
"Sedang apa kalian, cepat bawa pria tua ini kerumahnya dan lempar kedepan istri serta mertua nya. Berikan juga mereka data kebusukan pria itu kalian bisa meminta datanya pada Cleo" Ucap Riko kemudian mendekati Finda yang diatas ranjang.
"Baik Tuan" Dengan gerakan cepat, anak buah yang dibawa Riko tadi pun akhirnya menyeret paksa Tuan Jek dan melaksanakan sesuai yang diperintahkan oleh Riko.
"Cepat pakai bajumu dan turun. saya tunggu di lobby hotel" ucap Riko dingin kemudian langsung berlalu begitu saja meninggalkan Dinda yang masih sesenggukan.
Setelah kepergian para laki-laki, Dinda langsung bangun dan memakai bajunya. Setelah dirasa siap, dirinya langsung turun menyusul Riko yang menunggu nya di lobby.
"Ayo" ajak Riko dan langsung pergi dibuntuti oleh Dinda dibelakangnya.
Di perjalanan hanya ada keheningan, Riko yang malas bicara dan Dinda yang masih trauma hanya memandang kearah luar jendela dengan air mata yang tidak berhenti menetes.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, akhirnya mobil Riko memasuki pagar rumah keluarga Gunawan.
"Cepat turun" titah Riko kemudian langsung turun disusul oleh Dinda dibelakangnya.
__ADS_1
Imelda dan Sandra yang sudah menunggu didepan pintu utama pun terkejut saat melihat penampilan Dinda yang acak-acak an dan wajah yang terlihat pucat.
Imelda langsung memeluk Dinda yang masih setia dengan pandangan kosongnya itu. Tangis Imelda pun pecah saat tak mwndapati respon dari sahabatnya.
"Apa yang terjadi Din?" tanya Imelda disela tangisannya.
"Sayang, sebaiknya kita ajak Dinda masuk dulu" Ucap Riko menasehati.
"Iya nakk, sini biar mama bantu" Sandra pun menyahuti kemudian memapah Dinda untuk masuk kedalam.
Sandra pun langsung membawa Dinda ke kamar tamu, jangan tanyakan dimana Andra dan Alvian, sudah pasti mereka masih sibuk dengan urusan dapur mereka. Seperti mendapat tontonan gratis, para pelayan yang dilarang membantu mereka oleh Heru pun hanya bisa terkikik saat melihat kedua tuan muda mereka sedang bergelut dengan alat-alat dapur dan sesekali mereka berdebat.
"Dia hampir dilecehkan oleh Tuan Jek pa" jawab Riko.
"Apa tuan Jek yang kau maksut adalah presdir dari Criss Fashion?" tanya Heru terkejut.
__ADS_1
"Iya pa." jawab Riko.
"Lalu apa yang menyebabkan dia bisa bertemu dengan Tuan Jek dan kenapa dia di hotel?" tanya Heru heran.
"Riko juga tidak tau penyebabnya pa, karena sedari tadi dia hanya diam tanpa berbicara sedikitpun" jawab Riko.
"Baiklah kita bisa menanyakannya nanti" balas Heru seraya menyesap teh hangatnya.
Sedangkan di kamar tamu, Sandra yang ingin membantu Dinda untuk mandi pun mengurungkan niatnya karena Dinda bersikeras menggelengkan kepalanya saat Sandra ingin melepas baju Dinda.
"Baiklah, jika kau mau mandi sendiri. Mama akan menunggu mu di ruang keluarga dan kamu bisa keluar nanti setelah mandi. Imelda akan meminjamkan bajunya untukmu" ucap Sandra yang diangguki oleh Dinda. Setelah memastikan aman, Sandra langsung keluar dan menutup pintu.
Sedangkan Imelda sedang berada di kamarnya untuk memilih kan baju yang pas untuk Dinda. Setelah dirasa baju yang dipilih cocok, Imelda langsung turun kebawah dan menuju ruang tamu untuk menaruh baju Dinda.
Saat masuk, Imelda tidak mendapati Dinda didalam kamarnya, tapi terdengar suara gemericik air di akmar mandi, Imelda yakin jika Dinda masih mandi jadi Imelda memutuskan untuk menunggu ditepi ranjang.
__ADS_1
Sudah hampir satu jam Imelda menunggu, tapi Dinda belum juga keluar dari kamar mandi. Dengan hati-hati, Imelda membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci. Betapa terkejutnya Imelda saat melihat Dinda masih berpakaian dan berguyur air dibawah shower dan memeluk kedua lututnya.
"Dindaaaa" Teriak Imelda hingga membuat semua orang langsung berlari ke kamar tamu.