
Jam menunjukkan pukul 5 sore. Imelda yang baru menyelesaikan operasi langsung menemui Riko dan Andra. Tapi sebelum itu, dia mengambil tasnya yang ada diruangannya.
Saat sudah sampai di ruangan istirahat Andra, Imelda melihat Andra yang masih tertidur dan Riko yang menyenderkan tubuhnya dipunggung sofa dengan menyilangkan kakinya.
Riko yang mendengar langkah kakipun langsung menoleh ke sumber suara dan mendapati Imelda berjalan dengan anggunnya.
"Sayang" Panggil Riko seraya membenarkan posisi duduknya.
Imelda hanya menjawab Riko dengan senyum manisnya.
"Dek" Panggil Andra yang ternyata sudah bangun dari tidurnya tapi masih tetap berbaring.
"Iya kak" Jawab Imelda seraya berjalan menghampiri Andra.
"Apa kakak mau minum?" Tanya Imelda yang dibalas anggukan oleh Andra.
"Dek kakak ingin bertemu Nesya" Ucap Andra langsung menurunkan kedua kakinya dari ranjang.
"Apa kakak sudah baik-baik saja?" Tanya Imelda yang dibalas anggukan oleh Andra.
"Baiklah." Ucap Imelda seraya membantu Andra berdiri.
"Biar aku yang membantunya sayang" Ucap Riko mengambil alih Andra dari papahan Imelda.
Mereka bertiga menyusuri lorong rumah sakit untuk menuju keruang rawat Nesya.
Sesampainya disana, Andra melihat Nesya terbaring lemah diranjang. Hatinya sakit saat melihat pujaan hatinya tidak berdaya seperti sekarang.
__ADS_1
"Sayang maafkan aku" Ucap Andra yang sudah duduk dikursi yang ada disamping ranjang Nesya.
Andra meneteskan air matanya saat melihat kondisi Nesya yang sangat lemah. Berulang kali Andra mengecup tangan dan kening Nesya untuk menguatkan.
Seperti mendapat sebuah kekuatan besar. Nesya benar-benar membuka matanya. Andra tersenyum saat melihat Nesya sudah sadar.
"Sayang apa masih ada yang sakit? Apa kau mau sesuatu? Aku akan mengambilkannya untukmu." Ucap Andra
Nesya hanya menggeleng pelan dengan senyuman manisnya.
"Apa ibu tau?" Tanya Nesya lirih yang dijawab gelengan oleh Andra.
"Aku lupa memberi tahu ibu sayang. Aku akan menelvon ibu sebentar" Ucap Andra dan langsung mengambil ponselnya disaku celananya.
Nesya menghentikan niat Andra. Andra pun menatap Nesya, Nesya menggeleng.
"Tapi sayang" Ucap Andra yang lagi-lagi Nesya menggelengkan kepalanya.
"Kumohon" Ucap Nesya dengan mata berkaca-kaca dan Andra pun langsung mendekap erat Nesya dalam pelukannya.
"Maafkan aku sayang" Ucap Andra tanpa melepaskan pelukan Nesya.
"Ini bukan salahmu. Tenanglah" Ucap Nesya lirih
"Kak biarkan Melda memeriksa kakak ipar terlebih dahulu" Ucap Imelda yang sedari tadi diam.
Andra pun melepaskan pelukannya. Sedangkan Nesya terkejut saat menyadari bahwa diruangan tersebut tidak hanya mereka berdua. Nesya menatap Andra seolah meminta penjelasan.
__ADS_1
"Biarkan Melda memeriksa kondisimu dulu setelah itu akan aku jelaskan" Ucap Andra.
Imelda mulai memeriksa keadaan Nesya. Sebelum memeriksa, Imelda menyapa Nesya terlebih dahulu.
"Hai kakak ipar" Ucap Imelda ramah dengan senyuman
"Hai" jawab Nesya bingung.
"Dia adikku sayang" Jelas Andra yang melihat kebingungan Nesya.
Nesya menyatukan kedua alisnya saat mendengar ucapan Andra. Pasalnya, Andra belum cerita sama sekali tentang Imelda.
"Dia adik ku yang hilang 25 tahun lalu sayang. Kami baru bertemu dengannya beberapa bulan lalu. Saat aku ingin menceritakannya padamu, aku selalu lupa" Jelas Andra
"Siapa namamu dek?" Tanya Nesya ramah pada Imelda yang sudah selesai memeriksa keadaan Nesya.
"Imelda kak" Jawab Imelda tak kalah ramahnya.
"Apa kau seorang dokter disini?" Tanya Nesya
"Iya kak" Jawab Imelda
"Wahh kau hebat" Puji Nesya hingga membuat Imelda sedikit malu.
"Tidak usah seperti itu kak. Kakak lebih hebat dari Imelda." Elak Imelda.
Saat tengah mengobrol, ponsel Andra berdering. Semua orang yang ada diruangan tersebut menoleh ke Andra.
__ADS_1
"Siapa kak?" Tanya Imelda karena sedari tadi Andra belum mengangkat telvonnya.