
"Apa ayah tidak kesorum?" tanya Chayra seraya menatap Alvian yang sibuk dengan tablet ditangannya.
"Tidak, Chayra mengangguk kemudian langsung menyalakan game di ruang keluarga pamannya itu untuk menghilangkan kebosanannya dan melupakan masalahnya.
Sejenak fokus Chayra teralihkan di game yang didepannya, tapi kemudian dirinya kembali emosi tidak jelas dengan menghentak-hentakkan kakinya. Alvian dibuat bingung dengan sikap keponakannya yang sangat tidak jelas itu, tanpa memperdulikan Chayra, Alvian langsung berdiri dari duduknya dan berlalu meninggalkan Chayra sendirian diruang keluarga.
"Ayahhh" teriak Chayra tapi tidak diperdulikan oleh Alvian.
Dengan kesal, Chayra langsung keluar dari rumah pamannya tanpa berpamitan dengan sang empu rumah. Bersepeda tak tentu arah, Chayra hanya berpikir dirinya butuh ketenangan dengan menghirup udara sambil bersepeda.
Karena merasa kesal dan dirinya sudah cukup jauh bersepeda, kini Chayra duduk seorang diri di sebuah taman di tengah kota. Menatap pada lalu lalang kendaraan dari kejauhan, Chayra menghembuskan nafasnya kasar. Baru saja akan bangkit, dirinya menoleh saat merasakan ada yang memanggil namanya.
"Chayra" Menoleh dan langsung membuang muka. Seorang yang didepannya dibuat bingung saat melihat respon gadis yang baru saja dikenalnya beberapa hari itu. Tanpa membalas sapaan, Chayra langsung berlari dan mengambil sepedanya untuk kembali kerumah. Baru saja merasakan tenang beberapa menit, kini dirinya kembali emosi saat melihat orang yang sudah membuat hatinya gundah gulana berdiri didepannya.
__ADS_1
"Ada apa dengan gadis itu?" pria yang tak lain adalah Marcell tersebut memandang Chayra yang semakin hilang dari pandangannya. Marcell mengedikkan bahunya dan berlalu pergi tanpa berniat mengejar Chayra, karena dipikirannya, Chayra sedang ada masalah dan tidak ingin diganggu. Tapi Marcell salah karena Chayra sedang patah hati karena dirinya.
"Kenapa dia tidak mengejarku dan menjelaskan semuanya" gerutu Chayra seraya menengok kebelakang sesekali.
Mengayuh sepedanya semakin kencang, karena fokus Chayra terbelah Chayra menabak mobil yang mengerem mendadak didepannya. Chayra terduduk dipinggir jalan dengan lutut terluka, air matanya menetes, bukan karena sakit pada lututnya tapi sakit pada hatinya yang sedari tadi tertahan.
"Maafkan aku? apa kau tidak apa?" suara ini lagi, Chayra yang menunduk langsung menegakkan kepalanya. Dilihatnya pria tadi yang tak lain adalah Marcell sedang memegang pundaknya dan menatap cemas kearahnya.
"Tunggulah disini, aku akan mengambil sepedamu" Chayra mengangguk dan menatap Marcell yang terlihat mengangkat sepeanya dari kaca spion.
"Mengapa kau bisa sampai didaerah sini?" Marcell langsung menyalakan mobilnya.
"Hanya jalan-jalan" jawab Chayra ketus tanpa menatap Marcell sedikitpun.
__ADS_1
"Karena disini jauh dari rumahmu maka aku akan mengajakmu kerumahku untuk mengobati lukamu, jika membiarkan lukamu terlalu lama itu akan membuat iritasi dan itu bahaya. Aku akan mengantarmu pulang setelah mengobati lukamu" Chayra hanya mengangguk.
Tidak butuh waktu lama, sekitar 5 menit akhirnya mobil Marcell memasuki gerbang rumah dua lantai dengan desain modern itu. Chayra menatap pada bunga-bunga disepanjang jalan setelah gerbang untuk sampai dipintu utama. Dirumahnya tidak ada banyak bunga, karena mommy nya yang selalu sibuk dirumah sakit dan tidak ada waktu untuk merawat bunga.
Terlalu fokus menatap warna-warni bunga, Chayra sampai tidak sadar jika Marcell sudah turun dan membukakan pintu mobil untuknya. Bahkan Marcell tidak menyuruhnya berjalan, melainkan langsung menggendongnya. Wajah Chayra memerah saat melihat wanita paruh baya sedang menatapnya diujung tangga.
"Bu" sapa Marcell dan Chayra menunduk hormat pada wanita paruh baya tersebut.
"Kenapa nak?" tanya Ibu Marcell menatap lutut Chayra yang terlihat terluka karena jeans nya sobek akibat terlalu keras terjatuh.
"Tadi Marcell mengerem mendadak bu, jadi Chayra menabrak mobil Marcell" penjelasan Marcell membuat Ibu Marcell langsung menatap sinis Marcel dannn
"Aduhh aduhh apa yang ibu lakukan," ringis Marcell.
__ADS_1