Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 258-S2


__ADS_3

"Operasi?" tanya Chayra


"Sekarang ayo kembali kekamarmu, dan Ara tetap disini" ucap Imelda penuh ketegasan.


"Mom, aku ingin ikut keruang perawatan Marcell, aku masih ingin menanyakan banyak hal terhadapnya" bujuk Chayra.


"Kau istirahatlah, aku akan kembali nanti" Marcell melambaikan tangannya, menahan nyeri diperutnya agar Chayra tidak semakin khawatir dengan kondisinya.


.


.


Riko duduk dikursi kerjanya seraya memeriksa beberapa dokumen yang tertinggal beberapa hari ini karena kesibukannya mencari Marcell. Memainkan bolpoin ditangannya, kini pikiran Riko terbelah antara pria gelang merah dan pekerjaannya.


Ting


Ponselnya berbunyi, langsung mengecek dan membaca siapa pengirim pesan.


"Sayang, Ara sudah siuman" Riko menghela nafas penuh syukur saat membaca pesan dari istrinya. Beban dipikirannya kini berkurang aaat mendengar kabar bahwa putri cantiknya sudah lebih baik.


"Aku akan kerumah sakit nanti saat pekerjaanku sudah selesai" balas Riko.


Tok tok tok

__ADS_1


Pintu ruangan Riko diketuk, setelah dipersilahkan masuk sang pengetuk pintu langsung membuka pintu perlahan.


"Tuan, ada yang ingin bertemu dengan anda" ucap sang sekertaris.


"Siapa?" tanya Riko tanpa mengalihkan pandangannya pada tumpukan kertas dihadapannya.


"Saya" suara asing itu membuyarkan fokus Riko, langsung mengangkat kepalanya dan memicingkan matanya sampai kedua alisnya bertautan saat melihat siapa yang datang.


"Siapa kau?" tanya Riko menyenderkan tubuhnya dikursi kebesarannya.


"Saya harap anda tidak lupa dengan saya" jawab pria tersebut seraya memperlihatkan gelang merah ditangan kirinya.


"Kau? apa yang kau inginkan sampai kau rela membuang waktumu datang kesini?" tanya Riko langsung pada intinya.


"Saya kesini hanya ingin menagih apa yang seharusnya saya dapatkan karena sudah membantu anda" jawab pria tersebut tanpa ras! takut.


"Cepat katakan apa yang kau inginkan" Riko kembali fokus pada dokumennya, langsung mengambil cek didalam laci, berjaga-jaga jika pria dihadapannya kali ini berniat memerasnya.


"Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri, nama saya Grey Mahendra, saya disini ingin meminta bantuan lebih tepatnya menagih imbalan yang seharusnya saya dapatkan. Tenang saja, saya tidak akan meminta uang disini, saya hanya ingin anda membantu saya lepas dari keluarga Riko admaja, dan selamatkan adik saya yang sudah dua tahun ini dikurung dan dijadikan pemuas nafsu oleh pria bejat itu. Bantu saya hilang dari negara ini hingga Riko admaja tidak mampu menemukan saya" ucap pria bernama Grey itu dengan penuh ketegasan.


"Aku tidak bisa memutuskan begitu saja karena aku juga harus menyelidiki dulu apa kau bisa dipercaya atau tidak" jawab Riko seraya menyanggah kepalanya dengan dua tangannya.


"No problem, saya akan menunggu. Tapi disini saya menaruh harapan besar kepada anda" setelah mengatakan itu, Grey langsung berdiri. Pria yang seumuran dengan Gibran itu langsung keluar tanpa mengatakan sepatah kata pamitan.

__ADS_1


Riko bergegas mengambil ponselnya untuk menghubungi anak buahnya agar menindaklanjuti pria bernama Grey tersebut.


.


.


Rumah besar ini, terlihat dua orang yang masuh setia berpelukan didalam selimut tebalnya seolah enggan untuk bangkit. Tubuh lengket penuh keringat kenikmatan pun tidak mampu menggoyahkan mereka dari pelukan satu sama lain. Seolah menyalurkan rindu yang sudah beberapa hari ini tidak melakukan adegan panas.


"Kita harus kembali lusa, tadi mommy menghubungiku jika Ara sudah lebih baik sekarang" ucap Gibran seraya mengelus punggung istrinya yang berada didalam dekapannya.


"Syukurlah, emm apa aku boleh bertanya?" Jasmine mendongakkan kepalanya.


"Tanyakan saja" jawab Gibran.


"Aku kan sudah mengetahui siapa kau sebenarnya, apa kau masih tetap menggunakan baju seperti itu saat kuliah?" pertanyaan Jasmine membuat Gibran menatap netra cantik itu.


"Apa kau malu jika aku berpenampilan seperti itu?"


"Tidak" jawab Jasmine cepat.


"Lalu? jika aku melepaskan kostum itu kau juga harus siap sakit hati karena wanita disana pasti akan terus memperhatikanku dan terpesona" goda Gibran dengan senyuman jailnya.


"Tidak ada yang boleh menatapmu apalagi merebutmu dariku" ucap Jasmine dengan pipi yang bersemu merah.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2