
Mereka sama-sama terkejut. Imelda yang lebih terkejut saat melihat pria tersebut sangat pucat.
"Apa yang terjadi dengan mu kak?" Tanya Imelda langsung mendekati pria tersebut yang tak lain adalah Andra. Imelda duduk disamping Andra.
Andra langsung memeluk Imelda erat begitupun Imelda juga membalas pelukan kakaknya.
"Apa dia baik-baik saja?" Tanya Andra tanpa melepaskan pelukannya.
"Dia sudah melewati masa kritisnya kak" Jawab Imelda meskipun masih kebingungan dengan kakaknya yang biasanya dingin kini terlihat rapuh karena seorang wanita. Karena Andra tidak pernah terlihat dekat dengan wanita manapun.
Saat tengah berpelukan, ada seseorang yang mengambil gambar mereka lalu mengirimkannya pada Riko.
Riko yang tengah sibuk dengan dokumennya langsung mengambil ponselnya saat melihat ada pesan masuk.
Riko memicingkan matanya saat melihat nomor tidak dikenal mengirimkan foto.
Riko langsung membuka pesan tersebut dan betapa terkejutnya dia saat melihat Imelda dipeluk oleh seorang pria. Riko tidak tahu jika itu adalah Andra karena didalam foto tersebut, foto Andra membelakangi kamera.
Dengan amarah yang sudah memuncak, Riko langsung keluar perusahaan kemudian menaiki mobil dengan kecepatan penuh menuju rumah sakit.
__ADS_1
Saat sampai dirumah sakit, Riko langsung menuju UGD, karena sang pengirim memberikan lokasi Imelda.
Dari kejauhan, Riko bisa melihat dengan jelas Imelda menggenggam erat tangan pria tersebut.
"Melda" Panggil Riko sedikit teriak dengan rahang mengeras karena menahan amarah.
Imelda dan Andra yang mendengar teriakan Riko langsung menoleh ke arah Riko yang berdiri dengan tangannya yang bersedekap didada.
Imelda dan Andra terkejut saat melihat kedatangan Riko. Bagitu juga dengan Riko yang terkejut saat melihat pria yang ada difoto tersebut adalah Andra.
Riko hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu seraya tersenyum kikuk.
"Iya" Jawab Riko tersenyum dan langsung duduk disamping Imelda
"Lalu kenapa kau bisa disini?" Tanya Imelda bingung
__ADS_1
"Tidak ada. Ada apa denganmu kak?" Tanya Riko mengalihkan pembicaraan. Karena akan sangat memalukan saat Imelda tahu bahwa dirinya cemburu sangat berlebihan seperti ini.
Sebelum menjawab pertanyaan Riko, Andra menoleh kearah Imelda untuk meminta saran apakah Andra perlu bercerita atau tidak. Dan Imelda pun mengangguk.
"Kekasihku kecelakaan dan sekarang ada didalam" Jawab Andra sendu
"Kenapa sama sekali tidak ada perbincangan di publik kalau kak Andra sudah mempunyai kekasih? Mengingat jika kau bukan orang sembarangan, pasti banyak wartawan yang akan meliput berita ini." Ucap Riko
"Itulah sebabnya dia menginginkan jika hubungan ini dirahasiakan, dia belum siap untuk menjadi perbincangan publik. Dia juga selalu beranggapan bahwa dia tidak pantas untukku. Dia selalu mempermasalahkan latar belakang nya yang hanya seorang anak dari buruh cuci dan dia hanya pegawai minimarket biasa. Meskipun aku sudah meyakinkan dia bahwa orang tuaku tidak akan mempermasalahkan semua itu tapi dia tetap keras kepala." Ucap Andra
"Lalu apakah dia tidak mempunyai ayah kak?" Tanya Imelda
"Ayahnya meninggalkan dia dan ibunya karena alasan ibunya sudah tidak cantik lagi katanya. Ayahnya juga pergi bersama selingkuhannya" Jawab Andra hingga membuat Imelda dan Riko terkejut.
Imelda langsung melirik Riko. Riko yang paham lirikan kekasihnya pun langsung menenangkan.
"Tenang sayang. Bagaimana pun perubahanmu aku tidak akan meninggalkanmu" Ucap Riko seraya mengelus lembut rambut panjang Imelda. Imelda akhirnya lega saat mendengar penuturan Riko.
"Lalu apa hubungan kalian hanya diketahui oleh ibunya?" Tanya Riko lagi.
__ADS_1
"Tidak" Jawab Andra
"Lalu?" Tanya Imelda dan Riko serempak.