
Riko langsung menarik tangan Imelda dan membawanya kekamar. Imelda sudah tahu apa yang diinginkan suaminya, apa lagi kalo bukan jatah batin. Sesampainya didalam kamar, Riko langsung mengunci pintu, dan langsung menerjang Imelda. Meskipun usia mereka tidak lagi muda, tapi cinta mereka selalu bertambah bahkan mereka masih sering melakukan kegiatan yang menyalurkan seberapa besar cinta mereka.
Setelah membersihkan diri, Chayra mengecek ponselnya kembali. "Kenapa Marcell belum juga menghubungiku? Apa aku harus menghubunginya terlebih dahulu? Ahh tidak tidak" Chayra melempar ponselnya diatas ranjang dan mengeringkan rambutnya.
"Eh sebentar, di kampus kan tidak banyak yang mengenalku sebagai putri daddy tapi kenapa Marcell bisa tahu? Apa lagi Marcell juga tahu alamat rumahku tanpa bertanya apapun padaku. Apa benar Marcell salah satu undangan daddy pada saat pesta satu tahun lalu?" Chayra hanyut dalam pemikirannya, hingga tidak sadar jika ponselnya terus berdering.
Chayra yang baru saja selesai mengeringkan rambutnya, langsung mengambil ponselnya. Dirinya terkejut saat melihat 7 panggilan tak terjawab dari sang kakak.
"Hallo kak" sapa Chayra tanpa dosa saat sudah berhasil menghubungi Gibran kembali.
"Dari mana saja kau?" Tanya Gibran dengan intonasi sinis.
"Hehe maaf kak, tadi Chayra mandi" Chayra memutuskan untuk berbohong daripada mendapat amarah dari Gibran.
"Kenapa kakak masih menggunakan kostum itu?" Tanya Chayra saat melihat penampilan Gibran dari layar ponsel.
"Huh, tadi ada wanita yang menolong kakak waktu ban motor kakak kempes, dan wanita itu meminta anak buahnya untuk mengurus motor kakak dan mengantar kemari, jika kakak melpas semua ini, nanti anak buah wanita itu curiga dengan kakak" penjelasan Gibran membuat Chayra tersenyum.
__ADS_1
"Apa kakak mulai tertarik pada wanita?" Goda Chayra seraya menaik turunkan kedua alisnya.
"Jaga ucapanmu" ucap Gibran tegas.
"Apa kakak sudah berkenalan dengannya?" Tanya Chayra penasaran.
"Namanya Jasmine" jawab Gibran dengan senyum diwajahnya, dan Chayra tahu jika kakaknya sudah mulai tertarik pada wanita.
Tok tok tok
Chayra mendengus dan melempar ponselnya begitu saja. 5 menit berlalu, ponsel Chayra berdering. Chayra yang kesal memilih untuk mengabaikan dering ponselnya karena dirinya mengira jika Gibran yang menghubungi.
Setelah ponsel berhenti berdering, Chayra mengambil ponselnya dan betapa terkejutnya dirinya saat melihat nama Marcell yang tertera disana. Chayra langsung membuka aplikasi Chatnya dan mengirim pesan pada Marcell agar tidak salah paham padanya.
"Maaf aku baru mengecek ponselku" ketik Chayra dan langsung dikirim pada Marcell. Tanpa Chayra tahu, Marcell yang semula sedih saat Chayra tidak mengangkat teleponnya langsung kembali cerah. Bahkan Marcell sampai tersenyum sendiri didalam kamarnya.
"Kenapa kau kelihatan begitu bahagia sayang?" Marcell mendongak saat mendengar suara ibunya yang mendekat kearahnya.
__ADS_1
"Lihatlah bu" Marcell menunjukkan foto Chayra yang diambil Marcell secara diam-diam melalui sosial media milik Chayra.
"Apa itu gadis yang sering kau ceritakan?"
"Iya bu, sekarang dia satu kelas denganku, bahkan aku sudah mendapatkan nomor ponselnya" Ibu Marcell tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Apa kau benar-benar jatuh cinta padanya?" tanya Ibu Marcell.
"Marcell tidak tahu bu" jawab Marcell menunduk lesu.
Ibu Marcell tersenyum dan mengelus punggung anak satu-satunya itu "Jika memang kau benar-benar mencintainya, ibu akan mendukungmu. Tapi kau juga harus ingat, mereka bukan orang sembarangan. Raihlah mimpimu terlebih dahulu agar mereka tidak memandang rendah dirimu nanti, jaga dia, sayangi dia sama seperti kau menjaga dan menyayangi ibu" Mendengar nasehat dari sang ibu, Marcell mengangguk dan langsung membalas pesan Chayra.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
AUTHOR BAKAL SERING UP BANYAK KALO KALIAN NGGAK PELIT LIKE, KOMEN, DAN BERI AUTHOR HADIAH. JANGAN CUMA LIKE & KOMEN DI EPISODE TERAKHIR SETIAP AUTHOR UP✖ TAPI KOMEN DI SETIAP EPISODE YANG AUTHOR UP✔🥰
OKE SEKIAN DARI OUTHOR. JANGAN LUPA PESAN AUTHOR YAAA😘😘
__ADS_1