
Setelah selesai makan, mereka bersantai terlebih dahulu ditaman hotel sebelum masuk kedalam kamar.
Imelda duduk disamping Riko dengan kepala yang disenderkan dubahu Riko. Riko pun tidak henti-hentinya menciumi pucuk kepala Imelda.
"Kak Riko" panggil seorang wanita yang masih terlihat muda seperti berusia 18 tahun.
Sontak Imelda dan Riko menoleh kesumber suara dan betapa terkejutnya Riko saat melihat sang pemanggil.
"Vira" ucap Riko terkejut dan langsung berdiri dan diikuti oleh Imelda yang juga ikut berdiri.
"Kau mengenalnya sayang?" Tanya Imelda
"Iya sayang. Dia adik Deny" jelas Riko hingga membuat Imelda terkejut. Pasalnya waktu kecil memang Deny dibawa pergi bersama orang tuanya saat Vira masih berusia 4 tahun dan setelah itu dia tidak pernah bertemu lagi dengan Vira saat Vira sudah dewasa. Sedangkan Deny pasti masih sesekali mengirim foto kepada Imelda jadi Imelda tidak melupakan wajah Deny. Tapi kemudian Deny hilang kabar dan Imelda mendapatkan kabar dari salah satu tetangga jika Deny sudah tunangan.
"Kak Riko apa kabar? Ini siapa? Dan dimana kak Caryn?" Tanya Vira beruntun dan langsung memeluk Riko.
"Ini istri kakak." Jawab Riko dan berusaha melepaskan pelukan Vira.
"Oo ku kira kakak menikah dengan kak Caryn" Balas Vira dengan menatap intens penampilan Imelda.
__ADS_1
"Vira" sapa Imelda dengan senyuman manisnya.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Vira dengan menautkan kedua alisnya.
"Ya. Aku Melda teman masa kecil kakakmu" ucap Imelda ramah.
"Oh tapi aku sudah lupa bagaimana pun temanku adalah orang terpandang jadi tidak mungkin aku mengingat wanita miskin sepertimu" jawab Vira sombong. Ya, memang Vira belum mengetahui status Imelda yang asli.
Imelda pun hanya tersenyum kecut tanpa menjawab Vira. Meskipun hatinya sakit saat mendengar penghinaan Vira.
"Vira jaga ucapanmu. Kakak tidak suka kau bicara seperti itu dengan istri kakak" bentak Riko hingga membuat Vira tersentak kemudian menundukkan kepalanya dengan mata berkaca-kaca.
"Sayang" ucap Imelda menenangkan Riko dengan mengelus lengan Riko pelan seraya menggelengkan kepalanya.
Riko pun menghela nafasnya dan membuangnya kasar.
"Maafkan kakak. Duduklah" ucap Riko seraya mempersilahkan Vira duduk dibangku yang ada didepan mereka.
Vira pun duduk didepan Riko dan Imelda.
__ADS_1
"Kenapa kau bisa disini? Bagaimana dengan kuliahmu?" Tanya Riko mencoba meredam amarahnya.
"Vira sudah bosan diluar negeri kak. Vira ingin kuliah disini saja" Jawab Vira yang sudah kembali dengan nada manjanya.
"Lalu darimana kau bisa tau jika kakak disini" tanya Riko.
"Dari kak Deny. Tadi Vira ke apartment kakak tapi disana hanya ada kak Deny dan Vira tanya dimana kakak dan kak Deny memberitahu Vira jika kakak disini" jelas Vira.
"Sebaiknya kau pulang ini sudah hampir larut malam. Kakak juga akan pergi kekamar untuk istirahat" ucap Riko.
"Tapi Vira kesini tidak membawa mobil kak" Jawab Vira manja.
"Lalu kau kesini naik apa?" Tanya Riko heran.
"Naik taksi. Tadi aku sudah meminta kak Deny untuk mengantarku tapi kak Deny bilang akan tidur jadi aku naik taksi" jelas Vira hingga membuat Riko geram dengan kelakuan Deny.
"Kau bisa menelvon kakak jika kau akan kesini jadi kakak bisa menyuruh anak buah kakak untuk menjemputmu. Kau baru disini dan belum hafal jalanan disini. Bagaimana kalau supir taksi tersebut berniat jahat padamu dan berniat membawamu kabur sedangkan kau saja belum hafal jalanan disini." Ucap Riko dengan nada khawatirnya sedangkan Vira pun menunduk tidak berani menatap Riko.
Imelda pun dibuat semakin kagum dengan suami nya ini. Meskipun suami nya ini terkenal dingin, tapi tidak pada keluarganya.
__ADS_1
"Maafkan Vira kak" ucap Vira lirih.