Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 152


__ADS_3

"Apa ada masalah lain?" tanya Riko


"Dia menjadi pendiam sejak kematian mamanya dan papanya berubah hingga akhirnya dia bertemu dengan tentara itu tapi harus menerima kenyataan pahit lagi jika sang kekasih meninggalkan nya untuk selama-lamanya. Dia sangat terpukul waktu itu, dia merasa sandaran dia sudah hilang dan menjadikannya pendiam seperti itu" jawab Imelda dan Riko hanya mengangguk.


"Apa kau sudah lama mengenalnya sayang?" tanya Riko seraya menatap Imelda sekilas kemudian kembali fokus pada jalanan yang ada didepannya.


"Belum. Aku mengenalnya saat aku bekerja di rumah sakit. Aku saja tau cerita nya itu baru seminggu yang lalu. Semenjak dia tinggal dirumah kemarin, dia seperti mendapat dunianya kembali. Dia juga mulai terbuka" jawab Imelda yang dijawab anggukan oleh Riko.


Tidak terasa kini sudah sampai dirumah. Riko dan Imelda langsung turun dan membersihkan diri mereka terlebih dahulu sebelum menyapa jagoan kecil mereka.


"Dimana Gibran bi?" tanya Imelda pada pelayan yang membukakan pintu saat tidak mendapati sang anak diruang keluarga.


"Tuan kecil langsung tidur setelah mandi nona" jawab sang pelayan sopan.


"Baik terima kasih bi" jawab Imelda dan langsung masuk kedalam dan menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


"Sayang bangun, aku sudah menyiapkan bajumu. Mandi lah aku akan melihat baby Gibran sebentar" ucap Imelda pada Riko yang tengah berbaring.

__ADS_1


"Sayang" panggil Riko dengan suara lelahnya. Akhir-akhir ini pekerjaannya sangat banyak hingga membuat nya sering kelelahan.


"Iya" jawab Imelda dan langsung duduk disamping Riko kemudian mengelus rambut Riko dengan penuh kasih sayang.


"Beri aku kekuatan" ucap Riko seraya menunjuk bibirnya.


Imelda hanya menggelengkan kepalanya kemudian mencium bibir Riko sekilas tapi Riko menahan tengkuknya dan lama-kelamaan menjadi ciuman panas bahkan tubuh Imelda sudah dikunci oleh Riko tapi tindakan mereka terhenti saat mendengar suara baby Gibran menangis dari arah luar.


Mereka berdua saling pandang kemudian tertawa bersama. Mereka sadar jika memiliki baby Gibran akan membuat waktu mereka untuk berduaan berkurang tapi mereka sangat bersyukur karena dengan kehadiran baby Gibran menambah kelengkapan di keluarga kecil mereka.


"Anak mommy" panggil Imelda saat melihat baby Gibran sedang ditenangkan oleh Sandra.


"Sepertinya dia haus sayang" ucap Sandra pada Imelda


"Iya ma, Melda akan menyusui nya dulu" pamit Imelda pada Sandra yang diangguki oleh Sandra.


Setelah Imelda membawa baby Gibran kekamar, Sandra memutuskan kedapur untuk menyiapkan makan malam.

__ADS_1


"Assalamualaikum mamaku yang cantik jelita yang cantiknya tak pernah terkikis oleh masa" ucap Alvian yang baru saja datang kemudian mengecup pipi Sandra.


"Waalaikumsalam, cepat mandi. Masih bau sudah berani mencium mama" goda Sandra disertai gelengan kepala.


"Dimana Gibran ma?" tanya Alvian.


"Tadi dia haus jadi mommy nya sedang menyusui nya. Mungkin sekarang lagi tidud" jawab Sandra yang diangguki oleh Alvian.


"Papa belum pulang ma?" tanya Alvian.


"Sudah" jawab Sandra dan Alvian hanya ber o ria saja.


Semenjak kehadiran baby Gibran, Alvian dan Andra lebih sering pulang kerumah daripada ke apartement mereka. Karena mengganggu baby Gibran yang sedang terlelap menjadi hiburan tersendiri bagi mereka. Setelah bertanya dimana baby Gibran, Alvian langsung pergi menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan istirahat sebentar agar tubuhnya lebih segar.


Sementara dikamar Andra,


Andra yang baru saja bangun dari tidurnya dan baru selesai dengan ritual mandinya pun langsung mengangkat telepon saat melihat sang anak buah yang diberi tugas untuk menyelidiki Rista Hernanto sudah menghubunginya.

__ADS_1


"Halo, bagaimana hasilnya?" tanya Andra saat sudah mengangkat teleponnya.


__ADS_2