
"Baringkan di kamar tamu nak" ucap Sandra dan langsung bangkit dari duduknya.
Mereka semua langsung mengikuti Riko. Mereka bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada Vira.
"Mama akan membantunya mandi" ucap Sandra dan langsung menyuruh Riko untuk meletakkan Vira didalam bathup.
Sandra menjadi prihatin saat melihat kondisi Vira yang sangat trauma. Sedangkan Riko langsung mengajak Imelda kekamar untuk istirahat karena jam sudah hampir larut. Dikamar Imelda bertanya pada Riko apa yang sudah terjadi.
"Apa yang sudah terjadi sayang?" Tanya Imelda bingung dengan kondisi Vira dan Deny.
"Vira hampir dilecehkan sayang" ucap Riko seraya berbaring disamping Imelda setelah selesai mandi.
Imelda pun terkejut saat mendengar jawaban Riko. Imelda menatap langit-langit kamar, menurutnya akan sangat sulit menjadi Vira.
"Sayang" ucap Riko seraya mengendus-ngendus leher jenjang Imelda hingga membuat Imelda geli dan langsung memiringkan tubuhnya berhadapan dengan Riko.
Riko langsung melingkarkan tangannya disekitar pinggang Imelda dan mencium pucuk kepala Imelda.
__ADS_1
"Ayo tidur sayang. Selamat malam" ucap Riko yang sudah sangat mengantuk.
"Selamat malam" balas Imelda dan ikut memejamkan matanya.
Pagi hari menjelang, semua orang sudah berada di meja makan untuk sarapan. Deny juga sudah lebih baik tapi tidak dengan Vira yang masih belum bangun.
Mereka mulai menyantap makanan mereka. Setelah selesai, Sandra langsung masuk kedalam kamar tamu bersama Imelda. Sedangkan para lelaki sudah berangkat ke kantor tapi tidak dengan Riko dan Deny yang ikut masuk kedalam kamar Vira.
Sandra masuk dengan membawa nampan berisi makanan. Dengan hati-hati, Sandra membuka pintu dan ternyata Vira sudah bangun dan menangis juga memeluk kedua lututnya.
"Nakk" panggil Sandra dan Vira pun mendongakkan kepalanya.
Deny langsung berlari dan memeluk Vira. Meskipun Vira terus memukul Deny untuk meminta dilepaskan, tapi Deny sama sekali tidak melepaskan pelukannya.
"Viraa ini kakak sayang. Jangan seperti ini" ucap Deny lembut dengan mata yang berkaca-kaca. Rasanya sangat sulit saat melihat adiknya yang sangat cerewet juga manja menjadi sangat terpukul seperti itu. Sedangkan Sandra, Riko dan Imelda sudah menitikkan air mata.
"Lepaskann kumohon lepaskan akuu. Aku takut hiks hiks" suara Vira melemah.
__ADS_1
"Ada kakak disini. Jangan takut kakak akan menjagamu" ucap Deny yang sudah tidak bisa membendung air matanya.
"Sebaiknya angkat dia kekamar mandi Den" ucap Imelda seraya memeluk Riko dan menangis karena tidak kuat saat melihat kondisi Vira.
"Iya. Mama akan membantunya mandi" jawab Sandra dan meletakkan nampannya diatas nakas.
Selama dimandikan, Vira terus menangis dengan tatapan kosong. Setelah selesai, dengan telaten Sandra memakaikan Vira baju dan memanggil Deny untuk mengangkat Vira lagi.
Sandra menyuapi sarapan pada Vira. Vira pun menerimanya tanpa penolakan. Setelah selesai, Vira pun hanya diam berbaring sembari menatap langit-langit kamar.
Sedangkan Riko dan Imelda berpamitan karena mereka akan pergi kekantor sebelum mereka menemui Caryn.
"Ma kita pergi dulu ya" ucap Imelda seraya mencium tangan Sandra diikuti oleh Riko.
"Loh kalian mau kemana?" Tanya Sandra.
"Kita akan ke perusahaan kak Riko ma. Kak Riko meminta Melda menemani nya" Imelda tidak mengatakan jika mereka akan pergi menemui Caryn karena nanti Sandra pasti akan melarangnya.
__ADS_1
"Hati hati sayang" ucap Sandra seraya tersenyum lembut.