Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 72


__ADS_3

"Lalu?" Tanya Imelda dan Riko serempak.


"Alvian" Jawab Andra


"Bagaimana kak Alvian bisa tahu?" Tanya Imelda


"Waktu itu kakak sedang jalan-jalan dengan Nesya ditaman dan itu bertepatan dengan Alvian yang jalan bersama ceweknya jadi kakak tidak sengaja bertemu dengannya. Dari situlah Alvian selalu memojokkan kakak untuk cerita siapa sebenarnya gadis itu. Dengan terpaksa kakak pun menceritakannya dengan syarat dia tidak boleh menceritakan kepada siapapun karena kakak tidak mau Nesya sedih" Jelas Andra


"Apakah Nesya adalah nama kekasih kakak yang ada didalam?" Tanya Imelda kebingungan karena sedari tadi Andra tidak menyebutkan nama kekasihnya. Andra hanya menjawab pertanyaan Imelda dengan menganggukkan kepalanya.


"Lalu kakak tadi bilang bertemu kak Alvian dengan ceweknya? Apakah kak Alvian juga mempunyai kekasih?" Tanya Imelda menyelidik


"Bukan. Dia selalu membawa wanita untuk diajak jalan tapi tidak untuk dijadikan kekasihnya" Jelas Andra


"Sebaiknya kak Andra istirahat agar keadaanmu tidak lemah" Ucap Riko


"Tidak. Aku ingin menemui Nesya dulu" Ucap Riko dan langsung berdiri dari duduknya. Tapi baru saja akan berjalan, Andra sudah hampir jatuh karrna memang tubuhnya benar-benar lemas. Untungnya, Riko dengan sigap menangkapnya.

__ADS_1


"Lihatlah kakak selalu keras kepala" Gerutu Imelda


"Kakak hanya ingin menemui Nesya" Ucap Andra yang sudah duduk dikursi ruang tunggu dengan dibantu oleh Riko.


"Nesya belum bisa dijenguk kak. Nanti akan dipindahkan keruang rawat dan kakak baru bisa menemuinya" Jelas Imelda


"Iya kak. Sebaiknya istirahat dulu. Nesya pasti juga akan sedih jika melihat kondisimu seperti ini" Tambah Riko.


"Baiklah" Jawab Andra pasrah


"Kakak istirahat disini. Melda akan melanjutkan pekerjaan Melda" Pamit Melda yang diangguki oleh Andra


"Sayang bolehkan aku ikut?" Tanya Riko dengan wajah penuh harap.


"Tidak. Kau tetap disini menjaga kak Andra. Pastikan kak Andra tidak kabur" Jawab Imelda


"Dek. Kakak bukan tahanan" Gerutu Andra yang hanya dibalas senyuman kikuk oleh Imelda.

__ADS_1


Setelah berpamitan, Imelda langsung pergi untuk melanjutkan pekerjaannya. Saat Imelda pergi, Riko dan Andra sedikit mengobrol.


"Kenapa kau bisa ada disini Rik mengingat jika kau bos besar maka pasti kau akan sibuk saat dijam kerja seperti ini?" Tanya Andra heran seraya sedikit menggoda Riko.


"Kau selalu memujiku. tapi aku kesini karena ini" Jawab Riko sambil memperlihatkan Andra dan Imelda yang sedang berpelukan.


"Siapa yang mengirimnya? dan apa motif pengirim itu?" Tanya Andra heran karena sedari tadi tidak ada yang memperhatikan mereka. Hanya ada para suster yang berlalu lalang tapi tidak ada yang menurut nya mencurigakan.


"Aku tidak tau." Jawab Riko singkat


"Lalu bagaimana dengan keluarga Hutomo? Apa kau sudah mengurusnya? Sejujurnya aku sudah lama ingin mengurus wanita itu tapi mengingat Imelda belum diketahui publik jika Imelda adalah anak keluarga Gunawan membuat aku mengurungkan niatku. Akan jadi semakin rumit jika aku bertindak sementara publik belum mengetahui hubunganku dengan Imelda" Ucap Andra


"Tidak apa kak. Saya sudah menarik semua saham yang saya tanamkan diperusahaan keluarga Hutomo. Jadi sebaiknya kau istirahat agar Imelda tidak memarahiku jika kita ketahuan mengobrol" Ucap Riko


"Kau sama saja seperti Melda" Gerutu Andra yang dibalas cengiran oleh Riko


Tidak lama Andra yang sudah benar-benar lemas pun akhirnya terlelap. Riko menjaga Andra dengan duduk disofa juga tab ditangannya. Meskipun tidak diperusahaan, Riko tetap bekerja melalui email.

__ADS_1


__ADS_2