
"Siapa dia ?" Tanya Riko seraya menautkan kedua alisnya.
"Perkenalkan nama saya Bimo Ferdinand. Saya seorang psikiater dari negara A" jawab Bimo dengan wajah datarnya. Riko pun menganggukkan kepalanya isyarat mengerti.
"Silahkan duduk pak Bimo" ucap Tomi.
"Terima kasih" jawab Bimo dan langsung duduk di kursi tepat di depan Tomi.
"Cle ngapain kau berdiri disitu?" Tanya Riko seraya menatap tajam Cleo.
"Emm maaf. Saya permisi dulu tuan nyonya" pamit Cleo sambil tersenyum kikuk.
"Duduk dulu nak" ucap Tomi ramah.
"Terima kasih tawaran anda tuan, tapi saya masih ada pekerjaan di kantor" jawab Cleo seraya menyalami tangan kedua orang tua Riko.
Setelah berpamitan Cleo langsung keluar dari ruang rawat Vira. Tapi ditengah-tengah obrolan, mereka mendengar suara tangisan yang tak lain berasal dari Vira.
"Hiks hiks tolong Vira" ucap Vira dengan tubuh penuh dengan keringat. Sangat terlihat jika dia sedang ketakutan.
__ADS_1
Semua orang pun langsung mendekat ke ranjang Vira. Dian dan Imelda langsung memeluk Vira.
"Tante mereka sudah mengambil mahkota Vira tante hiks hiks. Vira kotor hiks hiks" ucap Vira sesenggukan.
"Kakkk tolong Vira, Vira takut kak, Vira takut hamil hiks hiks" ucap Vira seraya menggoncang tubuh Imelda.
"Tenang lah sayang, mereka tidak menyentuhmu. Percaya pada tante ya sayang" ucap Dian menenangkan Vira.
"Iya Vir. Sekarang kita kan melindungi kamu. Kamu tidak hamil, mereka tidak menyentuhmu" ucap Imelda seraya mengelus rambut Vira.
Vira pun menatap setiap orang yang ada diruangan tersebut. Vira langsung histeris saat melihat ada laki-laki diruangan itu.
"Ini kakak dek." Ucap Deny seraya berjalan menghampiri Vira.
"Tidakk pergii hiks hiks kumohon pergii" ucap Vira seraya menyuruh Deny menjauh dengan isyarat tangannya.
Deny langsung memeluk Vira meskipun Vira terus saja memukul tubuhnya untuk meminta dilepaskan.
"Maaf tuan, sebaiknya anda melepaskan pelukan anda terlebih dahulu karena itu bisa saja membuat keadaan nya semakin tidak terkontrol" ucap Bimo dengan wajah datarnya.
__ADS_1
"Hei bagaimana bisa aku membiarkan adikku seperti ini" bentak Deny pada Bimo dan kembali membuat Vira ketakutan.
"Hiks hiks tolong Viraa" ucap Vira seraya memejamkan matanya.
"Deny ikuti saran dia" ucap Riko dan akhirnya Deny pun menurut.
Deny langsung keluar diikuti oleh Riko. Bimo pun meminta waktu untuk mencoba menenangkan Vira.
"Buka matamu" ucap Bimo pada Vira dan Vira pun memberanikan diri untuk membuka matanya. Saat Vira akan histeris kembali, Bimo sudah meletakkan jari telunjuknya di bibir Vira.
"Tenanglah, aku tidak akan menyakitimu, aku hanya ingin membantumu sembuh, apa kau tidak lihat mereka? Mereka sangat sedih saat melihat keadaanmu yang seperti ini" ucap Bimo seraya menunjuk Dian dan Tomi yang sedang duduk di sofa karena Bimo yang memintanya sedangkan Imelda menyusul Riko keluar.
"Siapa nama mu?" Tanya Bimo sedangkan Vira pun terus menangis tanpa menjawab ucapan Bimo.
"Apa kau ingat siapa yang kau pukul tadi?" Tanya Bimo dan Vira pun menggelengkan kepalanya.
Bimo pun menghela nafasnya saat melihat Vira yang masih ketakutan saat Bimo mengajaknya bucara.
"Jangan takut. Percaya padaku bahwa aku tidak akan menyakitimu" ucap Bimo seraya mengelus rambut Vira.
__ADS_1