
"Apakah disini ada ayah dari bayi?" tanya suster.
"Saya sus" Jawab Riko kemudian langsung menghampiri bayinya.
"Tolong bapak gendong sebentar" ucap Suster.
"Baik" Riko pun dengan hati-hati mengambil alih jagoan kecilnya.
"Sus kenapa bayi nya tidak menangis?" tanya Sandra dan semua orang pun baru sadar jika sedari tadi tidak mendengar suara tangisan bayi.
oekk oekk oekk
Seperti mengenali ayahnya, ternyata sang bayi menangis saat digendongan sang ayah. Bahkan tadi diruang operasi sempat menegang karena tidak ada suara tangisan dari bayi.
"Alhamdulillah" ucap semua orang lega dan Riko pun tak kuasa menahan tangisnya.
"Lalu bagaimana keadaan istri saya din?" tanya Riko saat melihat Dinda baru saja keluar dari ruang operasi.
"Imelda baik-baik saja, setelah ini akan dipindahkan diruang rawat dan bisa dijenguk. Hanya saja Imelda belum sadarkan diri akibat pengaruh obat" jelas Dinda dan semua orang pun bernafas lega.
__ADS_1
"Din, terima kasih" ucap Andra.
"Sudah tugas saya" jawab Dinda kemudian berjalan menuju kearah Sandra dan langsung memeluknya.
"Mama gak usah nangis lagi ya, Imelda nggak papa kok" Ucap Dinda menenangkan.
"Terima kasih sayang" jawab Sandra kemudian mengecup kening Dinda.
Kini semua orang sudah berkumpul di ruang rawat Imelda begitu juga dengan orang tua Riko, Deny, dan Vira.
"Sayang" panggil Riko saat melihat Imelda membuka matanya.
"Dimana anakku? sayang katakan dia baik-baik saja kan? hiks hiks kemana anakku?" semua orang pun terkejut saat melihat Imelda yang baru sadar dan langsung menangis.
"Lihatlah anakmu sangat tampan, sepertinya Riko membuatnya dengan kerjakeras" goda Sandra dan membuat semua orang tertawa sedangkan Riko dan Imelda malu hingga wajahnya memerah.
"Anak mommy" ucap Imelda terharu saat melihat makhluk kecil yang ada didalam dekapannya.
"Namanya siapa kak?" pertanyaan Vira membuat semua orang teringat jika mereka belum memberikan nama pada makhluk kecil yang baru saja lahir ke dunia itu.
__ADS_1
"Ryuichi Gibran Shaquille" jawab Imelda dengan terus menatap wajah mungil anaknya itu.
"Gibran calon penerusku di masa depan" lirih Deny hingga membuat wajahnya langsung terkena serangan bantal sofa dari Riko.
"Aduhh apaan sih kak" gerutu Deny dan semua orang hanya menggelengkan kepalanya saat melihat dua makhluk yang sulit sekali untuk akur jika sedang bertemu.
"Dia anakku kenapa jadi mirip sepertimu? ngaco" ucap Riko kesal.
"Lihat saja wajahnya mirip denganku kak. Sama-sama tampan" jawab Deny dengan bangganya.
"Mana ada" jawab Riko semakin kesal. Baru saja Deny ingin membalas ucapan Riko, Gibran langsung menangis dengan kencang.
"Lihatlah anakku saja tidak rela jika dia dibandingkan denganmu" jawab Riko dengan sinis.
"Sudah sudahh" ucap Tomi menengahi.
"Cobalah menyusui nya nak" saran Wenda.
"Iya ma" jawab Imelda dan akan membuka baju nya tapi tangannya dicekal oleh Riko.
__ADS_1
"Emm bisakah kalian para pria menunggu diluar selagi anakku menyusu?" tanya Riko dan semua orang pun kembali dibuat tertawa akan sikap posesifnya.
Setelah para lelaki keluar, Imelda langsung membuka kancing bajunya. Awalnya sang anak masih susah untuk membuka mulut tapi lama-kelamaan Gibran sudah mahir menyusu bahkan sesekali Imelda meringis saat merasakan sedikit nyeri dibagian putingnya. Imelda bersyukur karena anaknya terlahir sehat meskipun belum waktunya.