
"Kakk siapa yang tertawa?" tanya Chayra seraya menatap heran Gibran yang terlihat menggaruk tengkuknya. Jasmine menggelengkan kepalanya dan langsung berdiri dari duduknya agar tidak mengganggu kakak adik itu. Tanpa sepengetahuan Jasmine, Gibran membuat panggilan video nya dengan Chayra menjadi kamera belakang.
"Wahhh kakak cepet sekaliii" ucap Chayra antusias dan senyum yang menghiasi bibirnya.
...****************...
Disudut negara lain, seorang pria tampan sedang duduk manis disebuah cafe seraya menunggu pujaan hatinya yang sudah satu tahun ini menjalin hubungan dengannya tanpa sepengetahuan siapapun. Bukan tanpa alasan mereka menjalani hubungan jarak jauh di negara yang berbeda, itu karena sang wanita yang bersikeras untuk melanjutkan studinya di negeri orang lain.
Setiap satu bulan dirinya akan menyempatkan mengunjungi ratu hatinya disela kesibukannya kuliah meskipun dirinya harus pergi pagi dan pulang malam.
"Maaf menunggu lama" Pria tersebut tersenyum saat melihat gadis yang sudah mengisi penuh hatinya sedang duduk didepannya, bahkan kini tersenyum manis padanya.
"Kak Elard? sayang?" ya, pria tersebut adalab Elard Lamont. Melihat Elard yang hanya tersenyum menatap dirinya, gadis tersebut menegurnya.
__ADS_1
"Kenapa kau cantik sekali?" gadis tersebut tersenyum malu, meskipun sudah sering mendengar gombalan dari pujaan hatinya gadis tersebut masih saja merona. Pertemuan keluarga yang menjadi rutinan Keluarga Yunanda, Keluarga Gunawan, dan Keluarga Fernando membuat cinta mereka bersemi. Karena kegigihan usaha dari Elard Lamont, pria yang tak kalah dingin dari Gibran itu berhasil mendapatkan hati seorang gadis cantik bernama Sareen Gladwin Fernando itu.
"Berhentilah menggodaku" gerutu Sareen seraya menggelembungkan pipinya. Elard tersenyum kemudian menarik kursinya lebih mendekat. Saling membelit indra pengecap mereka seolah sedang menyalurkan kerinduan. Elard mengusap bibir cantik itu dan mereka berdua menghirup oksigen yang sempat terlewatkan. Jangan tanyakan reaksi pengunjung kafe lainnya, sudah pasti mereka akan cuek karena hal seperti itu seolah sudah biasa di negara mereka.
"Apa kau benar-benar ingin pulang ke tanah air?" pertanyaan Elard dijawab anggukan oleh Sareen "Aku sudah merindukan kakakku" lanjut Sareen seraya menatap wajah tampan yang ada didepannya.
"Oh ya, sampaikan permintaan maaf atas nama kakakku untuk Chayra" Sareen menundukkan kepalanya, merasa bersalah atas sikap lancang kakaknya pada putri yang paling disayangi oleh ketiga keluarga tersebut.
"Apa kau mau pulang bersamaku?" Mendengar pertanyaan Elard, Sareen menggeleng cepat. Dirinya belum siap jika hubungan mereka harus diketahui oleh para orang tua.
"Barang-barangku masih di apartemen, kau pulanglah terlebih dahulu" ucap Sareen mencoba mengelak. Elard juga tidak mungkin mengantarnya sampai ke apartemen karena disana masih termasuk apartement milik Keluarga Gunawan.
"Sampai kapan kita akan menyembunyikan hubungan ini?" tanya Elard lemah.
__ADS_1
"Aku belum siap mengumumkannya, maafkan aku" mata cantik itu berkaca-kaca. Inilah kelemahan Elard, paling tidak bisa melihat wanita yang disayanginya menangis.
"Hei, aku tidak apa. Jangan menangis. Apa kau tidak ingin jalan-jalan denganku sebelum pulang?" Sareen mengangguk, Elard langsung berdiri dari duduknya dan membayar minumannya sebelum pergi meninggalkan kafe tersebut.
Dengan tangan yang terus bertautan, mereka menyusuri jalan setapak. Bukan tidak ada mobil, hanya saja itu sudah menjadi kebiasaan mereka selalu berjalan kaki untuk mengulur waktu agar kebersamaan mereka terasa lebih lama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
AUTHOR SENGAJA SISIPKAN KISAH ELARD DISINI KARENA DIA JUGA TERMASUK PEMERAN DITOKOH INI JADIII JANGAN KAGET KALAU BESOK BESOK AUTHOR SISIPKAN KISAH ALESHA JUGA🥰 YANG PENTING STAY TUNE TERUS YAA JANGAN LEPASIN FAVORITNYA😘
JANGAN LUPA KASIH AUTHOR HADIAH YA!!!!!!
NANTI KALO AUTHOR UDAH NGGAK SIBUK AUTHOR USAHAIN TAMBAH SATU BAB😘😘
__ADS_1