Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 261-S2


__ADS_3

Pakaian Dela sudah lebih bersih sekarang, perutnya pun sudah terisi hingga kenyang. Bocah itu sudah menutup matanya sejak lima menit yang lalu.


"Sayang apa kita akan membawa Dela kerumah?" tanya Gibran menoleh pada Jasmine yang sibuk menatap jalanan.


"Kita kekampung X ya sayang" jawab Jasmine seraya tersenyum manis pada suaminya.


"Baiklah"


.


.


Ditempat lain, Chayra sedang membantu Marcell untuk makan. Dengan ditemani oleh kedua orang tua Marcell, Elard, dan juga Alesha. Dua remaja itu baru saja sampai untuk menjenguk dan melihat kondisi Marcell. Kondisi yang semakin membaik membuat Marcell bersikeras untuk pulang dan melakukan rawat jalan nantinya.


Berbeda dengan semua orang yang tampak menikmati perkumpulan itu, Elard yang duduk disofa seolah tidak tenang. Bahkan dirinya sesekali mengecek ponselnya.


"Kak Elard, apa terjadi sesuatu?" semua orang serentak menoleh pada Elard, benar dari wajahnya saja terlihat jika Elard sedang mengkhawatirkan sesuatu.


"Ah tidak, hanya masalah kecil" jawab Elard.

__ADS_1


Chayra dan Alesha saling pandang, bukan sehari dua hari mereka mengenal Elard jadi mereka pasti tahu jika Elard sedang dalam masalah dan mencoba menyembunyikannya.


"Kau selesaikanlah dulu masalahmu tidak apa biar nanti aku naik taksi untuk pulang" ucap Alesha yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Elard yang memang terlihat gelisah.


"Baiklah, maafkan aku. Aku pergi dulu" Elard langsung bangkit dari duduknya dan berpamitan pada orang tua Marcell yang duduk tidak jauh darinya.


Elard berlari menyusuri koridor rumah sakit untuk menuju bandara dan pergi ke negara X, baru saja dirinya mendapat laporan dari anak buahnya jika Sareen sedang dirawat karena kecelakaan kecil saat hendak pulang dari kampusnya.


.


.


.


.


Hampir larut malam Elard baru saja sampai dirumah sakit tempat Sareen dirawat. Langsung menuju ruang perawatan Sareen yang sebelumnya sudah diberitahukan oleh anak buahnya. Kehadiran Elard sontak membuat perhatian orang yang ada dirumah sakit. Meskipun penampilannya sedikit acak-acakan, Elard tetap terlihat tampan dan mempesona.


"Tuan" Dua anak buah Elard yang berjaga didepan pintu menunduk hormat saat melihat kedangatangan tuannya.

__ADS_1


"Kalian selidiki motif kecelakaan ini dan siapkan keperluanku untuk beberapa hari disini"


"Baik tuan" ucap anak buahnya patuh.


Elard langsung masuk kedalam, melihat pujaan hatinya terbaring lemah dan perban yang melingkar didahinya membuat hati Elard meringis. Segera mendekat dengan langkah pelan agar tidak menimbulkan suara dan membuat Sareen terbangun.


Elard duduk dikursi didekat ranjang Sareen, menggenggam tangan cantik itu dan mengecupnya. "Sayang" panggilan lemah itu membuat Elard mendongakkan kepalanya,


"Syukurlah kau sadar, tunggulah disini aku akan memanggil dokter" baru saja akan bangkit tangan Elard ditahan oleh Sarenn.


"Tetaplah disini, aku tidak apa"


"Baiklah apa kau mau minum?" Elard kembali duduk, menawarkan minum pada Sareen yang diangguki oleh Sareen.


"Sayang kenapa kau bisa sampai disini? bukankah katamu Chayra juga sedang dirawat dirumah sakit?" tanya Sareen.


"Chayra sudah sembuh tinggal menunggu Marcell diperbolehkan pulang dan mereka akan pulang kerumah utama karena utusan grandma yang ingin cucu-cucunya kumpul."


"Sayang, kalau begitu pulanglah. Mereka pasti mencarimu. Lagi pula disini ada Ersy yang akan menjagaku" ucap Sareen tidak enak.

__ADS_1


"Hustt jangan banyak bicara, aku akan menemanimu disini sampai kau sembuh. Jangan memikirkan apapun, sekarang tidurlah sudah larut malam" Elard merapikan selimut Sareen, mengecup kening kemudian mengelus tangan agar gadis cantiknya segera tidur dan menyelami mimpi indahnya.


__ADS_2