
"Mom no no no" baby Gibran langsung merebahkan tubuhnya disisi Alvian, karena ranjang Alvian berukuran besar jadi tidak membuat Alvian kesempitan saat baby Gibran ikut tidur disamping Alvian.
"Ayo ikut uncle beli permen" semua orang menatap tajam pada Deny sedangkan baby Gibran langsung menatap pada Riko dan Imelda bergantian meminta jawaban, melihat Riko dan Imelda menggelengkan kepalanya baby Gibran kembali bermain.
"Hahaha aku hanya bercanda" ucap Deny mencoba menetralkan rasa takutnya karena melihat tatapan semua orang seakan ingin membuangnya kelaut.
"Sayang tolong bujuk baby Gibran" melihat baby Gibran yang sama sekali tidak mau, Imelda meminta bantuan Riko.
"Biar saja Mel, aku tidak merasa terganggu" Alvian melarang Imelda yang akan memaksa baby Gibran.
"Tapi kak"
"Tidak apa, lihatlah anakmu sangat menyayangi Alvian" Heru berkata seraya menatap baby Gibran yang sibuk bermain tanpa membuat Alvian risih. Mereka pun duduk disofa yang ada diruang perawatan Alvian dam sesekali mengawasi baby Gibran.
"Om tante kita pamit terlebih dahulu" karena hari sudah semakin siang dan mereka sudah lama bertamu, Deny dan Vira memutuskan untuk pamit.
"Baiklah hati-hati" Heru dan Sandra menjawabnya dengan serempak. Setelah berpamitan, Deny dan Vira keluar dari ruangan Alvian.
"Kalian sebaiknya istirahat biar mama dan papa yang menjaga Alvian dan baby Gibran" melihat baby Gibran yang ikut tertidur disamping Alvian, membuat Sandra memutuskan untuk menjaganya.
"Vani ikut disini ya ma" ucap Vani seraya menatap Sandra dan Heru dengan tatapan memohon.
__ADS_1
"Iya nak, kalian pulanglah nanti mama akan menghubungi kalian jika mama butuh sesuatu" semua orang pun mengangguk, kesempatan ini pun tidak disia-siakan oleh Riko untuk berduaan bersama Imelda. Imelda yang tidak tega meninggalkan baby Gibran langsung luluh saat Riko dan Heru menenangkannya.
"Kita mau kemana sayang?" melihat arah jalan yang dilewati Riko bukanlah jalan kerumah, membuat Imelda bingung dan memutuskan untuk bertanya.
"Aku ingin mengecek hotel baru hadiah pemberian papa" mendengar penjelasan Riko, Imelda baru ingat jika mertuanya memberikan sebuah hadiah untuk baby Gibran tapi Imelda belum tahu jika itu sebuah hotel.
Imelda hanya mengangguk tanpa bertanya lebih lanjut. Setelah menempuh perjalanan 20 menit, akhirnya mereka sampai dihotel dengan bangunan megah bernuansa jepang itu bertuliskan RYUICHI Hotel's.
Memasuki hotel, mereka disambut beberapa karyawan hotel dan juga orang kepercayaan keluarga Yunanda yang ditugaskan untuk menjabati posisi manajer dihotel tersebut. Tanpa melepaskan tangannya dari pinggang Imelda, Riko memasuki hotel yang akan diresmikan lusa itu.
"Selamat siang Pak Bu" sapa manajer hotel dengan ramah.
"Sudah pak, mari ikuti saya" Riko berjalan tanpa melepaskan tangannya dari pinggang Imelda.
"Cepat buka pintunya" bisik manajer hotel pada salah satu karyawan yang mengikutinya seraya membawa kunci salah satu kamar.
"Terima kasih" ucap Riko dan langsung mengambil kunci dari tangan karyawan hingga membuat karyawan tersebut terkejut.
"Ahh ternyata begini rasanya disentuh oleh sultan tampan" gumam karyawan tersebut didalam hati seraya menatap tangannya yang tidak sengaja tersentuh oleh Riko saat mengambil kunci.
Tanpa sepengatahuan karyawan, Riko alngsung berlalu kekamar mandi dan mencuci tangannya sebanyak tiga kali untuk menghilangkan jejak tangan karyawan tersebut. Sedangkan Imelda hanya berdiri disamping pintu dengan mulut menganga.
__ADS_1
"Sayang kenapa kau berdiri disitu?" Riko yang baru saja keluar dari kamar mandi terkejut saat ternyata Imelda masih diam.
"Apa kau yang menyiapkan semua ini?" tanya Imelda menatap pada taburan bunga mawar merah diranjang.
"Tentu saja pegawai hotel" jawab Riko dengan entengnya.
"Sepertinya ada yang salah dari pertanyaanku" Imelda menggaruk tengkuknya dan terkejut saat Riko tiba-tiba menggendongnya.
"Ahh sayang turunkan aku" Imelda dengan reflek mengalungkan tangannya dileher Riko.
Dengan perlahan, Riko menurunkan Imelda diatas ranjang dan mengurungnya. "Ayo mempraktekkan pelajaran sistem reproduksi dan membuat adik untuk baby Gibran" belum sampai Imelda menjawab, Riko sudah menyerangnya dengan ciuman bertubi-tubi. Ciuman yang semula hanya kecupan menuntut lebih dalam hingga membuat Imelda terbuai dan akhirnya mereka melewati siang yang sangat mengesankan berdua.
🎀🎀🎀🎀🎀🎀
LIKE
KOMEN
VOTE
😘😘
__ADS_1