Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 130


__ADS_3

"Ini semua takdir" jawab Heru seraya menepuk punggung Andra pelan.


"Maaf kan Melda kak hiks hiks... Melda membantu kak Nesya untuk menyembunyikan penyakitnya hiks jika saja Melda memberi tahu kak Amdra pasti kak Andra akan mengobatkan kak Nesya di runah sakit terbaik dan semua ini tidak akan terjadi. " ucap Imelda seraya menangis sesenggukan yang berada di pelukan Riko. Semua orang pun langsung menoleh kearah Imelda.


"Tidak sayang ini bukan salahmu" jawab Riko seraya mencium pucuk kepala Imelda.


"Iya dek ini bukan salahmu, semua ini salahku karena aku tidak tahu penyakit yang diderita nya" jawab Andra.


"Sudah, semua ini takdir, lebih baik kita mengurus jenazah nya dan dibawa kerumah duka" ucap Heru menengahi.


"Aku belum memberi tahu ibu nya pa" jawab Andra dan langsung mengambil ponsel di saku nya.


"Jangan di telvon, biar Aku dan Imelda langsung kesana dan memberitahukan kabar ini" ucap Riko yang disetujui oleh semua orang.

__ADS_1


"Alvian kau ikut dengan adikmu, bantu mereka mengurus pemakaman" ucap Heru pada Alvian yang berdiri di belakang Andra.


"Iya pa. Alvian juga sudah menyuruh anak buah Alvian untuk mempersiapkan semuanya" jawab Alvian yang diangguki oleh Heru.


Riko, Imelda dan Alvian pun langsung kerumah duka. Karena jam sudah larut, jalanan pun lenggang. Dan tidak butuh lama akhirnya mereka sampai di rumah duka. Sesampainya disana, ternyata Ibu Nesya masih berada di teras rumah meskipun jam sudah menunjukkan pukul 2 malam.


"Assalamualaikum" ucap mereka bertiga dan ibu Nesya yang sibuk mondar-mandir pun langsung menoleh.


"Waalaikumsalam. Siapa ya?" Jawab Ibu Nesya sopan.


Wiu wiu wiu


Ibu Nesya pun pucat. Entah kenapa perasaan yang sedari tadi tidak enak pun semakin membuncah.

__ADS_1


Saat ambulance sudah berhenti tepat dirumah duka, munculah sosok Andra dengan wajah kusut dari mobil Ambulance diikuti oleh para perawat yang membawa jenazah Nesya. Ibu Nesya pun langsung pingsan saat melihat putri nya sudah tak bernyawa.


Dengan sigap, Alvian langsung membopong ibu Nesya untuk masuk kedalam rumah. Rumah Nesya pun sudah dipenuhi oleh warga karena bunyi ambulance membangunkan mereka.


Banyak yang bertanya-tanya apa penyebab Nesya meninggal karena tidak ada yang tahu tentang penyakit Nesya. Andra pun selalu setia duduk disamping jenazah Nesya dan memeluk tubuh ibu Nesya. Mereka berdua sama-sama terpukul dengan kepergian Nesya. Bahkan adik perempuan Nesya yang baru saja berumur 12 tahun itu terus saja membangunkan Nesya.


Pagi pun menjelang, jenazah Nesya akan disemayamkan pagi ini. Banyak kerabat juga teman Nesya yang hadir dalam pemakaman tersebut termasuk juga keluarga Andra dan keluarga Riko.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Nesya mbak?" Tanya salah seorang warga yang berdiri di samping Imelda.


"Kak Nesya mengidap penyakit kanker otak bu" jawab Imelda sopan seraya mengusap air mata nya dan ibu-ibu tersebut pun mengangguk paham.


Akhirnya jenazah Nesya sudah diberangkatkan. Semua keluarga Andra pun juga ikut serta ke pemakaman Nesya. Kini Nesya sudah dimakamkan, sekarang tinggal lah keluarga Gunawan yang ada di makam Nesya.

__ADS_1


"Ayo pulang nak" ajak Sandra seraya menepuk pelan bahu Andra.


"Mama dan yang lainnya silahkan pulang dulu nanti Andra menyusul" jawab Andra tanpa mengalihkan pandangannya dari pusara sang kekasih.


__ADS_2