Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 190


__ADS_3

Matahari mulai menampakkan sinarnya, hari senin menjadi hari dimana semua orang kembali bekerja setelah menikmati akhir pekannya kemarin. Lalu lintas terlihat padat dipenuhi para manusia yang akan beradu dengan pekerjaan mereka untuk memenuhi kebutuhannya.


Bersikeras untuk pulang, Alvian berhasil meluluhkan hati Sandra dan Heru agar mengurus kepulangannya. Duduk dikursi roda dengan didorong oleh Vani untuk keluar rumah sakit, Alvian bisa merasakan terpaan udara diluar ruang perawatannya yang sudah hampir satu bulan dihuninya itu.


Hanya Heru dan Sandra yang menjemputnya karena semua saudara nya sedang bekerja begitu juga dengan Vani yang harus bekerja. Imelda yang hari ini mendapat undangan sebagai pembicara seminar disalah satu universitas kedokteran tidak bisa mengantar Alvian meskipun hanya sampai lobby rumahsakit.


"Maaf aku tidak bisa mengantarmu" Vani berucap sendu.


"Tidak apa sayang, lagipula sudah ada papa dan mama. Nanti kau bisa kesana setelah pekerjaanmu selesai" Jawab Alvian dengan lembut dan mengelus tangan Vani yang berada dipundaknya. Setelah berpamitan dengan Vani, Heru mengambil alih Alvian dari dorongan Vani karena Vani sudah mendapat panggilan dari salah satu perawat. Masuk kemobil dengan dibantu oleh Heru dan Pak Udin, Alvian duduk dikursi belakang berdampingan dengan Sandra sedangkan Heru duduk dikursi depan disamping pak Udin yang mengemudikan mobilnya.


"Pa, bisakah kita mampir kesorum terlebih dahulu?" ucap Alvian memecah keheningan didalam mobil.


"Untuk apa nak?" tanya Sandra seraya menatap Alvian heran.


"Untuk memenuhi janjiku pada Gibran ma, Alvian akan mengambil miniatur mobil diruangan kerja Alvian" mendengar jawaban Alvian, Heru tersenyum dan meminta pak Udin untuk menuju sorum terlebih dahulu.

__ADS_1


"Pak Udin kita kesorum dulu" ucapan Heru membuat Alvian tersenyum kemudian mengambil ponselnya.


"Baik tuan" jawab pak Udin patuh.


"Kenapa kau tidak mengajak baby Gibran langsung sayang?" tanya Sandra.


"Tidak ma, bocah itu hanya akan membuat keributan di sorum" Alvian mengingat kembali momen pertama dirinya mengajak baby Gibran dan alhasil sorumnya menjadi heboh dan berubah menjadi pothosoot.


Sedangkan diperusahaan Yunanda, baby Gibran terlihat sibuk dengan video yang diputar dari ponsel Riko. Sesekali bocah tampan berusia belum genap dua tahun itu ikut menirukan nyanyian yang tengah dilihatnya.


Tok tok tok


"Ini berkas yang anda minta pak" ucapan Selly hanya dibalas anggukan oleh Riko yang masih sibuk dengn bolpoin ditangannya.


Baru saja Selly akan membuka pintu dan keluar dari ruangan Riko, langkahnya terhenti saat baby Gibran memanggilnya.

__ADS_1


"Elly, atu auu inum" (Selly, aku mau minum) ucapan baby Gibran berhasil.membuat Selly dan Riko melongo. Bak CEO, baby Gibran menyuruh Selly tanpa menggunakan embel-embel aunty atau kakak. Bahkan baby Gibran hanya menoleh sejenak pada Selly kemudian kembali fokus pada video didepannya. Terlalu sering mendengar Riko memanggil Selly tanpa embel-embel, membuat bayi tampan itu mengikuti.


"Pakk" Selly menoleh pada Riko yang sedang menahan tawanya.


"Ambilkan air putih saja" Riko mencoba untuk tetap cool meskipun didalam hatinya dirinya sangat gemas dengan kelakuan sang putra.


"No ady, atu au cucu ama ogut. Elly" (No daddy. aku mau susu dan yogurt. Selly) dengan tatapan memohon, baby Gibran menatap Selly yang masih melongo.


"Cepat carikan apa yang dia minta" titah Riko dan langsung diangguki oleh Selly.


Selly menutup pintu, sesampainya diluar Selly menggerutu "Masih kecil saja sudah mengerjaiku bagaimana nanti jika dia sudah menjadi CEO menggantikan Pak Riko, aku tidak bisa membayangkannya" gerutu Selly dan berjalan menuju lantai bawah untuk mencari apa yang diminta oleh baby Gibran.


Baru saja lift terbuka, Selly baru ingat jika dirinya lupa menanyakan susu apa yang diminta oleh baby Gibran dan dirinya berpikir keras apa itu ogut yang disebutkan baby Gibran tadi.


Kembali berjalan dengan langkah gontai, Selly mengetuk pintu ruangan Riko sebelum masuk. Riko yang sedari tadi cekikikan pun langsung menghentikan tawanya dan bersikap cool kemudian meminta sang oengetuk masuk.

__ADS_1


"Maaf pak, saya lupa menanyakan apa rasa susu yang diminta baby Gibran" Selly berkata tanpa memasukkan badannya hanya kepalanya yang mengintip diambang pintu.


"Belikan susu Coklat dan yogurt blueberry" Mendengar jawaban Riko, Selky mengangguk dan berpamitan kemudian menutup pintu kembali. Dirinya kini sudah paham jika ogut yang dimaksut baby Gibran adalah Yogurt.


__ADS_2