Doctor Vs CEO

Doctor Vs CEO
Eps. 215-S2


__ADS_3

"Alhamdulillah, apa aku bisa berterima kasih kepada bosmu? Dimana beliau?" Tanya Jasmine penuh syukur setelah menerima cek yang disodorkan oleh anak buah Gibran.


"Maaf nona, Bos saya didalam mobil. Tapi bos saya tidak bisa bertemu dengan anda. Tapi anda jangan khawatir saya akan menyampaikan pesan terima kasih anda. Kalau begitu saya permisi." Anak buah Gibran langsung pergi begitu saja tanpa mendengarkan jawaban Jasmine. Jasmine menatap punggung pria yang memasuki mobil berwarna hitam itu. Sialnya, Jasmine tidak bisa melihat nomor plat nya karena penerangan yang minim dan juga ada sorot lampu yang kelihatannya sengaja diarahkan tepat dimatanya alhasil dirinya menutup mata dan setelah membuka mata, mobil tersebut sudah hilang dari pandangannya.


"Siapapun kamu, semoga kamu selalu dalam perlindungan Tuhan." Ucap Jasmine dalam hati.


Jasmine kembali mengajak bermain anak-anak yang ada didepannya, sesekali dirinya mengajak anak-anak tersebut untuk belajar agar mereka tidak terlalu ketinggalan pelajaran pada anak umumnya.


Sedangkan ditempat lain, Gibran tak henti menyunggingkan bibirnya. Dirinya takjub pada kedermawanan hati Jasmine, dirinya saja yang bergelimang harta belum pernah terjun langsung melakukan hal istimewa itu meskipun keluarganya sering bersedekah.


Mentari kembali menampakkan sinarnya, setelah melewati malam panjang dengan bintang akhirnya manusia diharuskan untuk kembali beraktifitas untuk memulai hari dengan penuh semangat.

__ADS_1


Seperti gadis cantik, adik Gibran ini. Pagi-pagi sekali dirinya sudah bangun dan mandi untuk jalan-jalan menikmati hari freenya karena kuliahnya hari ini libur.


Memakai hoodie berwarna hitam dan celana jeans putihnya, Chayra bersepeda mengelilingi komplek perumahannya. Cukup lama dirinya bersepeda dan akhirnya Chayra merasa lelah dan memutuskan untuk duduk ditaman yang ada diperempatan jalan masuk kedalam kompleknya.


Menikmati es cup nya, Chayra hampir tersedak saat melihat pria tampan berjalan dengan seorang gadis berambut pirang dan sangat terlihat mesra. Chayra langsung melempar cup es nya begitu saja dan berdiri seraya menghentakkan kakinya.


"Dasar semua cowok sama saja, baru kemarin dia minta nomor ponselku dan sekarang dia sudah jalan bersama wanita lain. Kenapa juga wanitanya peluk-peluk dia." Chayra terus menggerutu dan langsung menancap pedal sepedanya untuk pulang kerumah.


"Ayahhh" teriak Chayra memanggil Alvian.


"Loh Ara? Nggak kuliah nak?" Tanya Alvian yang baru saja turun karena mendengar teriakan keponakannya itu.

__ADS_1


"Ayahh" tanpa menjawab pertanyaan Alvian, Chayra langsung berlari dan memeluk Alvian seperti ayahnya sendiri.


"Kenapa?" Tanya Alvian seraya mengelus rambut panjang Chayra.


"Ayah kenapa cowok hanya akan berjuang sesaat? Bahkan baru kemarin dia meminta nomor ponselku sekarang dia sudah jalan bersama wanita lain" Alvian mendelik, dirinya bingung karena Chayra tiba-tiba curhat masalah yang Alvian sama sekali tisak tahu pokok pembahasannya.


"Apa kau sedang jatuh cinta hemm?" Tanya Alvian dengan nada sedikit menggoda saat dirinya sudah peka jika Chayra sedang patah hati.


Chayra melepaskan pelukannya, menatap mata tajam meskipun sudah berkepala empat itu. Chayra mengedikkan kedua bahunya dan langsung berlalu duduk disofa tanpa memperdulikan Alvian yang terbengong karena sikap anehnya.


"Ayah, dimana bunda?" Baru saja Alvian membuka mulutnya hendak bertanya, Chayra sudah lebih dulu bertanya.

__ADS_1


"Kerja" jawab Alvian tanpa menatap Chayra.


__ADS_2