
Setelah berpamitan, Riko dan Imelda langsung keluar dan kini mereka sudah duduk didalam mobil. Riko sengaja menyetir sendiri karena akan lebih memudahkan mereka saat pergi me-eksekusi Caryn. Selama perjalanan, Riko terus mengenggam tangan Imelda.
"Emm sayang besok aku kembali bekerja ya" ucap Imeda mengawali pembicaraan.
Riko pun menatap Imelda sekilas kemudian kembali menoleh lurus kedepan.
"Bisakah kau berhenti bekerja? Aku masih sanggup menafkahimu" ucap Riko.
"Bukan seperti itu sayang. Hanya saja akan sia-sia pengorbananku selama 4 tahun mengemban ilmu bahkan banyak orang yang menginginkan di posisi sepertiku tapi mereka tidak bisa memenuhinya. Lagi pula itu juga bukan pekerjaan berat kan?" Bujuk Imelda seraya mengelus lengan Riko hingga membuat Riko akhirnya luluh dan menyetujui keinginan Imelda.
"Baiklah. Tapi jika nanti kau sudah hamil kau harus mengurangi jam kerjamu atau bahkan tidak usah bekerja sama sekali" ucap Riko dan Imelda pun terpaksa mengangguk daripada harus tidak bekerja sama sekali.
Tidak terasa kini mereka sudah sampai di perusahaan milik keluarga Yunanda. Sebelum turun, Riko melepaskan seatbelt milik Imelda hingga membuat Imelda bersemu merah meskipun ini bukan pertama kalinya.
__ADS_1
"Terima kasih" jawab Imelda dan langsung dapat kecupan bibir dari Riko.
Riko pun tersenyum puas karena berhasil menggoda sang istri. Riko langsung keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk sang istri.
"Mari turun tuan putri" ucap Riko seraya mengulurkan tangan kanannya.
Lagi-lagi Imelda dibuat malu karena tingkah Riko. Kini mereka mulai berjalan menyusuri halaman perusahaan. Langkah mereka tak luput dari pandangan setiap orang. Semua orang pun menundukkan kepalanya dan Imelda pun membalas para sapaan mereka.
Saat mereka baru saja menginjakkan kaki di loby, langkah mereka terhenti saat tiba-tiba ada karyawati yang jatuh tepat disamping kaki Riko dan memegang kaki Riko.
Riko pun mendecih dan langsung menghempaskan tangan wanita tersebut dari kakinya hingga wanita tersebut jatuh tersungkur. Imelda pun menatap Riko dan Riko yang merasa ditatap pun langsung mengecup bibir Imelda sekilas hingga membuat semua karyawan dan karyawati yang berada disekitarnya pun terkejut termasuk juga Imelda yang membelalakkan matanya sedangkan wanita dibawah kaki Riko pun semakin kesal.
"Emm pak tolong saya" ucap wanita tersebut manja dengan tidak tahu malunya. Bahkan banyak pegawai yang tidak sengaja mendengar pun menjadi jijik dengan wanita yang bernama Niken, seorang karyawan baru di bagian resepsionist. Pengganti karyawan lama karena karyawan lama mengundurkan diri karena akan menikah.
__ADS_1
Sangat disayangkan bukan?, seorang karyawan baru sudah membuat ulah dengan sang bos. Hanya orang yang bernyawa ganda yang berani seperti itu.
"Ada apa ini bos?" Tanya Cleo yang baru saja keluar dari lift.
"Urus wanita menjijikkan itu." Ucap Riko dan langsung menarik Imelda untuk masuk kedalam lift.
Cleo pun langsung menyuruh wanita tersebut kembali ke pekerjaannya. Meskipun sudah dipastikan bosnya akan memecat wanita itu tapi Cleo tidak bisa memutuskan sepihak sebelum ada utusan dari sang bos terlebih lagi belum ada pengganti wanita tersebut.
"Sepertinya aku belum pernah melihat wanita itu sayang" ucap Imelda saat sudah sampai diruang kerja Riko.
"Sepertinya wanita itu resepsionist baru sayang" jawab Riko.
"Memangnya dimana resepsionist lama?" Tanya Imelda penasaran.
__ADS_1
"Dia sudah resigne sayang. Karena dia akan menikah dan suami nya melarang dia untuk bekerja. Dan dia menuruti suaminya dan mengorbankan pekerjaannya." Ucap Riko mengandung sedikit sindiran untuk istrinya itu.