Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 124


__ADS_3

Akibat terlalu lelah berpikir, Imelda akhirnya tertidur. Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, suara ketukan pintu kamar mrmbuatnya langsung bangun dan bergegas untuk membukakan pintu.


"Selamat malam nona, maaf sudah waktunya untuk makan malam" ucap salah satu pelayan sopan.


"Simpan saja dulu makanannya bi, saya makan menunggu suami saya saja" jawab Imelda tak kalah sopannya.


Setelah pelayan pergi, Imelda kembali masuk dan melihat ponselnya tapi sama sekali tidak ada balasan dari Riko.


Imelda terus menunggu sampai tidak terasa kini jam sudah menunjukkan pukul setengah 12 malam. Riko yang baru saja datang langsung disambut oleh pelayan di pintu utama.


"Maaf tuan, nona sama sekali belum makan dari tadi siang. Saya sudah menyuruh makan tapi nyonya bilang ingin menunggu anda" ucap pelayan karena sudah tidak tau lagi bagaimana harus membujuk Imelda.


"Dimana dia sekarang?" Tanya Riko dengan wajah lelahnya.


"Sedari pulang nona langsung masuk kekamar dan belum keluar sama sekali tuan" jawab pelayan tersebut dan Riko langsung pergi menuju kamar.


Riko membuka pintu kamar, dilihatnya Imelda tertidur di sofa dengan televisi yang masih menyala. Riko menghela nafasnya kemudian mengangkat tubuh Imelda.


"Sayang kau sudah pulang?" Ucap Imelda dengan suara serak khas bangun tidur.

__ADS_1


"Tidurlah" ucap Riko dingin tanpa menjawab pertanyaan Imelda.


Saat Riko akan pergi kekamar mandi, Imelda menarik nya dan langsung memeluknya.


"Melda bisa jelasin semua kak. Melda mohoh jangan diemin Melda. Hiks hiks Melda nggak ada hubungan apa-apa dengan dokter Danang, Melda mohon dengerin penjelasan Melda dulu" ucap Imelda seraya menangis tepat diperut Riko. Melda memeluk Riko dengan keadaan duduk sedangkan Riko berdiri.


Riko hanya diam tanpa menjawab ucapan Imelda. Sejujurnya, Riko sudah tidak betah karena mendiamkan Imelda.


"Hiks hiks dengerin Melda ya" ucap Melda.


"Jelaskan apa yang ingin kau jelaskan" ucap Riko kemudian melepaskan pelukan Imelda dan duduk di sofa.


"Dokter Danang adalah dokter yang menangani Kak Nesya. Selama ini kak Nesya mengidap kanker otak yang cukup serius maka dari itu aku meminta dokter Danang untuk merawatnya. Bagaimanapun dokter Danang merupakan dokter spesialis kanker terbaik dirumah sakit itu." Jelas Imelda.


"Lalu untuk apa kau menyembunyikan itu?" Tanya Riko sedikit mencibir. Dan Imelda tahu bahwa Riko tidak mungkin mudah percaya dengannya begitu saja.


"Karena kak Nesya tidak mau siapapun mengetahui tentang penyakitnya, bahkan dari Kak Andra sekalipun" jelas Imelda seraya meletakkan dagunya dibahu Riko.


Riko pun hanya diam. Sedangkan Imelda, perlahan tapi pasti, jari lentik Imelda membuka setiap kancing kemjea Riko. Riko pun menyunggingkan senyumnya tapi tentu Imelda tidak mengetahuinya.

__ADS_1


Tangan Riko yang semula diam pun langsung menarik pinggang Imelda untuk lebih dirapatkan dengan tubuhnya. Imelda terkejut saat melihat respon Riko dan Imelda lebih terkejut saat merasakan sesuatu yang mengeras di bawah.


Imelda menyadari bahwa keputusannya untuk duduk dipangkuan Riko ternyata salah. Saat Imelda akan berdiri Riko langsung kembaki menariknya dan membaringkannya di sofa.


Imelda tersenyum kikuk saat Riko menatapnya dengan tatapan penuh gairah.


"Kau yang memancing jadi kau juga yang harus menuntaskannya" bisik Riko kemudian menggigit telinga Imelda. Riko langsung menurunkan Imelda dan membaringkannya diranjang. Imelda pun tersenyum kemudian membantu Riko untuk melepas kemeja nya.


Imelda langsung berbaring menunggu Riko selesai melepas celana panjang nya. Sebaik mungkin Imelda akan memberikan servis terbaik untuk suaminya. Dan akhirnya malam ini menjadi malam penuh cinta bagi pasangan tersebut.


🌼🌼🌼🌼


Lounching 6 episode yuhuuuu🥳Buruan VOTE kuyyy biar author semangatt😘😘Jangan lupa komen juga ya😘😘Like Juga jangan lupaa😘😘


VOTE


KOMEN


LIKE

__ADS_1


🤩🤩


__ADS_2