
"Permisi ada kiriman bunga" Chayra yang sibuk menyiram bunga menoleh, menatap pria yang sepertinya petugas ekspedisi itu dengan menautkan kedua alisnya. Mengendus-endus, Chayra sampai memutari tubuh petugas itu.
"Maaf nona?" tanya petugas dengan bingung.
"Kenapa bau parfum bapak seperti punya calon suami saya?" tanya Chayra dengan tatapan serius.
"Em Parfum kan banyak nona, jadi tidak hanya milik calon suami anda" sepertinya Chayra memang belum puas saat mendengar jawaban pria yang ada didepannya. Terbukti dirinya masih menatap dengan tajam dan melipat kedua tangannya.
"Saya sangat hafal, ini parfum calon suami saya. Dan suara bapak? suara bapak seperti suara calon suami saya. Marcel jangan coba menipuku yaa" teriak Chayra diakhir kalimatnya.
Petugas itupun menghela nafasnya dan tersenyum, ternyata benar jika Marcell menyamar sebagai ekspedisi bunga. "Kau sangat jeli sayang" Marcell merengkuh tubuh calon istrinya.
Chayra tidak mengatakan apapun, langsung melepaskan pelukannya dan melepas Helm dan masker yang digunakan Marcell. Benar, itu memang Marcell. Dirinya ingin memberikan kejutan pada kekasihnya.
Chayra masih diam, menatap Marcell dengan masih tidak percaya. Marcell bedkata bahwa dirinya tidak bisa menghubungi karena tuntutan tugas, tapi kini sudah ada didepannya sebagai kurir bunga.
Air matanya luruh, terharu atas perjuangan cinta seorang pdia didepannya. Marcell segera memeluk tubuh itu, memberikan kenyamanan melalui pelukannya. Chayra memeluk Marcell erat, menghirup aroma yang ia rindukan dalam-dalam.
"Hei-hei seenaknya saja kau memeluk adikku. Dia sudha punya calon suami, jangan sembarangan" buku mekayang dipunggungnya, Marcell melepaskan pelukannya dan membalikkan badannya, melihat sang pelaku.
"Marcell?" Gugup Alesha malu bukan kepayang.
"Kakk Ecaa" geram Chayra seraya menepuk jidatnya, mengutuk kecerobohan Alesha yang tiada habisnya.
"Hehe maaf, aku hanya melindungii Ara. Bukankah itu bagus Marcell?" Ucap Alesha mencari pembelaan, sedikit memundurkan tubuhnya dan berlari sekuat tenaga.
__ADS_1
"Maaf, sakit ya?" Tanya Chayra saat melihat Marcell mengelus punggungnya.
"Ini tidak ada apa-apanya, lebih sakit jika melihat air matamu menetes" Chayra memukul dada bidang Marcell, di kondisi seperti ini saja masih sempat melontarkan rayuan.
.
.
"Demi bocah inu kau rela bolak-balik Marcell?" Tanya Akvian seraya menggelengkan kepalanya
"Diamlah uncle, sana pergi" ucap Chayra.
"Kau tahu Marcell, Ara tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan siapa pasangannya nanti malam. Bahkan tangannya sampai terkena pisau karena memikirkanmu" ucap Vani ikut menambahi.
"Kalian sama saja" gerutu Chayra seraya mengerucutkan bibirnya saat mendengar ejekan para keluarganya.
"Wahh ada pasangan romantis" ucap seorang pria yang baru saja datang bersama Elard, siapa lagi kalau bukan Leo. Atas segala paksaan dan bujuk rayu Leo mampu membuat Elard menyetujui permintaannya untuk mengundangnya dalam acara ini. Mungkin dirinya tidak tahu diri, tapi biarlah agar dirinya bisa semakin dekat dengan Alesha, sang pujaan hati.
"Kak Elard, antar aku yukkkk" Suara Alesha melemah saat melihat siapa yang bersama Elard. Bahkan pria itu melambaikan tangannya dan tersenyum kearahnya.
"Kau antar gih" ucap Elard seraya menyenggol bahu Leo, memberi kesempatan oada sahabatnya.
"Tidak, tidak jadi pergi" ucap Alesha dan langsung membalikkan badan.
"Alesha, cepat beli yang bunda suruh, jangan berbicara terus" teriak sang bunda dari arah dapur. Leo tersenyum puas, sedangkan Alesha menatap sinis Leo.
__ADS_1
Chayra dan Marcell yang kebingungan memutuskan untuk diam, mereka tidak mengerti kondisi saat ini.
"Kak Elard" ucap Alesha mengiba.
"Leo cepat antar Alesha, aku kebelet" ucap Elard dan berlari.
"Dengan senang hati kakak ipar" Chayra melongo, segera terkikik saat Alesha berjalan keluar dengan menghentakkan kakinya.
"Chayra ajak Marcell istirahat dikamarmu" ucap Riko.
"Tapi dad" Chayra memastikan pendengarannya.
"Semua kamar sudah penuh Ara, apalagi nanti keluarga tante Vira juga kesini. Lagipula Daddy percaya dengan Marcell. Dia tidak akan mengecewakan daddy bukan?"
"Tentu dad" jawab Marcell tegas.
Chayra mengangguk, segera berdiri dan dikuti oleh Marcell. Sesamoainya dikamar, Chayra mematung. Baru kali ini dirinya satu kamar dengan pria yang dicintainya.
"Sayang kemarilah" Chayra mengangguk, mendekat kearah Marcell dan langsung memeluknya. Marcell merebahkan tubuh mereka diranjang, tentu saja membuat mata Chayra membelalak lebar.
"Aku tidak akan melakukan itu, percayalah oadaku" Chayra mengangguk, meletakkan kepalanya didada bidang Marcell.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
HAI, UDAHH SUBSCRIBE BELUM?
__ADS_1
UNTUK NOVEL BARU DI YOUTUBE JUDULNYA "STAY HERE PLEASE!!" YAAA😘