Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 184


__ADS_3

Berjalan menyusuri lorong, sepulang praktek Vani bergantian menjaga Alvian selama Samdra dan Heru pulang untuk membersihkan diri. Sudah satu minggu ini keluarga Gunawan bergantian menjaga Alvian yang masih belum juga membuka matanya.


Karena hari ini adalah hari minggu, semua keluarga Gunawan berkumpul diruang perawatan Alvian karena libur bekerja. Setiap baby Gibran menjenguk Alvian, baby Gibran selalu meminta untuk duduk diranjang samping Alvian, tentu saja diperbolehkan karena itu bisa membantu Alvian agar cepat sadar.


"Ankee angunnn ain obill" (Uncle bangun main mobil) celoteh baby Gibran seraya menunjukkan miniatur mobil yang diberikan Alvian saat disorum.


Baby Gibran terus berceloteh hingga membuat semua orang sesekali tertawa.


Saat sedang mengobrol, mereka dikejutkan oleh suara ketukan pintu dan ternyata Vira dan Deny yang datang dengan parsel buah ditangan Vira.


"Selamat pagi" sapa Vira dan Deny bersamaan.

__ADS_1


Menoleh, baby Gibran langsung membuang muka dan kembali asik dengan mainan ditangannya saat melihat dua musuhnya datang. Baby Gibran langsung menyembunyikan wajahnya pada perut Alvian saat melihat Vira mendekat kearahnya.


"Halo ganteng" sapa Vira tapi baby Gibran tetap acuh dan tidak menoleh sedikitpun.


"Gibran, ayo sapa onty" mendengar panggilan Imelda membuat baby Gibran mendongakkan kepalanya dan menatap Vira dan Deny bergantian kemudian menunjukkan senyum manisnya.


"Uuu onty gemess" baru saja Vira ingin meraih pipi gembul baby Gibran, baby Gibran langsung menggeleng cepat dan membenamkan wajahnya diperut Alvian.


Tawa semua orang terdengar saat baby Gibran sangat takut jika pipinya ditarik oleh Vira.


"Aa ankee aaa" melihat Alvian yang membuka matanya, membuat baby Gibran tertawa girang dan menepuk pelan pipi Alvian dan Alvian pun tersenyum meskipun wajahnya sangat pucat. Alvian memegang punggung baby Gibran dan melindunginya agar tidak jatuh. Awalnya baby Gibran dipegang oleh Imelda tapi karena Imelda sedang ketoilet, Imelda meninggalkan baby Gibran dan diawasi oleh anggota keluarga yang lain. Vani yang semula mengobrol dengan anggota keluarga lain langsung menatap tangan Alvian yang bergerak bahkan menopang tubuh baby Gibran.

__ADS_1


"Ankee obin" baby Gibran terus tertawa seraya memperlihatkan mobilnya yang dijalankan diperut Alvian dan membuat Alvian lagi-lagi tersenyum.


Sedangkan Vani yang merasa aneh langsung berdiri dan melihat Alvian. Air matanya menetes, menutup mulut dengan kedua tangannya sejenak lalu langsung memeluk Alvian dengan sangat erat hingga semua orang langsung ikut berdiri dan mereka semua menitikkan air mata haru.


"Nakk kau sudah sadar?" pertanyaan Sandra membuat Vani melepaskan pelukannya dan menatap wajah pucat Alvian.


Alvian menatap satu persatu orang yang ada didekatnya, Alvian tersenyum saat melihat semua orang berkumpul menunggunya sadar. Imelda langsung memencet tombol untuk memanggil dokter dan tidak lama dokter masuk kedalam ruang perawatan Alvian. Karena hari ini bukan jadwal prakteknya, Imelda tidak berhak memeriksa Alvian karena sudah ada dokter khusus yang ditugaskan untuk mengontrol Alvian.


"Tolong tunggu diluar" semua orang langsung keluar, baby Gibran yang menangis langsung ditenangkan oleh Riko. Semua menunggu dengan cemas dan tak henti-hentinya mereka berdoa.


"Nanti kita lihat uncle lagi ya, uncle lagi diperiksa sama dokter" ucap Riko dengan tenang dan baby Gibran langsung diam juga mengangguk. Cukup lama menunggu dokter memeriksa.

__ADS_1


"Mom" sepertinya baby Gibran haus, baby Gibran merentangkan tangannya meminta Imelda menggendongnya.


"Bagaimana keadaannya dok?" Heru langsung berdiri diikuti yang lainnya dan menghampiri dokter yang baru saja keluar.


__ADS_2