Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 96


__ADS_3

Riko tersenyum lega kemudian langsung berlari menuju Imelda dan memeluknya dari belakang masih dengan nafas terburu hingga membuat Imelda terkejut.


Imelda pun menolehkan kepalanya kesamping menatap wajah tampan yang penuh rasa khawatir.


"Kau kenapa sayang?" Tanya Imelda lembut seraya menarik tangan Riko dan diajaknya duduk disampingnya.


"Tidak papa sayang" Jawab Riko lembut kemudian menyenderkan kepalanya di bahu Imelda.


"Benarkah?" Tanya Imelda memastikan.


"Iya sayang" Jawab Riko seraya tersenyum.


Setelah beberapa saat bersantai, mereka langsung pergi kekamar untuk mandi karena waktu sudah mulai sore.


Saat ini, Imelda sedang duduk disofa yang ada dibalkon sembari menunggu Riko yang masih membersihkan dirinya.


"Sayang" panggil Riko yang sudah selesai mandi.


Imelda pun menoleh kebelakang dan tersenyum hangat. Riko pun menyusul Imelda dan duduk disampingnya seraya memposisikan tangannya dipinggang Imelda.


"Aku besok harus kekantor sayang. Kasihan Cleo pasti akan kuwalahan jika sampai aku terlalu lama libur" Ucap Riko dengan tangan kanannya yang mengelus lembut punggung tangan Imelda.


"Iya sayang. Besok aku juga akan pergi kerumah sakit kembali bekerja dan mengirim surat cuti" Ucap Imelda tak kalah lembutnya.


"Aku sudah mengirim surat cutimu sayang. Kita hanya menunggu persetujuan saja" Ucap Riko hingga membuat Imelda langsung menatap Riko dengan penuh tanda tanya.


"Kapan kau mengirimnya?" Tanya Imelda menyelidik.

__ADS_1


"Tadi siang sewaktu aku diruang kerja aku langsung memghubungi Cleo untuk mengirim surat cutimu" Jawab Riko tenang dan senyuman yang tidak pernah hilang diwajah tampannya ketika bersama Imelda.


"Baiklah. Terima kasih sayang" Jawab Imelda kemudian menyenderkan tubuhnya dibahu Riko.


"Tapi kau harus memberiku upah sayang" Ucap Riko hingga membuat Imelda langsung memposisikan duduknya menghadap Riko.


"Aku harus memberikan upah apa? Bahkan kau saja sudah mempunyai segalanya" Jawab Imelda seraya menatap Riko dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Menidurkan cobraku" Ucap Riko seraya mengedipkan sebelah matanya. Sedangkan Imelda yang mendengar jawaban Riko pun terkejut dan wajah Imelda pun langsung memerah.


Imelda langsung memalingkan wajahnya dan hendak bangkit dari duduknya tapi tangan Riko mencegahnya.


"Kau mau kemana sayang?" Tanya Riko.


"Em Ti tidak" Jawab Imelda terbata dan langsung duduk kembali.


Setelah selesai makan, mereka memutuskan untuk pergi bersantai diruang keluarga terlebih dahulu sembari menonton televisi.


Karena sudah hampir larut, Riko langsung mengajak Imelda kembali kekamar mereka untuk beristirahat. Sesampainya dikamar, ternyata benar, Riko sudah menagih upah dari Imelda. Dan lagi-lagi malam ini Imelda dibuat begadang dan juga lelah karena ulah Riko. Tapi meskipun begitu, Imelda menikmati setiap sentuhan Riko.


Pagi hari tiba, Imelda bangun terlebih dahulu kemudian bergegas untuk mandi. Setelah selesai, Imelda langsung membangunkan Riko untuk mandi.


"Sayang. Ayo bangun" Ucap Imelda seraya menggoyang lengan Riko lembut.


Riko pun mengerjapkan matanya dan menatap sosok cantik yang juga sedang menatapnya itu. Riko langsung mengecup bibir Imelda sekilas sebelum mandi.


"Selamat pagi sayang" Ucap Riko setelah mengecup singkat bibir Imelda.

__ADS_1


"Pagi" Jawab Imelda singkat karena wajahnya sudah memerah.


Sembari menunggu Riko mandi, Imelda menyiapkan keperluan Riko.


Kini mereka sudah siap berangkat kerja dan sudah selesai sarapan.


Imelda berangkat dengan diantar Riko karena memang Riko yang memaksanya.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, akhirnya mobil Riko sampai dirumah sakit dan Imelda pun langsung turun. Tapi sebelum itu, Imelda berpamitan kepada sang suami.


Setelah memastikan Imelda masuk kedalam rumah sakit, Riko langsung melajukan mobilnya menuju perusahaan. Sepanjang perjalanan, Riko dipenuhi rasa gelisah dan Riko tidak tau apa yang membuatnya merasa seperti itu.


Riko langsung menghubungi nomor Imelda untuk memastikan jika sang istri baik-baik saja.


"Hallo sayang" ucap Riko saat panggilan sudah terhubung.


"Iya hallo"


"Apa semua baik-baik saja?"


"Tentu suamiku. Memangnya ada apa?"


"Tidak ada. Hati-hati. Aku mencintaimu"


"Baiklah. Aku juga mencintaimu" Jawab Imelda diseberang telepon.


"Semoga hanya perasaanku saja" Ucap Riko didalam hati.

__ADS_1


__ADS_2