Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 178


__ADS_3

Kini pesawat sudah mendarat sempurna di bandara dan mereka akan pulang ke mansion utama keluarga Gunawan. Tapi tidak dengan Andra dan Dinda, mereka langsung terbang untuk honeymoon ke beberapa negara. Berjalan bergandengan tangan dengan pasangan mereka membuat rasa iri Lexa mencuat. Tatapannya tak pernah beralih dari Alvian yang merangkul pinggang Vani.


Mereka dijemput oleh tiga mobil. Tanpa rasa malu, Lexa langsung ikut masuk kedalam mobil yang akan ditumpangi oleh Alvian dan Vani.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Alvian dengan wajah datarnya.


"Al, aku juga ingin pulang" jawab Lexa dengan nada manja.


"Aku tidak menerima tumpangan jadi turun" Alvian berkata dengan tegas tanpa melepaskan tangannya dari pinggang Vani. Dengan susah payah, Vani menahan tawanya.


"Sayang aku lelah" Vani sengaja merengek pada Alvian agar Lexa cepat turun dari mobil. Sebenarnya Vani kasian, tapi melihat Lexa yang terang-terangan menggoda Alvian membuat Vani mengubur dalam-dalam perasaan kasiannya.


"Apa kau tuli?" Alvian yang geram langsung berkata dengan sedikit membentak hingga membuat Lexa ketakutan dan langsung turun. Dengan wajah kesal, Lexa memandang mobil yang ditumpangi Alvian dan Vani kian menjauh.


Sedangkan dimobil Riko baby Gibran sudah tertidur pulas karena kelelahan. Karena mereka belum makan malam, jadi mereka memutuskan untuk pergi ke restoran.


Karena mereka tidak mau mengganggu tidur baby Gibran, akhirnya hanya Riko yang turun dan membeli makanan kemudian membawanya kedalam mobil.

__ADS_1


"Ini untuk bapak" ucap Riko seraya menyodorkan satu bungkus makanan pada sopir yang menjemputnya.


"Terima kasih Tuan" jawab sang sopir sopan.


"Maaf merepotkanmu" ucap Imelda tidak enak saat Riko menyuapinya karena tangan Imelda yang menopang tubuh baby Gibran dipangkuannya.


"Tidak apa sayang." jawab Riko lembut dan memasukkan makanan kedalam mulutnya sendiri.


Meskipun makan malam didalam mobil, mereka tetap terlihat harmonis. Setelah 20 menit, akhirnya mereka selesai makan malam dan pelayan yang ditugaskan oleh Riko juga sudah mengambil piring yang kotor didalam mobil Riko. Kini mobil membelah jalanan yang agak lenggang itu.


Pagi hari, kini anggota keluarga Gunawan kembali beraktifitas seperti biasanya. Seperti biasa, baby Gibran akan ikut Riko saat Imelda praktek karena mereka tidak mungkin menitipkan pada Sandra saat Sandra sedang kurang enak badan.


"Hai Al" sapa wanita yang berdiri dibelakang Alvian dengan senyum manisnya.


Alvian menoleh, untuk sejenak pandangan mereka terkunci. Alvian langsung kembali sibuk saat tahu sang pemanggil.


"Aku sengaja kesini untuk menemuimu" ucap wanita tersebut tidak menyerah meskipun Alvian mengacuhkannya.

__ADS_1


Dengan langkah pasti, Alvian berjalan meninggalkan wanita itu yang tak lain adalah Lexa. Lexa tidak menyerah begitu saja, dia terus mengikuti Alvian sampai diruangannya hingga membuat sekretaris Alvian bertanya-tanya siapa wanita itu karena setau dia tunangan sang bos buak itu.


"Apa tujuanmu kesini" tanya Alvian yang sudah duduk dikursi kebesarannya menatap jengah pada Lexa yang sudah duduk didepannya.


Karena jam sudah mendekati jam makan siang, Alvian kembali berdiri dan akan pergi tapi Lexa terus mengikutinya. Hingga saat baru saja Keluar dari ruangan Alvian, Lexa melihat Vani berjalan dari kejauhan.


"Awww" Lexa sengaja menjatuhkan dirinya dipelukan Alvian. Alvian yang terkejut reflek memegang tubuh Lexa yang jatuh dipelukannya.


"Ka-kalian" Vani terkejut, wajahnya merah padam menahan amarah matanya bahkan sudah berkaca-kaca.


"Sayang kenapa kau disini?" tanya Alvian terkejut dan langsung mendorong tubuh Lexa.


"Oh jadi aku tidak boleh kesini dan hanya wanita itu yang boleh kesini?" tanya Vani dengan air mata yang mulai menetes.


"Sayang bukan begitu" Alvian mendekat tapi Vani semakin memundurkan dirinya.


Vani yang tidak sengaja melihat senyum sinis Lexa langsung berjalan mendekati Lexa dan..

__ADS_1


"Plakk"


__ADS_2