
"Bagaimana keadaannya dok?" Heru langsung berdiri diikuti yang lainnya dan menghampiri dokter yang baru saja keluar.
"Keadaan nya sudah membaik hanya butuh beberapa hari untuk pemulihan tulang dan bekas operasi" Dokter menjelaskan dengan tenang meskipun sedikit gugup karena yang dihadapnnya kali ini bukan orang sembarangan.
"Baik terima kasih dok" ucap Heru dengan kelegaan dihatinya.
"Kalau begitu saya permisi" Dokter langsung berlalu dan semua langsung kembali masuk kedalam ruang perawatan Alvian.
Membuka pintu dengan perlahan, Heru masuk terlebih dahulu disusul yang lainnya dibelakang. Berdiri disamping ranjang Alvian mereka mengucapkan rasa syukur karena Alvian tidak mengalami amnesia.
"Kakk" Alvian terkejut saat Andra juga ada disana.
"Dasar bodoh kau membuatku membatalkan bulan maduku bahkan aku belum menikmatinya" ucap Andra membuat semua orang tersenyum sedangkan Dinda memalingkan wajahnya karena malu.
"Aku tidak meminta kalian untuk pulang" jawab Alvian enteng dan dibalas tawa oleh semua orang karena melihat Andra yang kesal saat kalah telak oleh Alvian.
"Aku pulang karena aku mengkhawatirkanmu" jawab Andra dan mengelus rambut Alvian.
"Terima kasih" balas Alvian kemudian menatap Sandra dan Heru.
"Ma, pa" Sandra dan Heru tersenyum dan memeluk Alvian bergantian.
__ADS_1
"Dimana Imelda dan Riko ma?"
"Baby Gibran pup tapi mereka lupa tidak membawa cadangan pempers disini jadi Riko ke bawah untuk mengambilnya di mobil dan Imelda membersihkan baby Gibran di toilet" mendengar penjelasan Sandra membuat Alvian mengangguk mengerti.
"Sayang" menoleh pada Vani yang berdiri diujung ranjang, membuat Alvian memanggil Vani dengan lembut. Vani nendekat dan air mata yang tak henti menetes dipipinya. Sudah satu minggu ini dia menunggu Alvian sadar.
"Maafkan aku" lirih Vani dengan menahan isak tangisnya.
"Kemarilah" Vani menundukkan kepalanya saat Alvian memintanya mendekat.
Alvian langsung memeluk Vani meskipun tidak seerat biasanya, Vani membalasnya dengan erat dan isak tangisnya pun pecah. "Jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri ini terjadi karena aku tidak mau melihatmu tergores sedikitpun" ucapan Alvian membuat Vani semakin terisak.
"Ankee" baby Gibran yang baru saja selesai pup dari toilet yang ada diluar perawatan Alvian langsung berteriak saat melihat Vani memeluk Alvian sangat erat.
"Onty aik aik" melihat jika Alvian belum bisa banyak bergerak, baby Gibran meminta bantuan Vani untuk membantunya naik keatas ranjang Alvian.
"Sini cium onty dulu" Vani berjongkok untuk menyamai tinggi baby Gibran.
Baby Gibran membuang muka kemudian memutari ranjang dan menarik celana Heru karena Heru berdiri berseberangan dengan Vani.
"opaa aik aik" semua orang tertawa saat melihat kecerdikan baby Gibran. Dengan sigap, Heru langsung mengangkat baby Gibran dan menguspa rambut halus baby Gibran sebelum diletakkan disamping Alvian.
__ADS_1
"Apa kau merindukan uncle?" lirih Alvian pada baby Gibran yang dijawab gelengan kepala oleh baby Gibran. Alvian menautkan kedua alisnya dan menatap satu persatu orang yang ada disampingnya sedangkan yang ditatap hanya mengedikkan bahunya.
"Lalu?" karena tidak ada yang mengerti Alvian kembali bertanya pada baby Gibran.
"Auu obin agii" (mau mobil lagi) Semua orang menatap tak percaya pada baby Gibran yang terlihat biasa saja karena sudah membuat Alvian sedikit kesal. Semua orang tertawa melihat tingkah lucu baby Gibran.
"Uncle tidak mau mengajakmu kesorum lagi karena kau hanya akan membuat keributan" Alvian menatap baby Gibran yang sibuk menjalankan mobilnya dilengan Alvian.
"Adyy huaaa huaa" baby Gibran langsung menangis dengan kencang seraya memanggil Riko untuk mencari pembelaan tapi lagi-lagi semua orang tidak membelanya tapi malah menertawakannya.
"Heii jangan pura-pura ya, tidak ada air mata, mana air matamu mana?" ucapan Alvian membuat baby Gibran langsung diam dan membenamkan wajahnya diperut Alvian dan lagi-lagi semua orang dibuat geleng-geleng kepala karena ulah baby Gibran.
"Sayang biarkan uncle istirahat ayo ikut mommy" karena Alvian sudah terlalu lama mengobrol, Imelda memutuskan untuk mengambil baby Gibran agar tidak mengganggu Alvian.
"Mom no no no" baby Gibran langsung merebahkan tubuhnya disisi Alvian, karena ranjang Alvian berukuran besar jadi tidak membuat Alvian kesempitan saat baby Gibran ikut tidur disamping Alvian.
πππππ
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN FAVORIT.
VOTE tiap hari SENIN jangan lupaπ
__ADS_1
Oiya Jangan lupa Update dulu aplikasi noveltoon nya biar bisa kasih author hadian dan Vote yang banyakkππ