Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 233-S2


__ADS_3

"Apa kau tidak rindu padaku?" Gumam Chayra seraya menatap walpaper ponselnya yang menggunakan foto dirinya dan juga Marcell satu tahun lalu. Kembali mengingat beberapa bulan lalu saat Marcell juga melakukan apa yang dilakukan Dareen pada Agatha malam ini. Dulu, sesibuk apapun Marcell dirinya pasti akan menyempatkan waktu untuk sekedar mengirim pesan untuknya.


Chayra menoleh pada Agatha yang sudah terlelap dengan panggilan video yang masih terhubung dengan Dareen. Chayra langsung mematikan televisinya dan mengganti cahaya lampu dengan lampu tidur.


Chayra menyusul Agatha yang sudah terlelap terlebih dahulu.


●●●●●


Pagi harinya, Agatha bangun lebih awal. Dirinya tidak ingin kecolongan oleh Chayra. Demi melihat sahabatnya bahagia, Agatha rela bangun pagi hanya untuk menyukseskan kejutan nanti malam. Bangun pagi adalah hal yang mustahil bagi Agatha, tapi hari ini dia melakukannya demi melihat sahabatnya bahagia.


"Huftttt" Agatha menghela nafasnya, kini dirinya tengah duduk dengan bersender dikepala ranjang. Menatap Chayra yang masih berbalut selimut. Agatha memikirkan apa yang akan dilakukannya selama seharian ini dirumah.

__ADS_1


"Kau sudah bangun?" Suara parau khas bangun tidur membuyarkan lamunan Agatha.


"Raaa ayo bangunn ini sudah hampir siang" Agatha menggoyangkan tubuh Chayra yang kembali meringkuk kedalam selimut.


"Hemmm" dengan malas, Chayra membuka matanya dan melihat jam yang ada diatas nakasnya. Jam baru saja menunjukkan pukul enam pagi.


"Main sepeda yukk" ucap Chayra dan langsung turun dari ranjang dan menuju kamar mandi tanpa memperhatikan wajah pias Agatha. Agatha mencoba mencari cara agar Chayra mengurungkan niatnya, tapi seolah otaknya berhenti bekerja.


"Dibawah ada sepeda kak Gibran kau bisa meminjam. Cepat cuci muka dan gosok gigi" Chayra langsumg menarik tangan Agatha dan mendorongnya kedalam kamar mandi. Setelah menutup pintu kamar mandi, Agatha mondar-mandir kesana kemari hanya untuk memikirkan jalan keluarnya.


"Agathaaa kenapa lama sekali" Agatha terkejut saat mendengar teriakan Chayra yang sangat memekikkan telinga dari luar. Agatha buru-buru mencuci muka dan menggosok gigi secepat kilat.

__ADS_1


Setelah dirasa siap, Chayra langsung menarik tangan Agatha untuk turun. Agatha hanya pasrah dirinya tidak tahu harus melakukan apa untuk mencegah Chayra. Sesampainya dibawah, Agatha dikejutkan dengan banyaknya mobil sport yang berjejer rapi digarasi rumah Chayra. Bahkan Agatha sampai menutup mulutnya yang menganga karena saking terkejutnya, selama satu tahun lebih dirinya berteman dengan Chayra tapi dirinya belum melihat semua mobil ini.


"Kau sudah seperti mempunyai sorum" ucap Agatha masih dengan wajah terkejutnya.


"Memang" jawab Chayra enteng tapi membuat Agatha kembali terkejut.


"Ini semua mobil yang kumodif dengan kak Gibran waktu disorum ayah Alvian, dan kami diharuskan membawa pulang mobil yang sudah kami modif dengan tangan kami sendiri. Hingga akhirnya mom dan dad melarang kita untuk modif lagi karena ayah Alvian sangat berlebihan" penjelasan Chayra lagi-lagi membuat Agatha terkejut, benar-benar luar biasa. Keluarga ini memang sultan, pikir Agatha.


"Lahhh kok kempes" entah sejak kapan Cahyra sudah berdiri diantara banyaknya sepeda yang berjejer rapi di belakang mobil itu. Agatha mengekus dadanya lega, ketelitian Marcell dalam menyusun rencana patut diacungi jempol. Bahkan semua sepeda yang ada didepannya kini tidak bisa digunakan karena bannya kempes.


"Bagaimana kalau kita masak?" Chayra menoleh Agatha dengan cepat. Berdiri dari posisi jongkoknya, Chayra langsung menghampiri Agatha dan memeriksa keningnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2