
"Apa kau yakin?" Chayra menatap Agatha dengan rasa penasaran yang tinggi, bahkan tangannya kini masih setia menempel dikening Agatha. Agatha hanya mengangguk tanpa memikirkan konsekuensinya nanti.
"Baiklah ayo belanja" mulut Agatha menganga, tak disangka idenya kini malah membuat Chayra bersemangat untuk belanja. Agatha dengan cepat menarik Chayra yang sudah akan berlari masuk kedalam untuk mengambil kunci mobil.
"Ada apa?" Tanya Chayra sedikit kesal.
"Bagaimana kalau kita tidak usah belanja?" Jawab Agatha polos tapi mampu membuat Chayra membelalakkan matanya.
"Apa kau gila? Lalu apa yang kita masak jika kita tidak belanja" masih dengan wajah yang bersungut-sungut, Chayra mencecar Agatha dengan banyak pertanyaan.
"Emm... ki-kitaa.."
"Nona, saya sudah belanja untuk anda, jika mau memasak bersama" bagai beban yang diangkat begitu saja, kepanikan Agatha melayang bagai diterpa angin
"Wahh terima kasih bi" Chayra terlihat antusias dan langsung mengambil alih kantong belanjaan yang dibawa oleh salah satu pelayannya. Chayra sudha masuk terlebih dahulu meninggalkan Agatha yang masih kebingungan ditempat.
__ADS_1
Ting
Ponsel Agatha berbunyi, dengan cepat dirinya mengambil ponsel untuk melihat siapa yang mengirim pesan padanya sepagi ini. Agatha membelalakkan matanya saat melihat pesan yang tertulis di aplikasi chatnya.
"Ternyata kau sangat ceroboh" pesan yang dikirimkan Marcell itu membuat Agatha sedikit kesal tapi juga lega. Kesal lantaran dirinya ceroboh dan lega karena Marcell sudah menyiapkan semuanya dengan sangat teliti. Agatha berjanji pada dirinya sendiri jika nanti akan lebih berhati-hati dalam menghadapi Chayra.
"Nona anda dipanggil oleh nona muda" ucapan salah satu pelayan membuat Agatha tersadar dan langsung berlari begitu saja. Agatha menyapu sudut dapur tapi tidak menemukan Chayra disana.
"Agathaa cepat ganti bajumu, apa kau ingin masak dengan baju itu?" Chayra yang baru saja menuruni tangga tersenyum mengejek kearah Agatha yang masih menatapnya kesal karena ditinggal begitu saja.
"Kau bisa memilih sendiri baju yang mana yang kau suka dilemariku" jawab Chayra tanpa menoleh sedikitpun. Agatha langsung berlari untuk berganti baju.
●●●●●
Malam hari tiba, Chayra dibuat bingung karena Agatha dengan tiba-tiba mengajaknya untuk pergi kesebuah acara. Tapi anehnya, Agatha tidak memberitahu acara apa yang akan mereka hadiri. Chayra tak henti-hentinya menggerutu. Bahkan dirinya masih duduk diam ditepi ranjang seraya menatap Agatha yang sibuk memoleskan krim kewajahnya.
__ADS_1
Tok tok tok
Masih setia memasang wjaah kesalnya, Chayra langsung bangkit untuk membuka pintu kamarnya yang sebelumnya terdengar ketukan. Pintu terbuka menampilkan pelayan yang membawa kotak entah apa isinya.
"Ini ada titipan dari pak satpam nona, katanya anda disuruh memakai gaun ini saat pergi dengan nona Agatha nanti." Jelas pelayan mampu membuat Chayra menautkan kedua alisnya dan menerima kotak yang disodorkan oleh pelayan tersebut.
"Terima kasih" jawab Chayra dan langsung menutup pintu. Chayra menatap Agatha yang masih duduk di kursi riasnya. Dengan ragu, Chayra membuka kotak itu. Dan alangkah terkejutnya dirinya saat melihat gaun warna hitam selutut.
"Apa mungkin pak satpam yang memberikan ini?" Gumam Chayra seraya menatap pantulan dirinya didepan cermin. Gaun itu sangat pas ditubuh Chayra, dengan rambut yang ditata sederhana menambah aura kecantikannya.
"Dasar bodoh, mungkin saja ada seseorang yang mengirimkan gaun itu dan dititipkan pada satpam untuk disampaikan padamu" seru Agatha yang mendengar ucapan Chayra yang sedikit tidak masuk akal.
"Seseorang?" Tanya Chayra dengan wajah penuh tanda tanya.
__ADS_1