Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 111


__ADS_3

"Mama tidak percaya jika Aira yang melakukan ini pa" ucap Sandra setelah melihat rekaman CCTV yang memang memperlihatkan jika Aira yang membawa Imelda.


"Papa sudah berkali-kali mengatakan pada mama untuk menjauhi Aira karena wanita itu sangat licik tapi mama tidak pernah mendengarkan ucapan papa" jawab Heru.


Cukup lama mereka menunggu kabar dari anak buah mereka. Sedangkan Andra dan Alvian tertidur karena kelelahan menangis. Hari sudah mulai sore. Jam sudah menunjukkan pukul 5. Dan Sandra masih saja menangis dipelukan Heru dan akhirnya suara dering ponsel berhasil mengejutkan mereka.


"Halo" jawab Heru dengan cepat saat panggilannya sudah terhubung.


"Maafkan kami tuan. Semua akses dari wanita tersebut tidak ada jejak sama sekali. Tapi kami mendapat kabar bahwa wanita tersebut terjun di tengah laut X dari atas kapal. Tim sar berusaha mencarinya dan belum ada kabar mengenai jasadnya tuan" jelas sang anak buah hingga membuat Heru terkejut.


"Apa wanita tersebut juga membawa anakku saat terjun?" Tanya Heru hingga membuat Sandra yang tidak bisa mendengar percakapan di telepon pun terkejut saat mendengar suaminya berkata terjun kelaut.


"Tidak tuan. Di laporan tersebut hanya wanita itu yang terjun tanpa membawa seorang bayi" jawab sang anak buah hingga membuat Heru sedikit lega karena harapan untuk menemukan bayinya sedikit ada.

__ADS_1


"Apa wanita itu naik kapal dari negara ini?" Tanya Heru penasaran karena tidak mungkin Aira sampai di laut X dengan waktu yang cukup singkat karena menaiki kapal.


"Wanita tersebut naik pesawat tuan. Tapi karena dia memalsukan identitasnya, jadi kami tidak bisa mengetahui dimana tujuan terbangnya tuan. Dan kami juga menemukan supir yang ikut bersekongkol dengan wanita itu di mobil dengan pisau yang menancap di lehernya tuan" Dan lagi-lagi Heru terkejut karena Aira bisa dengan mudah membunuh 2 orang dalam satu hari dengan cara yang cukup sadis.


"Baiklah. Lanjutkan pekerjaanmu dan cari anakku sampai ketemu" ucap Heru tegas.


"Baik tuan" jawab sang anak buah dan panggilan pun terputus.


"Apa yang terjadi pa? Siapa yang terjun kelaut?" Tabya Sandra panik.


Hari-hari pun berlalu, keluarga Gunawan sudah kembali negara kelahiran tanpa Imelda karena Imelda belum ditemukan. Sedangkan Aira sudah ditemukan oleh pihak tim sar dengan tubuh yang sudah kaku dan juga membiru.


Berita tentang hilangnya putri Keluarga Gubawan pun menjadi pembicaraan yang panas waktu itu.

__ADS_1


Flashback off.


Imelda tercengang saat mendengar cerita dari Heru bagaimana dia bisa hilang. Mereka pun saling berpelukan memberikan rasa aman satu sama lain.


Deny yang disana pun ikut terharu dengan kehangatan keluarga ini, Deny merasa iri karena keluarganya tidak bisa seperti keluarga harmonis.


"Bagaimana kau bisa disini" tanya Riko sedikit berbisik yang sudah sangat penasaran karena sedaribtadi Riko tidak memiliki kesempatan untuk bertanya karena sibuk bermain.


"Aku hanya ingin menjenguk kekasihku kak. Apa itu salah?" jawab Deny seraya menunjuk Imelda dengan dagunya sengaja menggoda Riko.


"Awww kakk lepasinnn kan Deny cuma bercanda" rintih Deny seraya menepuk tangan Riko yang menarik telinganya.


Suasana yang sempat mengharukan pun kembali tertawa karena ulah Riko dan Deny. Semua orang terkikik karena melihat Riko dan Deny yang tidak pernah terlihat akur.

__ADS_1


Ponsel Riko berdering dan dengan segera Riko mengangkat teleponnya dengan tangan kiri tanpa melepaskan tangan kanannya dari telinga Deny.


__ADS_2