
Kini mobil mewah Riko sudah sampai di rumah sakit tempat Imelda bekerja.
Saat Cleo akan turun membukakan pintu untuk Imelda, Riko langsung mencegahnya.
"Biar aku saja" Cegah Riko dan langsung turun dari mobil.
"Silahkan tuan putri" Ucap Riko lembut dengan senyuman manisnya.
Imelda pun tersipu malu saat mendapat perlakuan manis seperti itu. Meskipun ini bukan pertama kalinya pria itu melontarkan ucapan manis, tapi Imelda masih tetap saja malu.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dengan tatapan benci.
"Aku akan memberikanmu sebuah pelajaran wanita miskin" Gumam wanita tersebut pelan lalu meninggalkan rumah sakit.
"Terima kasih" Ucap Imelda
"Sama-sama sayang" Jawab Riko
"Aku akan masuk" Pamit Imelda dan akan berjalan tapi langkahnya terhenti saat tangannya dicekal oleh Riko.
"Aku akan mengantarmu kedalam" Ucap Riko
"Tidak perlu. Nanti kau bisa terlambat" Tolak Imelda
__ADS_1
"Apakah kau yakin sayang?" Tanya Riko
"Hemm" Jawab Imelda singkat.
"Yasudah aku pergi dulu" Pamit Riko seraya mengecup pipi kanan Imelda hingga membuat Imelda membelalakkan matanya lalu menatap tajam kearah Riko.
"Apakah kau berubah pikiran sayang?" Gurau Riko dengan senyum tampannya.
"Tidak. Kau cepat pergi atau.." Saat Imelda belum menyelesaikan ucapannya, sudah dipotong oleh Riko.
"Iya iya sayang aku akan pergi" Ucap Riko dan langsung masuk mobil.
Imelda menunggu mobil Riko sampai tak terlihat. Baru 5 meter mobil Riko berjalan, mobil kembali berhenti.
Cleo yang mendengar ucapan bosnya pun menggeleng sambil berkata "Bos sudah sedikit tidak waras" Cleo berkata sangat pelan tapi tetap didengar oleh Riko. Riko hanya menanggapi nya dengan mengangkat bahunya acuh.
Sedangkan Imelda menutup wajahnya dengan telapak tangan karena malu. Saat membuka mata, Imelda sudah tidak melihat mobil Riko.
Imelda menghembuskan nafas kasar sambil menggelengkan kepalanya. Saat baru berjalan beberapa langkah, Imelda terhenti saat mendengar namanya dipanggil.
"Dokter Melda" Panggil seseorang tersebut yang tak lain adalah Dokter Daffa
Imelda pun menoleh dan tersenyum.
__ADS_1
"Ada apa Dok?" Tanya Imelda saat Dokter Daffa sudah didepannya.
"Tidak ada. Sudah lama kita tidak bertemu" Ucap Dokter Daffa basa-basi.
"Iya" Jawab Imelda singkat tapi tetap tersenyum ramah.
"Apa tadi yang mengantar anda adalah Tuan Riko?" Tanya Dokter Daffa yang dibalas anggukan oleh Imelda.
"Sebaiknya anda menjauhi nya. Mungkin dia bukan pria baik-baik. Dia bahkan rela mempermalukan mantan kekasihnya dikantornya. Apa pantas jika dia disebut pria baik-baik?" Sambung Dokter Daffa.
Imelda menyipitkan matanya saat mendengar ucapan Dokter Daffa. Meskipun dia penasaran, tapi dia memutuskan untuk menanyakan langsung pada Riko nanti. Imelda heran kenapa tiba-tiba Dokter Daffa membicarakan Riko.
"Apa maksut anda berbicara seperti itu dok?" Tanya Inelda heran
"Saya hanya tidak ingin anda bersama dengan orang yang salah" Ucap Dokter daffa.
Imelda tidak menjawab ucapan Dokter Daffa. Dokter Daffa terus menjelekkan Riko hingga membuat Imelda yang sedari tadi hanya menjadi pendengar pun mulai kesal.
"Dia bahkan..." Belum sampai Dokter Daffa menyelesaikan ocehan yang menurut Imelda hanya membuang waktu itu pun langsung dipotong oleh Imelda.
"Sebaiknya anda tidak mengurusi urusan saya dok. Lagi pula menurut saya Riko adalah orang yang baik tidak seperti yang anda bicarakan tadi. Dan kenapa anda seolah ingin memisahkan saya dengan Riko?" Tanya Imelda menyelidik.
"Karena saya mencintai anda" Jawab Dokter Daffa
__ADS_1
"Maafkan saya karena tidak bisa membalas perasaan anda. Tapi apakah itu definisi mencintai dok? Bukankah mencintai yang seharusnya adalah tidak memaksakan kehendak? Mencintai yang tulus adalah merelakan orang yang dicintainya hidup bahagia. Bukankah begitu? Apa mungkin Dokter punya alasan lain?" Tanya Imelda curiga. Bagaimanapun, beberapa hari yang lalu Dokter daffa tidak mempermasalahkan hubungannya dengan Riko tapi kenapa sekarang malah menjelek-jelekkan Riko? Itu yang menjadi tanda tanya besar diotak Imelda.