Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 232-S2


__ADS_3

Gibran memasuki kamar presiden suit yang memang dikhususkan untuk petinggi hotel, dengan gaya khasnya Gibran langsung melepas jas yang dikenanakannya dan melempar disofa secara asal. Gibran langsung mengambil ponselnya untuk mengabari Jasmine bahwa dirinya sudah sampai.


Tanpa Gibran sangka, Jasmine langsung membalas pesannya dan melakukan panggilan video. Gibran menjadi kelimpungan, dirinya memutuskan untuk melempar ponselnya diatas ranjang dan tidak mengangkatnya. Karena dirinya belum siap jika Jasmine mengetahui penampilan aslinya. Karena saat ini dirinya tidak membawa perlengkapan misinya satupun, biarlah ponselnya itu terus berbunyi. Dirinya bisa beralasan mandi nanti.


"Hahh kenapa dia melakukan panggilan video?" Gerutu Gibran dan langsung duduk disofa seraya mengecek pekerjaannya lewat tablet yang ada ditangannya. Sesekali dirinya menoleh kearah ponselnya, dan ponselnya masih menyala sepertinya Jasmine belum menyerah untuk menghubunginya.


******


Senja mulai tenggelam kembali keperaduannya, langit yang semula berwarna jingga kini sudah berubah menjadi gelap, seperti gelapnya hati seorang gadis yang duduk didepan rumah menunggu kedatangan sahabatnya.


"Agatha lama sekalii" berkali-kali Chayra menggerutu saat Agatha tidak kunjung sampai kerumahnya. Jika dihitung perjalanan dari rumah Agatha sampai kerumahnya itu tidak sampai memakan waktu selama ini.


Terlihat mobil merah memasuki pekarangan rumahnya, Chayra langsung berdiri dan berkacak pinggang. Menanti pengendara mobil turun dan siap memakinya. Siapa lagi kalau bukan Agatha.

__ADS_1


Tanpa perasaan bersalah sedikitpun, Agatha langsung masuk kedalam rumahnya dan berkata "Ayo masuk Ra, anggap saja rumah sendiri" ucapan dan tindakan Agatha membuat Chayra melongo dan membulatkan matanya.


"Agathaaaa" teriak Chayra dan langsung menyusul Agatha yang sudah masuk terlebih dahulu tanpa kikuk karena bagaimanapun selama satu tahun ini, rumah Chayra sudah seperti rumahnya sendiri.


Sesampainya diruang tamu, Agatha tertawa terbahak-bahak saat melihat ekspresi kesal yang ditunjukkan Chayra. Bahkan Agatha sampai memegang perutnya.


"Raa aku ikut tidur dikamar kamu ya" ucap Agatha seraya mengerlingkan matanya, memasang wajah seimut mungkin untuk merayu Chayra.


"Kau tidur dikamar yang biasanya saja" jawab Chayra ketus, seringnya berkunjung dirumah Chayra dan menginap membuat Agatha sering tidur dikamar tamu yang berada dilantai atas.


"Darimana kau tahu bahwa mom dan dad tidak ada?" Selidik Chayra seraya menatap Agatha dengan penuh rasa curiga.


Bukan curiga, hanya sedikit rasa penasaran

__ADS_1


"A-aku hanya menebak karena sedari tadi aku tidak melihat mereka. Dan bukankah tadi kau juga mengatakan bahwa rumahmu sepi" Agatha membuang muka agar Chayra tidak melihat wajah gugupnya.


Meskipun sedikit percaya, Chayra memilih untuk mengiyakan saja dari pada berdebat dengan Agatha yang tidak akan ada habisnya.


"Raa aku lapar" rengek Agatha saat mereka sudah didalam kamar. Chayra menatap Agatha jengah, pikiran sahabatnya memang tidak jauh-jauh dari makanan.


"Ayo turun" ajak Chayra dan dibalas anggukan antusias oleh Agatha.


Kembali kekamar dengan berbagai camilan, membuat mereka tertawa bersama karena pikiran mereka berdua memang tidak jauh berbeda. Chayra tertawa geli sendiri saat tadi dirinya menyebut Agatha tidak bisa jauh dari makanan dan kini dirinya malah ikut ketularan.


Mereka memutuskan untuk menonton film terlebih dahulu saat dirasa mata mereka belum mau terpejam. Ditengah film, tiba-tiba ponsel Agatha berdering, tertera nama Dareen yang menghubunginya. Dengan cepat Agatha mengangkat panggilan video dari Dareen dan merebahkan tubuhnya senyaman mungkin, karena jika Dareen sudah menghubunginya dengan panggilan video itu artinya ini sudah jamnya tidur.


Chayra tetap fokus pada film yang ada didepannya meskipun pikirannya entah kemana. Melihat Dareen yang begitu perhatian pada Agatha membuat dirinya merindukan Marcell. Diraihnya ponsel yang tergeletak, berharap Marcell menghubunginya tapi hasilnya nihil. Tidak ada notifikasi apapun dari pria itu. Tanpa sadar Chayra menitikkan air matanya.

__ADS_1


"Apa kau tidak rindu padaku?" Gumam Chayra seraya menatap walpaper ponselnya yang menggunakan foto dirinya dan juga Marcell satu tahun lalu.


__ADS_2