil di rahimnya.


"Aku akan menjaganya sayang" Jawab Imelda setelah melepaskan pelukan Riko kemudian tangannya beralih mengelus perut nya yang masih rata.


"Kita akan menjaganya sama-sama sayang." balas Riko kemudian tangannya ikut mengelus perut Imelda.


"Anak daddy yang sehat ya, jangan buat mommy sakit. Nanti kalau udah besar anak daddy biar bisa anak yang hebat kaya mommy dan daddy" ucap Riko pada anak nya yang masih sebiji kacang dirahim Imelda itu. Imelda pun tersenyum saat mendengar celoteh an Riko.


"Sayang" panggil Imelda pada Riko yang masih setia mengelus prrut Imelda itu hingga membuat Riko langsung mendongakkan kepalanya.


"Apa sayang? apa kau mau sesuatu?" tanya Riko sedikit khawatir.


"Aku akan membatalkannya sayang dan kita akan menggantinya menjadi babymoon besok saat kandunganmu sudah kuat, kata Dinda kamu harus istirahat dulu tidak boleh kecapekan karena itu bisa berpengaruh pada anak kita. Aku nggak mau kalian kenapa kenapa" ucap Riko panjang lebar dan Imelda yakin dengan kehamilan dirinya Riko akan semakin posesif tapi Imelda mengerti bahwa usia kehamilan nya masih rentan sehingga lebih baik untuk istirahat dulu sementara waktu sampai kondisi nya benar-benar pulih.


"Apakah Dinda dan Vani ada disini?" tanya Imelda karena saat sebelum pingsan, Imelda belum bertemu dengan dua sahabatnya itu.


"Iya sayang." jawab Riko.

__ADS_1


"Aku ingin bertemu dengan mereka sayang" ucap Imelda.


"Iya tapi mereka yang akan kesini" jawab Riko kemudian meraih ponselnya untuk menghubungi Deny agar memberitahu Dinda dan Vani agar naik keatas.


"Baiklah" ucap Imelda pasrah.


Setelah 5 menit, terdengar suara ketukan pintu. Sepertinya itu dua sahabat Imelda. Riko pun berdiri untuk membuka pintu dan ternyata dugaannya benar.


"Masuk" ucap Riko dengan wajah dinginnya.


"Terima kasih" jawab Vani dan Dinda bersamaan.


"Haii mell selamat yaa" ucap Vani heboh dan langsung memeluk Imelda diikuti oleh Dinda.


Riko pun hanya bisa menggeleng melihat aksi ketiga wanita itu.


"Sayang aku akan keluar menemui tamu. Tidak apa kan kamu disini bersama mereka?" Riko pun mengerti bahwa istrinya juga membutuhkan waktu untuk berbicara sesama perempuan jadi Riko memutuskan untuk keluar agar tidak mengganggu pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Iya sayang" jawab Imelda. Sebelum pergi, Riko mencium kening dan prrut Imelda hingga membuat Vani dan Dinda saling pandang kemudian terkikik geli.


__ADS_2