
Hari berganti, seperti biasa mereka akan disibukkan dengan kegiatan mereka masing-masing. Dengan setelan jas berwarna navy dan dasi pita dikerahnya membuat ketampanan Gibran seakan bersinar. Menuruni tangga dengan sedikit buru-buru karena dirinya telat bangun akibat begadang tadi malam untuk menyiapkan keperluannya ke luar kota besok. Bukan tanpa alasan Gibran menyiapkan itu semua sendiri meskipun banyak pelayan dirumahnya, tapi Gibran hanya akan lebih tenang dan nyaman jika keperluannya dipersiapkan sendiri karena itu adalah kebutuhan pribadinya.
"Elard, aku berangkat dulu kau tunggu saja Ara sebentar lagi dia turun" Elard yang duduk disofa ruang tamu hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala saat melihat sepupu tertuanya berbicara padanya tanpa menoleh dan sambil berlari.
"Ayo kak" turun dengan outfit kuliahnya membuat Chayra terlihat cantik dan terlihat semakin dewasa.
"Bii Chayra berangkat dulu" teriak Chayra pada salah satu pelayan agar nanti tidak mencarinya.
"Baik non, hati-hati" jawab bi Ijah.
Elard langsung berjalan keluar dan diikuti Chayra dibelakangnya. "Kak apa kak Eca tidak ikut?" tanya Chayra seraya menoleh pada Elard yang hanya menunjukkan wajah datarnya.
__ADS_1
"Tidak" jawab Elard ketus, jika mengingat kejadian kemarin saat Alesha mengerjai dirinya rasanya Elard tidak ingin lagi bertemu sepupunya yang sangat menyebalkan itu.
Chayra hanya memicingkan matanya saat mendengar respon Elard.
Membelah jalan raya, Elard mengemudikan mobil dengan santai. Pembawaan Elard yang dingin dan Chayra yang tidak terlalu suka berbicara didalam mobil membuat mobil hanya terisi keheningan.
"Kakk berhenti" Elard yang terkejut karena teriakan Chayra langsung menghentikan mobilnya, untungnya dibelakang mobilnya tidak ada kendaraan lain jika ada? maka habislah mobil kesayangan Elard.
Elard yang semula kesal langsung tersenyum, dirinya salut dengan jiwa peduli Chayra. Kembali kemobil, Chayra mendapat elusan di pucuk kepalanya. "Good girls" ucap Elard dan kembali melajukan mobilnya.
Setelah 30 menit, akhirnya mereka sampai di kampus. Seperti biasa Elard akan kembali menarik perhatian publik karena mobil yang ditumpanginya dan kadar ketampanan yang tak kalah dari Gibran. Tapi saat ini bukan hanya Elard yang menarik perhatian mahasiswi tapi juga Chayra yang turun dari mobil dengan rambut yang terombang-ambing terkena angin.
__ADS_1
Elard langsung merangkul pundak Chayra, Chayra menatap aneh pada Elard yang dengan santainya berjalan dengannya padahal mata para mahasiswi disekitarnya sudah ingin lepas saat melihatnya.
Setelah berjalan menyusuri lorong kampus, akhirnya sampai di kelas Chayra. Setelah memastikan Chayra aman dan sudah masuk kedalam kelas Elard langsung kembali berjalan. Sesaat pandangannya terkunci pada sosok Dareen yang menatapnya, Dareen berjalan tanpa memperdulikan tatapan tajam dari Elard.
Tidak disangka, ternyata Dareen satu kelas dengan Chayra. Dareen menoleh sejenak pada Chayra yang terlihat sibuk dengan ponselnya. Chayra tidak menyadari jika Dareen ternyata teman satu kelasnya. Karena Chayra masuk kuliah di pertengahan semester membuatnya langsung masuk kelas tanpa melakukan kegiatan ospek seperti mahasiswa lain saat pertama masuk. Chayra tinggal bersama dengan (Grandma dan grandpa) Sandra dan Heru selama kurang lebih tiga bulan di negara F. Karena tidak mempunyai teman disana, Chayra memutuskan kembali dan melanjutkan kuliahnya disini.
Duduk dengan tenang dikursi membuat para mahasiswa yang lain menatapnya dengan penuh damba, tapi Chayra tidak menyadari hal itu. Salah satu mahasiswi mengambil botol dan mengangkatnya kemudian
Byurrr
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1